Masyarakat Nelayan Kenjeran- Jawa Timur Bersepakat Melindungi Hiu Paus

Press rilis1Regulasi Perlindungan Ikan Hiu Paus

Ikan hiu paus (Rhincodon typus) atau juga dikenal dengan nama hiu totol atau geger lintang merupakan salah satu jenis ikan laut terbesar di dunia yang dapat mencapai panjang sekitar 12 meter, bahkan beberapa referensi menyebutkan ikan hiu paus dapat mencapai panjang 18 meter. Ikan hiu paus merupkan jenis ikan yang berumur panjang, dapat mencapai usia 60 tahun, bahkan referensi lain menyebutkan usianya dapat mencapai 100 tahun. Ikan ini secara rutin melakukan migrasi dari perairan Australia menuju beberapa lokasi perairan di Indonesia, diantaranya perairan Pantai Kenjeran, Surabaya – Jawa Timur. Migrasi ikan hiu paus dari Australia ke perairan Indonesia ini diprediksi karena musim dingin yang sedang terjadi di Australia, sehingga ikan hiu paus bergerak ke perairan yang lebih hangat antara lain ke perairan Indonesia. Selama melakukan migrasi tersebut, ikan hiu paus sering kali terperangkap di dalam jaring nelayan, hal ini dapat disebabkan karena disepanjang perairan tersebut beroperasi banyak alat penangkap ikan. Umumnya ikan hiu paus terperangkap jaring nelayan karena ikan hiu paus tersebut sedang mengejar ikan-ikan kecil yang menjadi makanannya.

Selengkapnya...

KKP Sosialisasikan Program Konservasi Hiu Dan Pari Appendiks Cites

KKP SosialisasiKamis (7/10), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerjasama dengan Conservation International (CI) Indonesia melakukan sosialisasi dan konsultasi publik rencana program konservasi hiu dan pari yang masuk dalam appendiks CITES di Jakarta. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Dit. SDI, PKSPL IPB, P4KSI, BP2KSI, PPS Jakarta, PPN Pelabuhan Ratu, PPI Muara Angke, PPI Binuangen, WWF – Indonesia, WCS, HNSI, pengusaha dan nelayan. Sebelumnya Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan Ditjen KP3K telah melakukan kegiatan serupa disejumlah tempat sentra produksi perikanan hiu, seperti di Kepri, Sibolga, Aceh, dan Lombok Timur.

Selengkapnya...

Laut Sawu Koridor Migrasi Paus Langka

Paus mitigasiKUPANG, KOMPAS.com — Laut Sawu di Nusa Tenggara Timur merupakan koridor migrasi paus-paus langka dunia. Kawasan perairan seluas 3,5 juta hektar itu juga menjadi tempat singgah dan berkembang biak mamalia lain selain paus, antara lain lumba-lumba, serta aneka burung laut.

Demikian hasil riset yang dirilis tim peneliti pimpinan Benjamin Kahn dari The Nature Conservancy (TNC) yang dipaparkan dalam rapat koordinasi pengelolaan Taman Nasional Perairan Laut Sawu, Jumat (1/11), di Kupang, NTT. Hadir antara lain Agus Darmawan, Direktur Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan (KKJI) dari Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan, Wakil Gubernur NTT Benny A Litelnoni, dan Asisten Operasi Komando Pangkalan Utama TNI AL VII Kupang Kolonel Sunarno Adi.

Selengkapnya...

Perlu Perda Tata Ruang Laut Untuk Lindungi Ekosistem Laut

tata ruangBALIKPAPAN – Kerusakan ekosistem laut yang berdampak pada penurunan hasil tangkapan ikan, membuat khawatir para nelayan.  Untuk itu, perlu adanya regulasi untuk menyelamatkan kerusakan ekosistem laut ini. Pemkot Balikpapan pun wajib membuat perda untuk melindungi ekosistem laut.

“Saya kira pemerintah daerah wajib membuat peraturan daerah (perda) tentang tata ruang laut di wilayahnya,” kata Direktur Kawasan Konservasi dan Jenis Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Ir Agus Dermawan MSi di sela-sela pertemuan  SSME Sulu-Sulawesi Marine Ecoregion (SSME) di hotel Grand Senyiur, Selasa (29/10).

Selengkapnya...

Pertemuan Ketujuh Kerjasama Tiga Negara Bagi Pengelolaan Konservasi dan Sumberdaya Perikanan di Ekoregion Laut Sulu-Sulawesi

Pertemuan ssme 7Laut Sulu-Sulawesi merupakan salah satu dari sekitar 200 ekoregion penting di dunia, memiliki keanekaragaman hayati laut tertinggi yang terletak di puncak dari segitiga karang dunia (coral triangle area) – wilayah di mana jumlah spesies karang, ikan, moluska, mangrove, lamun, dan ganggang merupakan yang tertinggi di dunia.

Selengkapnya...

8639731
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
3637
6721
10358
51376
153895
8639731

IP Anda: 18.205.60.226
Waktu Server: 2019-12-09 15:03:17

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com