Konservasi Hiu untuk Pariwisata

Pak ToniMenyebut dan mendengar nama Hiu, yang terlintas dalam benak kita, sesosok hewan yang bermukim di laut dengan giginya yang runcing, ganas, dan mampu mencium bau darah berkilome­ter jauhnya. Hiu adalah ikan, berkembang biak secara ovovivipar artinya telur dierami dan menetas di dalam tubuhnya dan kemudian induknya melahirkan. Hewan ini juga terma­suk dalam golongan carnivora, yakni pemakan daging. Hidup di perairan laut lepas, hewan ini juga termasuk dalam kategori hewan buas.

Dalam mitologi masyarakat Kepulauan Hawaii, cerita tentang hiu sangat menonjol. Ada cerita yang menyebutkan keberadaan manusia hiu, yang mempiliki rahang hiu di bagian belakang kepalanya. Dalam mitos ini, diceritakan makhluk itu bisa mengubah diri bergantian, dari hiu menjadi manusia dan sebaliknya dari manusia menjadi hiu. Manusia-manusia hiu, diceritakan kerap memperingati manusia yang berada di pantai, kalau di perairan itu terdapat hiu. Kalau peringatan itu tidak diindahkan, maka manusia-manusia hiu lah, yang akan menyantap manusia yang berada di pantai itu. Dengan begitu, manusia hiu itu memperingatkan manusia lain, agar tidak turun ke laut.

Selengkapnya...

Pemerintah Genjot Wisata di Zona Konservasi Perairan

Pemerintah GenjotMenteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo mengatakan, Indonesia harus memulai pembangunan ekonomi pada area-area konservasi. "Kawasan konservasi perairan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, seperti bisnis, wisata, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Tapi tidak melupakan fungsi konservasi sesungguhnya," kata Sharif dalam seminar "Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan untuk Pengembangan Ekonomi Kelautan," di Jakarta, Senin, 1 April 2013.

Menurut dia, pengembangan ekonomi di kawasan konservasi perairan harus dilakukan dengan mengaplikasikan sistem blue economy. Sharif menilai, kawasan konservasi laut harus disinergikan dengan kegiatan pengembangan ekonomi karena pengembangan ekonomi juga harus bisa menyejahterakan masyarakat yang tinggal di sekelilingnya.

Selain itu, banyak kawasan konservasi di Indonesia memiliki daya tarik wisata bagi turis asing dan domestik. "Panorama alam berupa biota perairan dan ekosistem perairan bisa menjadi modal pengembangan wisara nasional," katanya.

Selengkapnya...

Pemerintah Kembangkan Kawasan Konservasi Perairan

Pemerintah KembangkanJakarta - Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sudirman Saad, mengatakan, fokus kebijakan Kementerian saat ini adalah mengembangkan kawasan wisata konservasi.

"Sampai pada 2020, kita akan berfokus pada konservasi. Luas perairan Indonesia besar, ini yang akan kita dorong," katanya dalam diskusi bertema, "Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan untuk Pengembangan Ekonomi Kelautan", di Jakarta, Senin, 1 April 2013.

Menurut Sudirman, saat ini kawasan konservasi perairan di Indonesia mencapai 15,78 juta hektare. Pada 2020, Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan kawasan konservasi perairan Indonesia akan mencapai 20 juta hektare. Pemerintah berharap pemerintah daerah turut membantu mengembangkan kawasan konservasi perairan. "Pada level daerah, kita mengharapkan daerah untuk melakukan upaya konservasi kawasan ditambah upaya di tingkat nasional," katanya.

Selengkapnya...

Indonesia Perketat Penangkapan Hiu dan Pari Manta

Pemerintah Indonesia akan memperketat penangkapan ikan hiu dan pari manta, yang kini masuk dalam daftar Appendiks II Convention on International Trade in Endangered Species (CITES), dengan menerbitkan Peraturan Menteri Kelautan Perikanan.

"Ini bermula dari keprihatinan kita karena sekitar 73 juta hiu musnah setiap tahun di dunia. Jadi kita melihat penting untuk dilakukan perlindungan," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sh
arif C Sutardjo, usai membuka simposium nasional tentang perlindungan hiu di Jakarta, Selasa.

Selengkapnya...

Indonesia Segera Memperketat Pengelolaan Perikanan Hiu Berbasis Ekosistem

Simposium HiuUpaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia untuk melindungi jenis ikan terancam punah dan menjaga keseimbangan ekosistem perairan laut mendapat respon positif dari Pemerintah Daerah Kabupaten Raja Ampat dengan diterbitkannya Peraturan Daerah No 9 Tahun 2012 Tentang Larangan Penangkapan Ikan Hiu, Pari Manta dan Jenis-Jenis Ikan Tertentu di Perairan Laut Kabupaten Raja Ampat

Inisiatif Pemerintah Daerah Kabupaten Raja Ampat yang telah mencadangkan kawasan perairan menjadi kawasan konservasi perairan daerah telah memberikan kontribusi yang cukup signifikan pada pencapaian target luasan kawasan konservasi di Indonesia. Selain itu kawasan konservasi perairan ini juga berfungsi sebagai daerah perlindungan bagi berbaagai jenis sumber daya ikan rawan terancam punah seperti hiu dan pari manta. Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2012 tentang “Larangan Penangkapan Ikan Hiu, Pari Manta dan Jenis-Jenis Ikan Tertentu di Perairan Laut Kabupaten Raja Ampat” merupakan bentuk komitmen Pemerintah Daerah Raja Ampat dalam menjaga jenis ikan rawan terancam punah yang berada di wilayah perairan Raja Ampat.

Selengkapnya...

7931939
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
1786
4038
5824
87858
130916
7931939

IP Anda: 35.171.183.163
Waktu Server: 2019-07-22 10:35:38

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com