Menyentuh Keindahan Raja Ampat (The second edition of Beautiful Raja Ampat)

Raja Ampat 5Pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan tidak akan pernah terlepas dari fungsi konservasinya. Bahkan konservasi telah diyakini sebagai upaya penting yang mampu menyelamatkan potensi sumberdaya tetap tersedia dalam mewujudkan perikehidupan lestari yang menyejahterakan. Pengelolaan secara efektif kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil sejalan dengan prinsip-prinsip ekonomi biru mampu memberikan jaminan dalam efisiensi pemanfaatan sumberdaya alam, sebagai sumber yang efektif menyokong pemanfaatan lain secara ramah lingkungan, serta dapat menumbuhkan keuntungan ekonomi bagi masyarakat lokal. Konservasi telah menjadi tuntutan dan kebutuhan yang harus dipenuhi sebagai harmonisasi atas kebutuhan ekonomi masyarakat dan keinginan untuk terus melestarikan sumberdaya yang ada bagi masa depan.

Konservasi dalam pembangunan kelautan dan perikanan lima tahun kedepan dipastikan menjadi agenda utama dan tetap menjadi prioritas sebagai penyeimbang kebutuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Perjalanan konservasi mengalami metamorfosa dari dua dekade terdahulu, paradigma desentraliasasi dan sistem zonasi dalam pengelolaan itu berkembang, kini perjalanan konservasi telah memasuki era baru pengelolaan dengan tetap mengukuhkan pilar-pilar perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan berkelanjutan yang memberi manfaat keekonomian pendorong kesejahteraan masyarakat secara simultan dengan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan yang berkelanjutan, pola-pola pengelolaan kawasan konservasi juga telah melembaga dengan prinsip-prinsip pengelolaan bersama (co-management) yang baik. Efektivitas pengelolaan menjadi kunci utama keberhasilan sebuah pengelolaan yang menjadi penggerak indikator utama keberhasilan pembangunan berkelanjutan. Pengelolaan efektif berdasarkan sistem zonasi dapat dilakukan melalui berbagai upaya pengelolaan sumberdaya kawasan maupun pengelolaan sosial budaya dan ekonomi yang keduanya memberikan umpan balik terhadap penguatan kelembagaan dan tatakelola kawasan konservasi yang mensejahterakan masyarakat.

Selengkapnya...

Nusa Penida akan Jadi Ikon Destinasi Pariwisata Baru

nusa penida1Metrotvnews.com, Denpasar: Penetapan Nusa Penida sebagai salah satu Kawasan Konservasi Perairan (KKP) di Indonesia diharapkan mampu menjadikan pulau tersebut ikon baru destinasi pariwasata di Bali yang mengemas keindahan bawah laut, dengan tradisi dan keramah-tamahan masyarakat yang masih sangat tradisional.

Penetapan KKP Nusa Penida Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali, dilakukan dengan serangkaian festival Nusa Penida 2014 Senin (9/5) oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo.

Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta mengatakan, dengan diresmian KKP Nusa Penida oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, maka Nusa Penida yang selama ini dinilai sebagai pulau terisolir akan menjadi ikon baru pariwisata di Bali dan Indonesia.

Selengkapnya...

Negara-Negara Segitiga Karang Mendorong Kepemimpinan Perempuan Dalam Konservasi Kelautan

WLF 1Manado, Indonesia. Enam negara di gugusan wilayah Segitiga Karang Dunia – Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Kepulauan Solomon dan Timor-Leste – hari ini meluncurkan upaya inovatif untuk mendorong peran kepemimpinan perempuan dalam melindungi dan memelihara pusat keanekaragaman hayati laut dunia, melalui “Forum Perempuan Pemimpin CTI-CFF” atau “CTI-CFF Women Leaders Forum”.

Peluncuran ini digelar bersamaan dengan pertemuan spesial pejabat senior (Special Senior Officials Meeting) CTI-CFF (Coral Triangle Initiative on Coral Reef, Fisheries, and Food Security) dan pertemuan ke-5 tingkat menteri CTI-CFF (5th CTI-CFF Ministerial Meeting) serta Konferensi Terumbu Karang Dunia (World Coral Reefs Conference-WCRC) di Manado, Indonesia.

