Pelatihan Metode Survei dan Pemantauan Dugong dan Habitatnya (Lamun)

Dugong (Dugong dugon) atau duyung adalah salah satu dari 35 jenis mamalia laut yang dijumpai tersebar di Perairan Indonesia. Satwa yang sering ditemui di habitat padang lamun ini dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999. Di mata dunia pun dugong termasuk dalam Daftar Merah IUCN (the International Union on Conservation of Nature) sebagai satwa yang "rentan terhadap kepunahan", serta termasuk ke dalam Apendiks I CITES (the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora). Hal ini berarti dugong merupakan satwa yang dilindungi penuh dan tidak dapat diperdagangkan atau dimanfaatkan dalam bentuk apapun.

 

Pelatihandugong 1

 Foto Bersama "Pembukaan Pelatihan Metode Survei dan Pemantauan Dugong dan Padang Lamun",

30 Januari 2017 di P2O LIPI, Ancol Jakarta" (foto: Prabowo)

 

Upaya peningkatan efektivitas konservasi dugong dan padang lamun di Indonesia yang dilakukan oleh pemerintah mendapat dukungan hibah dari Global Environtment Facility (GEF) yang diinisiasi bersama United Nation Environment Programme – Convention on the Conservation of Migratory Species (UNEP-CMS) bekerjasama dengan Mohammed bin Zayed Species Conservation Fund (MbZ) melalui program Dugong and Seagrass Conservation Project (DSCP). Program ini merupakan proyek regional yang dilakukan di tujuh negara (implementing project partners) diantaranya: Indonesia, Madagaskar, Malaysia, Mosambique, Sri Lanka, Timor Leste, dan Vanuatu.

 

DSCP Indonesia mengundang akademisi, peneliti, dan praktisi yang berfokus pada konservasi dugong dan habitat lamun untuk berpartisipasi dalam "Pelatihan Metode Survei dan Pemantauan untuk Dugong dan Habitat Lamun". Kegiatan pelatihan ini akan dilaksanakan di Jakarta pada 30 Januari – 1 Februari 2017 dan di Tolitoli, Sulawesi Tengah pada 3 – 5 Februari 2017.

 

Pelatihandugong 2

 

Sebagaimana dilaporkan oleh Panitia (Cassandra Tania, wwf-Indonesia) Pelatihan ini diikuti oleh 150 peserta termasuk relawan. peserta diseleksi dari 350 lebih pendaftar. Pelatihan tingkat nasional ini akan berlangsung selama 3 (tiga) hari, dan akan dilanjutkan pelatihan tingkat Lokal di Toli-toli, Sulawesi Tengah.

 

Topik Pelatihan

  1. Database dan Sistem Informasi Geografis (SIG)
  2. Bioakustik Dugong
  3. Survei Udara (Aerial Survey)
  4. Pemantauan Partisipatif
  5. Komunitas Lamun dan Jasa Ekosistem Lamun
  6. Penanganan Dugong Terdampar

Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ir. Andi Rusandi, M.Si menyambut optimis pelaksanaan pelatihan ini berjalan dengan sukses. Andi berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas pemangku kepentingan di tingkat nasional dan daerah dalam upaya konservasi dugong dan habitatnya, termasuk dalam implementasi kegaitan pemantauan berbasis masyarakat dan penanganan mamalia laut terdampar. Selain itu diharapkan pula mampu meningkatkan kapasitas peneliti, akademisi dan praktisi konservasi dugong dan habitatnya dalam hal survei udara (aerial survey), survei akustik serta analisis data GIS maupun manajemen database nya.

 

Pelatihandugong 3

Pembukaan Pelatihan oleh Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut (Ir. Andi Rusandi, MSi.).

