20 Figur Publik Mengajak Masyarakat Hentikan Konsumsi Produk-Produk Hiu

Hari ini WWF-Indonesia  bersama Kementrian Kelautan dan Perikanan serta dua puluh figur publik dari beragam profesi menyerukan kepada masyarakat untuk menghentikan konsumsi sirip hiu dan produk-produk hiu lainnya. Ajakan tersebut disampaikan dalam peluncuran kampanye bertajuk #SOSharks (Save Our Sharks) sebuah kampanye publik untuk menghentikan konsumsi berbagai produk dan komoditi hiu di pasar swalayan, toko online, hotel dan restoran, serta menghentikan promosi kuliner hiu di media massa.

Hiu tercatat merupakan salah satu spesies yang populasinya terancam punah. Melonjaknya jumlah permintaan sirip hiu dan produk-produk hiu lainnya telah menyebabkan terjadinya penangkapan besar-besaran terhadap satwa ini. Data FAO (2010) menunjukkan bahwa Indonesia berada pada urutan teratas dari 20 negara penangkap hiu terbesar di dunia.

Selengkapnya...

KKP Latih Masyarakat Di Bali Penanganan Mamalia Laut Terdampar

BPSPL 27Perairan Indonesia merupakan salah satu jalur migrasi mamalia laut, fenomena mamalia laut terdampar merupakan salah satu indikasi yang menunjukkan adanya sesuatu yang salah dengan pengelolaan laut kita, dan merupakan hal yang serius untuk segera ditindaklanjuti dan mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah. Penyebab terdamparnya mamalia laut (paus dan lumba-lumba) belum diketahui secara pasti, beberapa diantaranya adalah : penggunaan sonar bawah laut dan polusi suara (seismik) yang mengganggu sistem navigasi, perburuan mangsa sampai ke perairan yang dangkal, karena terluka dan karena sakit. Kejadian pendamparan mamalia laut di perairan Indonesia cukup sering terjadi, luasnya perairan Indonesia dan minimnya pengetahuan masyarakat dan pemerintah daerah tentang mekanisme penanganan mamalia terdampar menyebabkan lambannya kegiatan penanganannya dan bahkan tidak jarang berakhir dengan kematian.

Selengkapnya...

COREMAP BERHASIL, Lestarikan Terumbu Karang, Sejahterakan Masyarakat

Coremap2berhasilProgram Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang Tahap II atau COREMAP II, telah berakhir pada Desember 2011 lalu. Program yang dirancang Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan nama Coral Reef Rehabilition Management and Programme (Coremap), pada tahun 2013 ini, akan ditindaklanjuti dengan COREMAP III yang merupakan fase pelembagaan.Kelanjutan program ini tidak terlepas dari penilaian tim independen, termasuk Bank Dunia yang menunjukkan pengelolaan terumbu karang melalui program Coremap dinilai sangat baik.Demikian disampaikan Sudirman Saad, Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Selengkapnya...

PENYU "JADI" TERUMBU KARANG DI CORAL DAY 2013

Maratua 3Maratua, pada Tanggal 23 april 2013 yang lalu, kelompok Ekowisata Dakkayu akkal Maratua melakukan penanaman terumbu karang di gugusan karang sapa di Kampung Bohesilian, Maratua. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Program Ekowisata Berbasis Masyarakat sekaligus memperingati hari terumbu karang 2013 atau yang di kenal dengan sebutan Coral Day 2013.

Selengkapnya...

Raja Ampat, Bukti Keberhasilan KKP Padukan Konservasi, Pariwisata, dan Ekonomi

Raja Ampat BuktiJAKARTA, 28/4 (ANTARA) -- Menyebut kawasan konservasi Raja Ampat, terbayang kemilau keindahan pemandangan bawah laut yang tiada duanya. Kawasan ini memang menjadi pusat keanekaragaman hayati terumbu karang dunia. Di mana laut sekitar Kepulauan Raja Ampat memiliki keragaman spesies laut terkaya di dunia, termasuk 75 persen dari semua spesies karang yang dikenal. Keindahan Raja Ampat tentu tidak hanya untuk dinikmati saat ini saja, tetapi juga harus dipikirkan bagaimana keberlanjutannya bagi generasi mendatang. Potensi kawasan konservasi Raja Ampat tersebut masih sangat besar. Oleh sebab itu untuk menjaganya, diperlukan langkah-langkah strategis yang mampu mengawinkan antara pariwisata, keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C. Sutardjo, pada saat kunjungan kerja di kawasan konservasi Raja Ampat, Papua. (Sabtu 26/04)

Selengkapnya...

8504225
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
5143
5530
25929
69765
151817
8504225

IP Anda: 35.172.111.215
Waktu Server: 2019-11-14 23:23:13

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com