Kementerian Kelautan dan Perikanan Analisis Kebijakan Perlindungan Bambu Laut (Isis Hippuris)

analisi-kebijakan-bambu laut1Jum’at (20/9), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan stakeholder terkait melakukan analisis kebijakan perlindungan bambu laut (Isis hippuris). Analisis kebijakan dilakukan berkaitan dengan rencana penetapan bambu laut sebagai jenis ikan yang dilindungi oleh KKP. ”Mengacu pada Permen KP 03 Tahun 2010, analisis kebijakan merupakan tahapan yang harus dilakukan sebelum melakukan penetapan oleh Menteri” Ungkap Agus Dermawan, Direktur Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan (KKJI) Ditjen KP3K dalam sambutannya di Bogor.

Bambu laut, merupakan biota penyusun terumbu karang kedua sesudah karang batu. Bambu laut (Isis hippuris) merupakan salah satu jenis oktokoral yang hidup diperairan tropis Indo - Pasifik. Di Indonesia jenis ini mendominasi perairan Indonesia bagian timur, terutama perairan Sulawesi, NTT, Maluku dan Papua.

Selengkapnya...

Efektivitas Pengelolaan Kawasan Ditinjau

artikel kompasJakarta, Kompas – Kementerian Kelautan dan Perikanan sedang menilai efektivitas kawasan-kawasan konservasi laut. Itu diharapkan mendorong percepatan pengelolaan daerah seluas 15,7 juta hektar yang menjamin pemanfaatan sumber daya kelautan berkelanjutan dan menjamin peningkatan perekonomian masyarakat pesisir.

“Penilaian itu ditargetkan selesai tahun 2013,” kata Agus Dermawan, Direktur Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Sabtu (28/9), di Jakarta. Di Indonesia, kawasan konservasi laut seluas 15,7 juta ha, yang terdiri dari “kawasan konservasi tua” yang sejak awal dibentuk dan dikelola Kementerian Kehutanan (4,96 juta ha) serta kawasan konservasi yang dibentuk KKP serta pemerintah daerah.

Meski penilaian belum selesai, Agus mengatakan, pengelolaan di setiap kawasan konservasi laut yang dibentuk KKP dan Pemda hampir seluruhnya belum dikelola efektif. Apalagi kawasan konservasi bentukan pemda masih tahap pencadangan melalui keputusan bupati/wali kota.

Selengkapnya...

111 Spesies Akuatik Di Indonesia Terancam Punah dan Perlu Dilindungi

Sampul Buku Biota PerairanDirektur Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Kementrian Kelautan bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah membentuk Kelompok Kajian Spesies Akuatik yang terancam punah. Kelompok ini kemudian di pandu oleh Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan (KKJI) dalam mempersiapkan materi dan dsikusi kelompok. Kelompok ini kemudian melakukan pertemuan dan mengundang para pakar terkait untuk menginventarisasi jenis ikan terancam punah dan rawan terancam punah, menentukan prioritas jenis ikan terancam punah yang perlu ditetapkan status perlindungannya dan merumuskan rekomendasi tipe perlindungan spesies prioritas jenis ikan terancam punah masing-masing kelompok taksa.

Hasil dari serangkaian workshop dan diskusi pakar menghasilkan daftar prioritas spesies akuatik terancam punah di Indonesia yang perlu mendapatkan status perlindungan. Dari daftar tersebut tercatatat ada 111 spesies akuatik di Indonesia terancam punah dan perlu di prioritaskan untuk dilindungi. 111 spesies tersebut mencakup ikan (pisces), amfibi dan reptile, moluska (keong dan kerang), udang dan kepiting, mimi serta teripang.

Selengkapnya...

Presiden Nyatakan Sail Komodo Promosikan Kekayaan Bahari

Presiden di sail komodoLabuan Bajo, NTT (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, Sail Komodo 2013 menjadi momentum yang tepat untuk mempromosikan kekayaan bahari Indonesia kepada dunia.

"Acara-acara seperti ini merupakan bagian dari tonggak sejarah kebangkitan negara kita di era pasifik dan kita tunjukkan negara kita tidak hanya kaya dalam sumberdaya alam tapi juga memiliki potensi pariwisata," kata Presiden saat meresmikan puncak Sail Komodo 2013 di Labuan Bajo, Sabtu.

Peresmian Sail Komodo ditandai dengan penekanan tombol oleh Presiden didampingi Menko Kesra Agung Laksono, Menteri Kelautan dan Perikanan Syarif C Sutarjo dan Gubernur NTT Frans Lebu Raya.

Selengkapnya...

Sail Komodo 2013, Strategi KKP Jual Wisata Bahari

MKP Sail KomodoJakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menyelenggarakan Sail Komodo 2013 untuk memajukan wisata bahari di tanah air menjadi tujuan utama wisata dunia.

"Sail Komodo 2013 merupakan bertujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah, terutama melalui sektor pariwisata bahari. Event ini menjadi momentum untuk memajukan wisata bahari di tanah air menjadi destinasi utama wisata dunia," kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Sharif C Sutardjo selaku Ketua Panitia Pelaksana Tingkat Pusat Sail Komodo 2013, pada saat launching Sail Komodo 2013, Senin malam (8/4/2013).

Kegiatan Sail Komodo 2013 secara resmi dibuka oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono. Tema Sail Komodo 2013 adalah Jembatan Emas Menuju Nusa Tenggara Timur Menjadi Destinasi Utama Pariwisata Dunia. "Kegiatan Sail Komodo 2013 merupakan salah satu upaya mempromosikan Taman Nasional Komodo, sebagai kawasan konservasi perairan dalam rangka mengembangkan ekonomi kelautan," kata Sharif.

Selengkapnya...

8639745
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
3651
6721
10372
51390
153895
8639745

IP Anda: 18.205.60.226
Waktu Server: 2019-12-09 15:06:25

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com