"Pesan: Materi dan Praktek yang didapatkan selama pelatihan ini diharapkan dapat dijadikan bekal dan diimplementasikan dilapangan dalam rangka pengelolaan konservasi Dugong dan Habitatnya". (foto: Dwi Suprapti)

 

"Masih terbatas data dan informasi terkait dugong sebagai 1 dari 20 spesies prioritas konservasi Kementerian Kelautan Perikanan. Data dan informasi terkait dugong dan padang lamun sangat dibutuhkan untuk menghasilkan kebijakan pengelolaan dan perlindungan yang tepat sasaran. Lebih Lanjut, "kami berharap nantinya pihak-pihak dapat bersama membantu untuk mengimplementasikan Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Dugong dan Lamun yang telah disusun bersama" pinta Andi.


Pelatihandugong 4

Sesi Kelas: Penanganan Mamalia laut terdampar. fokus: Penanganan Dugong Terdampar (foto: Suraji)

 

Kepala Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Dr. Dirhamsyah M.A. menyampaikan, "LIPI selaku otoritas keilmuan menyambut baik kegiatan pelatihan ini. Metode pengambilan data yang terstandarisasi akan membantu pengumpulan data yang dapat dibandingkan, baik di tingkat nasional, maupun internasional. Sebagai Wali Data Ekosistem Terumbu Karang dan Padang Lamun, LIPI berharap agar data dugong dan padang lamun dapat terkumpul sebagai basis data nasional." Senada disampaikan oleh Peneliti LIPI Nurul Dhewani dalam sambutan pembukaan pelatihan.


Pelatihandugong 5

Sesi Kelas: Komunitas Lamun dan Jasa Ekosistem Lamun (foto: Suraji)

 

Pelatihan nasional di Jakarta diikuti oleh sekitar 100 peserta undangan dan umum yang berasal dari kementerian, sektor swasta, lembaga swadaya masyarakat, dan perguruan tinggi. Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Dr. Ir. Luky Adrianto, M.Sc juga menekankan, "Pelatihan ini diharapkan dapat mendorong peneliti dan akademisi untuk terjun ke riset dugong dan padang lamun yang relatif tertinggal bila dibandingkan dengan riset tentang terumbu karang dan mangrove. Selain itu, ada urgensi untuk konservasi dugong dan padang lamun dalam kaitannya sebagai penyedia jasa lingkungan."

Di Indonesia, DSCP secara khusus akan diimplementasikan di 4 lokasi yaitu di Bintan-Kepulauan Riau, Alor-Nusa Tenggara Timur, Kotawaringin Barat-Kalimantan Tengah, dan Tolitoli-Sulawesi Tengah. Pelatihan ini akan dilanjutkan pada tingkat lokal yang akan dilaksanakan di Toli-toli, Sulawesi tengah (3-5 Februari 2017) yang akan dihadiri oleh 40 peserta undangan dari keempat lokasi implementasi DSCP.

Direktur Coral Triangle WWF-Indonesia, Wawan Ridwan menjelaskan, "Pelatihan tingkat lokal di Tolitoli nantinya diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterlibatan para pihak dan masyarakat. Melalui DSCP, masyarakat didorong untuk menjadi pelaku utama dan duta bagi perlindungan dugong dan padang lamun di wilayahnya."

Pelatihandugong 6

Rangkuman Aktivitas Pelatihan hari Pertama. (foto kolase: Prabowo)

 

Informasi lebih lanjut, silakan hubungi:

Ir. Andi Rusandi, M.Si, Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. ; This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Dr. Dirhamsyah M.A., Kepala Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Dr. Ir. Luky Adrianto, M.Sc, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Wawan Ridwan, Direktur Coral Triangle WWF-Indonesia

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

 

Download :  Siaran Pers Pelatihan Metode Survei Pemantauan Dugong dan Habitatnya (Lamun)

 

You have no rights to post comments

5638599
Today
Yesterday
This Week
This Month
Last Month
Alldays
378
11220
20585
102686
157961
5638599

Your IP: 54.198.221.13
Server Time: 2017-11-22 02:01:07

 

Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan

Direktorat Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com