Dinamakan “Forum Perempuan Pemimpin CTI-CFF”, forum ini merupakan landasan upaya yang bercita-cita mewujudkan jejaring pembelajaran sejawat bagi perempuan yang memiliki peran kunci dalam kepemimpinan serta memimpin program maupun proyek yang memajukan pengelolaan dan pelestarian sumberdaya alam laut dan pesisir. Landasan upaya ini juga bertujuan untuk membangun kapasitas perempuan di wilayah Segitiga Karang Dunia sehingga para perempuan pemimpin ini dapat mengambil peran yang lebih aktif dalam melestarikan dan memelihara sumber daya laut dan pesisir di wilayah ini.

Selengkapnya...

CTI-CFF Dorong Pengelolaan dan Perlindungan Kawasan Perairan dan Pesisir Secara Berkelanjutan

CTMPAS 1Peluncuran kerangka kerja dan rencana aksi “Sistem Kawasan Konservasi Perairan di Segitiga Terumbu Karang/Coral Triangle Marine Protected Areas System-CTMPAS” digagas oleh CTI-CFF (Prakarsa Segitiga Terumbu Karang untuk Terumbu Karang, Perikanan dan Ketahanan Pangan)

CTI-CFF beranggotan 6 negara kawasan Asia Pasifik (Indonesia, Malaysia, Papua New Guini, Filipina, Kepulauan Solomon dan Timor Leste)

Masyarakat pesisir diharapkan memperoleh manfaat paling besar dari diluncurkannya kerangka kerja dan rencana aksi CTMPAS

Jakarta, Indonesia, 13 Mei 2014 – Di tengah gencarnya eksploitasi sumber daya alam di wilayah perairan laut dan pesisir yang sudah mendekati titik kritis di kawasan Segitiga Terumbu Karang, CTI-CFF akan meluncurkan sebuah kerangka kerja dan rencana aksi Sistem Kawasan Konservasi Perairan Laut Segitiga Terumbu Karang /Coral Triangle Marine Protected Area System (CTMPAS) pada tanggal 13 Mei 2014 mendatang.

Peluncuran CTMPAS mendahului acara Konferensi Terumbu Karang Dunia atau World Coral Reef Conference (WCRC) pada tanggal 14-17 Mei di kota Manado, Sulawesi Utara.

Selengkapnya...

Perempuan Dalam Konservasi Kelautan "Perlu Keberpihakan"

women CTI1Jakarta, 13/5 (ANTARA) -- Enam negara di gugusan wilayah Segitiga Karang Dunia yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Kepulauan Solomon dan Timor-Leste sepakat untuk mendorong peran serta perempuan dalam melindungi dan memelihara pusat keanekaragaman hayati laut dunia. Hal tersebut diwujudkan dengan meluncurkan upaya inovatif melalui Forum Perempuan Pemimpin CTI-CFF(CTI-CFF Women Leaders Forum) di Grand Kawanua Convention Center (GKICC) di Manado, Selasa (13/5).

Dalam pidato peluncuran upaya tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Sjarief Widjaja selaku Ketua IRS (Interim Regional Secretariat/Sekretariat Regional Interim) CTI-CFF menyampaikan perempuan dalam konservasi kelautan dinilai perlu keberpihakan mengingat pentingnya kontribusi kaum perempuan seiring tingginya peran aktif mereka dalam upaya konservasi kelautan. Kontribusi yang dilakukan meliputi banyak aspek kegiatan pengelolaan perikanan dan kelautan, terutama di bidang pelestarian sumberdaya laut dan pesisir, pengolahan paska penangkapan, serta perdagangan.

Selengkapnya...

6613394
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
4109
3720
31135
76260
137426
6613394

IP Anda: 54.224.108.238
Waktu Server: 2018-08-18 23:32:44

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com