Rare Kenalkan Pendekatan Pengelolaan Akses Area untuk Perikanan Berkelanjutan

11 Negara Bogor, 1 April 2014–Perikanan lazim dianggap sebagai sumber daya yang terbuka untuk dimanfaatkan oleh siapapun. Hal ini memicu kompetisi antar pengguna sumber daya untuk menguras habis hasil laut dengan berbagai cara untuk memperoleh keuntungan maksimal. Penangkapan ikan secara berlebihan dan menggunakan alat tangkap yang merusak lingkungan perairan merupakan ancaman utama bagi perikanan berkelanjutan yang mempengaruhi 55 persen terumbu karang dunia (World Resources Institute, 2011). Secara khusus, ancaman tersebut berdampak langsung pada 95 persen ekosistem terumbu karang yang berada di Asia Tenggara, sebagai dampak dari solusi cepat untuk memperoleh jenis tangkapan bernilai ekonomis tinggi di pasaran, seperti hiu dan ikan-ikan karang lainnya.

Selengkapnya...

BPSPL Gelar Bimbingan Teknis Penyelamatan Mamalia Laut

mammal bpspl denpasarNusa Dua (Antara Bali) – Balai Pemberdayaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) menggelar bimbingan teknis upaya penyelamatan mamalia laut yang terdampar di pantai. “Saat ini penanganan terdamparnya mamalia laut masih minim karena disebabkan berbagai faktor, antara lain kurangnya informasi dan bimbingan teknis terhadap masyarakat,” kata Kepala BPSPL Denpasar, Ikram Malan Sangaji, di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Jumat.

Ia menjelaskan bahwa bimbingan teknis penanganan penyelamatan terhadap mamalia laut terdampar tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesigapan masyarakat dan personel instansi terkait.

Selengkapnya...

Penetapan Status Perlindungan Pari Manta

pari manta 3Pemerintah telah menetapkan dua jenis pari manta, yaitu pari manta karang (Manta alfredi) dan pari manta oseanik (Manta birostris), sebagai ikan yang dilindungi berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor. 4/KEPMEN-KP/2014 tentang Penetapan Status Perlindungan PenuhIkan Pari Manta. Penetapan status perlindungan pari manta ini mengacu pada kriteria jenis ikan yang dilindungi seperti diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2007 tentang Konservasi Sumber Daya Ikan, diantarantya adalah : populasinya rawan terancam punah, masuk dalam kategori biota langka, teah terjadi penurunan jumlah populasi ikan di alam secara drastis, dan/atau tingkat kemampuan reproduksi yang rendah. Ujar Dirjen KP3K, Sudirman Saad di Jakarta (21/2/2014).

Selengkapnya...

KKP Tetapkan Taman Nasional Perairan Laut Sawu Seluas 3,35 Juta Hektar

peluncuran pari mantaMenteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo membuka secara resmi Rapat Koordinasi Nasional (RAKORNAS) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Grand Sahid Jaya Hotel pada 28 Januari 2014.

Rakornas KKP akan berlangsung selama 3 hari dan berakhir pada 30 Januari 2014. Pada kesempatan ini, Menteri Kelautan dan Perikanan mengumumkan status perlindungan Ikan Pari Manta berdasarkan Keputusan Nomor 4/KEPMEN-KP/2014 dan Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Nasional Laut Sawu yang dikelola sebagai Taman Nasional Perairan berdasarkan Keputusan nomor 5/KEPMEN-KP/2014, serta Rencana Pengelolaan dan Zonasi Taman Nasional Perairan Laut Sawu dan Sekitarnya Tahun 2014-2034 berdasarkan Keputusan nomor 6/KEPMEN-KP/2014.

Sharif menyatakan bahwa ikan pari manta di wilayah perairan laut Indonesia sebagai jenis ikan yang dilindungi, sehingga pemanfaatan ikan pari manta ini diarahkan kepada pemanfaatan non-ekstraktif melalui kegiatan wisata bahari. Cara ini diyakini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus merupakan sumber devisa bagi negara. “Sebagai negara yang kaya akan keanekaragaman hayati laut, Indonesia merupakan habitat penting bagi beragam jenis ikan seperti pari manta. Jenis ikan ini merupakan ikan eksotik bernilai tinggi bagi perikanan dan industri pariwisata bahari. Namun, keberadaan ikan pari manta pada saat ini dalam kondisi rawan terancam punah akibat eksploitasi yang berlebihan. Oleh karena itu, upaya untuk melindungi pari manta ini merupakan kebutuhan kita bersama”. Urai Sharif

Selengkapnya...

KKP Tetapkan Pari Manta Sebagai Ikan Yang Dilindungi

2014-01-29 08.19.17 copyIndonesia dikenal sebagai negara MEGABIODIVERSITY yang memiliki keanekaragaman spesies tertinggi ketiga di dunia, saat ini beberapa spesies mengalami ancaman kepunahan yang cukup tinggi, salah satu diantaranya adalah PARI MANTA. PARI MANTA terdiri dari 2 spesies yaitu Manta karang (Manta alfredi) dan Manta oseanik (Manta birostris), kedua spesies tersebut merupakan SPESIES KARISMATIK DUNIA.

Berbeda dengan spesies pari lainnya, selain menjadi komoditi perikanan PARI MANTA juga menjadi aset JASA KELAUTAN melalui kegiatan pariwisata bahari. Untuk daerah tujuan wisata bahari yang sudah berkembang seperti di Nusa Penida-Bali, 1 ekor pari manta dapat menyumbangkan nilai ekonomi sebesar 9,75 MILYAR selama hidupnya, angka ini jauh lebih besar bila dibandingkan jika pari manta dijual untuk kebutuhan konsumsi (insang dan daging) yang nilainya sekitar Rp. 1 JUTA per ekornya.

Selengkapnya...

8515941
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
1920
4741
1920
81481
151817
8515941

IP Anda: 35.173.234.140
Waktu Server: 2019-11-17 09:06:36

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com