Nusa Penida akan Jadi Ikon Destinasi Pariwisata Baru

nusa penida1Metrotvnews.com, Denpasar: Penetapan Nusa Penida sebagai salah satu Kawasan Konservasi Perairan (KKP) di Indonesia diharapkan mampu menjadikan pulau tersebut ikon baru destinasi pariwasata di Bali yang mengemas keindahan bawah laut, dengan tradisi dan keramah-tamahan masyarakat yang masih sangat tradisional.

Penetapan KKP Nusa Penida Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali, dilakukan dengan serangkaian festival Nusa Penida 2014 Senin (9/5) oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo.

Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta mengatakan, dengan diresmian KKP Nusa Penida oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, maka Nusa Penida yang selama ini dinilai sebagai pulau terisolir akan menjadi ikon baru pariwisata di Bali dan Indonesia.

Selengkapnya...

Negara-Negara Segitiga Karang Mendorong Kepemimpinan Perempuan Dalam Konservasi Kelautan

WLF 1Manado, Indonesia. Enam negara di gugusan wilayah Segitiga Karang Dunia – Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Kepulauan Solomon dan Timor-Leste – hari ini meluncurkan upaya inovatif untuk mendorong peran kepemimpinan perempuan dalam melindungi dan memelihara pusat keanekaragaman hayati laut dunia, melalui “Forum Perempuan Pemimpin CTI-CFF” atau “CTI-CFF Women Leaders Forum”.

Peluncuran ini digelar bersamaan dengan pertemuan spesial pejabat senior (Special Senior Officials Meeting) CTI-CFF (Coral Triangle Initiative on Coral Reef, Fisheries, and Food Security) dan pertemuan ke-5 tingkat menteri CTI-CFF (5th CTI-CFF Ministerial Meeting) serta Konferensi Terumbu Karang Dunia (World Coral Reefs Conference-WCRC) di Manado, Indonesia.

Dinamakan “Forum Perempuan Pemimpin CTI-CFF”, forum ini merupakan landasan upaya yang bercita-cita mewujudkan jejaring pembelajaran sejawat bagi perempuan yang memiliki peran kunci dalam kepemimpinan serta memimpin program maupun proyek yang memajukan pengelolaan dan pelestarian sumberdaya alam laut dan pesisir. Landasan upaya ini juga bertujuan untuk membangun kapasitas perempuan di wilayah Segitiga Karang Dunia sehingga para perempuan pemimpin ini dapat mengambil peran yang lebih aktif dalam melestarikan dan memelihara sumber daya laut dan pesisir di wilayah ini.

Selengkapnya...

CTI-CFF Dorong Pengelolaan dan Perlindungan Kawasan Perairan dan Pesisir Secara Berkelanjutan

CTMPAS 1Peluncuran kerangka kerja dan rencana aksi “Sistem Kawasan Konservasi Perairan di Segitiga Terumbu Karang/Coral Triangle Marine Protected Areas System-CTMPAS” digagas oleh CTI-CFF (Prakarsa Segitiga Terumbu Karang untuk Terumbu Karang, Perikanan dan Ketahanan Pangan)

CTI-CFF beranggotan 6 negara kawasan Asia Pasifik (Indonesia, Malaysia, Papua New Guini, Filipina, Kepulauan Solomon dan Timor Leste)

Masyarakat pesisir diharapkan memperoleh manfaat paling besar dari diluncurkannya kerangka kerja dan rencana aksi CTMPAS

Jakarta, Indonesia, 13 Mei 2014 – Di tengah gencarnya eksploitasi sumber daya alam di wilayah perairan laut dan pesisir yang sudah mendekati titik kritis di kawasan Segitiga Terumbu Karang, CTI-CFF akan meluncurkan sebuah kerangka kerja dan rencana aksi Sistem Kawasan Konservasi Perairan Laut Segitiga Terumbu Karang /Coral Triangle Marine Protected Area System (CTMPAS) pada tanggal 13 Mei 2014 mendatang.

Peluncuran CTMPAS mendahului acara Konferensi Terumbu Karang Dunia atau World Coral Reef Conference (WCRC) pada tanggal 14-17 Mei di kota Manado, Sulawesi Utara.

Selengkapnya...

Perempuan Dalam Konservasi Kelautan "Perlu Keberpihakan"

women CTI1Jakarta, 13/5 (ANTARA) -- Enam negara di gugusan wilayah Segitiga Karang Dunia yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Kepulauan Solomon dan Timor-Leste sepakat untuk mendorong peran serta perempuan dalam melindungi dan memelihara pusat keanekaragaman hayati laut dunia. Hal tersebut diwujudkan dengan meluncurkan upaya inovatif melalui Forum Perempuan Pemimpin CTI-CFF(CTI-CFF Women Leaders Forum) di Grand Kawanua Convention Center (GKICC) di Manado, Selasa (13/5).

Dalam pidato peluncuran upaya tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Sjarief Widjaja selaku Ketua IRS (Interim Regional Secretariat/Sekretariat Regional Interim) CTI-CFF menyampaikan perempuan dalam konservasi kelautan dinilai perlu keberpihakan mengingat pentingnya kontribusi kaum perempuan seiring tingginya peran aktif mereka dalam upaya konservasi kelautan. Kontribusi yang dilakukan meliputi banyak aspek kegiatan pengelolaan perikanan dan kelautan, terutama di bidang pelestarian sumberdaya laut dan pesisir, pengolahan paska penangkapan, serta perdagangan.

Selengkapnya...

Keseimbangan Konservasi dan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir Jadi Agenda Utama CTI

CTI MenadoManado, 13 Mei 2014 (ANTARA) -- Negara-negara kawasan Segitiga Terumbu Karang yang tergabung dalam CTI-CFF telah menyusun sebuah kerangka kerja dan rencana aksi Sistem Kawasan Konservasi Perairan Laut Segitiga Terumbu Karang/Coral Triangle Marine Protected Area System (CTMPAS) sebagai upaya menciptakan pengelolaan dan perlindungan kawasan laut dan pesisir yang lebih baik. Hal tersebut menyusul makin gencarnya eksploitasi sumber daya alam di wilayah perairan laut dan pesisir yang sudah mendekati titik kritis terutama di kawasan Segitiga Terumbu Karang. Sehingga keseimbangan konservasi dan kesejahteraan masyarakat pesisir menjadi perhatian negara-negara kawasan segitiga terumbu karang dan dijadikan sebagai agenda utama CTI.

Selengkapnya...

5243816
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
1046
3288
7438
66363
102644
5243816

IP Anda: 54.144.29.233
Waktu Server: 2017-08-22 08:33:49

 

Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan

Direktorat Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com