Keseimbangan Konservasi dan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir Jadi Agenda Utama CTI

CTI MenadoManado, 13 Mei 2014 (ANTARA) -- Negara-negara kawasan Segitiga Terumbu Karang yang tergabung dalam CTI-CFF telah menyusun sebuah kerangka kerja dan rencana aksi Sistem Kawasan Konservasi Perairan Laut Segitiga Terumbu Karang/Coral Triangle Marine Protected Area System (CTMPAS) sebagai upaya menciptakan pengelolaan dan perlindungan kawasan laut dan pesisir yang lebih baik. Hal tersebut menyusul makin gencarnya eksploitasi sumber daya alam di wilayah perairan laut dan pesisir yang sudah mendekati titik kritis terutama di kawasan Segitiga Terumbu Karang. Sehingga keseimbangan konservasi dan kesejahteraan masyarakat pesisir menjadi perhatian negara-negara kawasan segitiga terumbu karang dan dijadikan sebagai agenda utama CTI.

Selengkapnya...

Dubes AS puji perlindungan pari manta Indonesia

dubes mantaJakarta  - Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert Blake, memuji langkah pemerintah Indonesia memberikan perlindungan terhadap pari manta secara penuh.
Bulan Januari lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Keputusan Menteri KP Nomor 04 tahun 2014 tentang Penetapan Status Pari Manta, menetapkan pari manta karang (Manta alfredi) dan manta oceanic (Manta birostris) sebagai ikan yang dilindungo karena terancam punah.

"Itu langkah yang sangat penting. Saya ingin memuji pemerintah dan kementerian yang telah mengambil langkah ini. Ini
menunjukan mereka sangat peduli dengan keadaan ini dan perlindungan spesies ini," kata Blake saat ditemui di @America, Kamis (24/4) malam.

Selengkapnya...

Kementerian Kelautan dan Perikanan Terbitkan Peraturan Menteri Tentang Jejaring Kawasan Konservasi Perairan

Jejaring kawasan konservasiIndonesia memiliki potensi sumberdaya ikan yang sangat besar. Potensi ini merupakan modal pembangunan melalui pemanfaatan optimal dan berkelanjutan demi peningkatan ekonomi masyarakat. Optimalisasi dan keberlanjutan pemanfaatan akan tercapai bila terdapat keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kelestarian ekologi sumberdaya ikan tersebut. Kestabilan produksi jangka panjang akan tercapai jika tingkat eksploitasi sumberdaya ikan tidak melebihi daya pulihnya. Konservasi sumberdaya ikan merupakan salah satu upaya dalam memperbaiki stok perikanan sekaligus menjamin ketersediaan sumberdaya dalam jangka panjang.

Banyak bukti empiris yang menunjukkan bahwa program konservasi dapat memberikan pengaruh positif terhadap keadaan ekosistem yang ditunjukkan dengan terjaga atau meningkatnya kelimpahan dan keanekaragaman jenis ikan. Keberadaan Kawasan Konservasi Perairan (KKP) dapat memberikan manfaat langsung memberikan kontribusi dalam merestorasi stok ikan pada daerah yang telah mengalami overfishing.

Selengkapnya...

20 Ekor Lumba-lumba Diselamatkan Nelayan Sabu

20 ekor lumba-lumba diselamatkan nelayan sabuMerdeka.com - 20 ekor lumba-lumba terdampar di Pulau Sabu, Pantai Wuihebo, Kecamantan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, berhasil diselamatkan sekelompok nelayan setempat, Senin (14/4).

Hal ini dibenarkan oleh Bupati Sabu Raijua Marthen Luther Dira Tome, seperti dilansir dari Antara, Rabu (16/4). Menurut dia, lumba-lumba itu diselamatkan setelah diduga terseret arus keras.

"Saat itu air laut surut. Ketika ditemukan, kawanan lumba-lumba itu masih dalam keadaan hidup sehingga langsung dilepas kembali ke laut oleh nelayan yang menemukan," katanya.

Selengkapnya...

Panduan bagi Pari Manta dan Hiu Paus

hiu paus 03AprKOMPAS.com - Pemerintah Indonesia memberlakukan perlindungan penuh bagi ikan pari manta dan hiu paus di seluruh perairan. Namun, masih terbuka peluang bagi sumber peningkatan ekonomi masyarakat, di antaranya melalui atraksi wisata yang mengedepankan keselamatan manusia dan satwa.

”Kami sedang menyusun aturan main, bagaimana interaksi satwa liar lautan, seperti hiu paus ataupun manta dengan manusia,” kata Agus Dermawan, Direktur Konservasi Jenis Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sabtu (29/3/2014), di Jakarta.

Perlindungan ikan pari manta melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Pari Manta. Ini didasarkan pada hasil CITES 2013 di Bangkok yang memasukkan dua jenis pari manta (Manta birostris dan M alfredi) dalam Apendiks II).

Sementara perlindungan ikan hiu paus melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No 18/2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Hiu Paus. Secara internasional, perlindungan hiu paus melalui CITES dalam Apendiks II, artinya penangkapan dan perdagangan fauna itu antarnegara dimungkinkan melalui kuota.

Selengkapnya...

7788752
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
9675
4439
17913
75587
148722
7788752

IP Anda: 54.242.25.198
Waktu Server: 2019-06-18 15:54:12

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com