LIPI Rekomendasikan Perlindungan Penuh Untuk Pari Manta

pari manta1Ikan pari manta (Manta alfredi dan Manta birostris) merupakan salah satu anggota kelompok ikan bertulang belakang rawan yang ukuran tubuhnya terlebar di dunia dan memiliki karakteristik biologi yang sangat unik dan spesifik, sehingga sangan rentan terhadap gangguan manusia, khususnya dalam pengambilan di alam secara tidak bijaksana. Persebaran spesies ini cukup luas di perairan Indonesia, sehingga sangat mudah untuk diambil secara berlebihan, baik dalam praktek kegiatan perikanan tangkap tujuan khusus maupun sebagai tangkapan sampingan nelayan tradisional.

Biologi pari manta sangat unik, yaitu memiliki pola reproduksi sangat rendah, jumlah anak yang dihasilkan sedikit, masa untuk mencapai dewasa dan matang kelamin memerlukan waktu yang lama dan hanya satu ekor dalam setiap reproduksinya. Populasi ikan pari manta diperkirakan sekitar 17.000 ekor di seluruh Indonesia.

Memperhatikan karakteristik biologi dan perburuan yang tidak bijaksana oleh nelayan mengakibatkan terus menurunnya populasi pari manta di perairan Indonesia, bahkan dalam kurun 10 tahun terakhir telah kehilangan populasi 33 – 57 %. Penurunan ini terjadi terutama di daerah – daerah dimana pari manta menjadi salah satu target utama perburuan oleh nelayan, seperti di perairan Nusa Tenggara (Lombok, Lamakera, Lamalera, Alor, dan Flores) yang berhasil menangkap sekitar 900 – 1300 individu dalam setahun.

Selengkapnya...

Kerangka Kerja Pengamanan Lingkungan Dan Sosial (Environmental And Social Safeguard Framework) Coral Reef Rehabilitation And Management Program–Coral Triangle Initiative (ESSF Coremap CTI)

ESSF Coremap CTIDokumen Final Kerangka Kerja Pengamanan Lingkungan Dan Sosial (Environmental And Social Safeguard Framework) Coral Reef Rehabilitation And Management Program–Coral Triangle Initiative (ESSF Coremap CTI) dapat di unduh pada link:

  1. Dokumen Coremap-CTI unduh
  2. Dokumen Final ESSF Coremap-CTI (Bahasa Indonesia) unduh
  3. Dokumen Final ESSF Coremap-CTI (English) unduh

 

 

 

 

Urgensi Perlindungan Pari Manta (Manta spp)

pari mantaPari manta (Manta spp) merupakan jenis ikan eksotik, berukuran besar, pemakan plankton, dan tidak berbahaya bagi manusia. Marga Manta terdiri dari dua spesies yaitu spesies manta karang (Manta alfredi) dan manta oseanik (Manta birostris). Pari manta merupakan spesies yang khas dengan nilai yang sangat tinggi bagi industri pariwisata, dan tidak menjadi bagian dari target sektor perikanan di banyak Negara. Indonesia merupakan salah satu tujuan utama untuk pariwisata pari manta di dunia, menyumbang lebih dari 10% dari total pendapatan pariwisata pari manta di dunia Berdasarkan data yang dikumpulkan dari empat lokasi – Bali, Komodo, Raja Ampat dan Sangalaki, total pendapatan pariwisata parimanta diperkirakan mencapai 145,6 milyar rupiah (US$15 juta) per tahun.

Namun, keberadaan pari manta di Indonesia sangat terancam oleh meningkatnya tekanan terhadap perikanan tangkap yang disebabkan oleh meningkatnya permintaan tapis insang manta (gill plates). Populasi pari manta di Indonesia berdasarkan data dari berbagai sumber sudah menunjukkan penurunan yang sangat signifikan, di perairan Cilacap data pari manta yang didaratkan telah mengalami penurunan sekitar 31 % pada periode tahun 2006 – tahun 2011, sedangkan di wilayah NTB dan NTT laju penurunan hasil tangkapan sudah mencapai 57% selama periode 10 tahun terakhir.

Selengkapnya...

Capaian 2013: Pengelolaan Efektif KKP-3K Capai 3,647 juta Hektar, luasan KKP-3K bertambah 689 ribu hektar

kawasan konservasi perairan a0Target yang disasar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam notulen Renstra 2010-2014 adalah pengelolaan efektif kawasan konservasi laut tahun pada tahun 2014 seluas 4,5 juta hektar, serta menambah 2 juta hektar kawasan konservasi dari status 13,5 juta pada tahun 2009 sebagai titit tolak angka renstra. sehingga target komulatif luas kawasan pada tahun 2014 (akhir masa renstra) adalah 15,5 juta hektar. tak perlu menunggu hingga 2014, saat ini status luas kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil (KKP-3K) telah tercatat 15,76 juta hektar. Pun demikian, untuk target capaian tahunan terhadap luas kawasan konservasi baru di tahun 2013 yang dipantau langsung oleh tim UKP4 menunjukkan capaian melegakan, yakni 689.945 hektar, atau sekitar 138% dari target 500 ribu hektar yang diemban. Sejatinya dengan tambahan luas kawasan konservasi yang datang atas komitmen pemerintah daerah bersama masyarakat lokal ini mampu mendongkrak luas kawasan konservasi yang lebih lagi dari 16 juta hektare (ha). lantas, hingga akhir 2014 nanti kita masih memiliti target tahunan untuk menambah 300 ribuan hektar lagi kawasan konservasi baru, walau ujung target 2014 sesungguhnya telah tercapai.

Selengkapnya...

KKP Gelar Anugerah Konservasi

Anugerah E-KKP3K1Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk pertama kalinya menyelenggarakan penghargaan bidang konservasi. Penghargaan yang diberi nama E-KKP3K Award atau Efektivitas pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil ini selanjutnya akan menjadi agenda 2 tahunan KKP. Anugerah E-KKP3K Award diberikan kepada pemerintah daerah dan kepala daerah yang konsisten mengembangkan kawasan konservasi perairan. Penghargaan terdiri atas kategori Favorit 1 penghargaan, kategori percontohan 5 penghargaan, dan kategori percepatan 17 penghargaan.

Selengkapnya...

7788811
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
9734
4439
17972
75646
148722
7788811

IP Anda: 54.242.25.198
Waktu Server: 2019-06-18 16:08:19

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com