KKP Gelar Pelatihan Identifikasi Sirip Hiu Appendiks CITES

IMG 1158Selasa (30/9), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyelenggarakan pelatihan identifikasi sirip hiu appendiks CITES dan pari Suku Mobulidae di Lombok, NTB. Pelatihan yang diikuti 30 peserta yang berasal dari B/LPSPL, Balai Karantina Ikan, Pengawas Sumberdaya Perikanan, Pengawas Sumberdaya Kelautan, Bea Cukai, TPI Tanjung Luar, PPI Tanjung Luar, dan WCS ini diselenggarakan selama 3 hari yakni pada tanggal 30 September – 2 Oktober 2014 di Grand Royal Hotel Lombok Tengah. Selain diberikan materi di dalam kelas, peserta juga akan diajak melakukan kunjungan lapangan ke TPI Tanjung Luar dan Pusat Pengolahan Ikan Hiu di Rumbuk Lombok Timur untuk melihat langsung proses pendaratan hiu hingga pengolahannya.

Selengkapnya...

Sepuluh Ekor “Individu Baru” Hiu Paus Diidentifikasi di Perairan Talisayan, Berau!

bpspl 1Berau – Hiu paus (Rhincodon typus) mulai dikenal di Kalimantan sejak muncul di pemberitaan media pada akhir 2013 lalu. Namun, data mengenai kemunculan hiu paus di Talisayan masih belum tersedia, termasuk data resmi dari Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan (KKJI).

Kepala Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak, Ditjen Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Ir. Yulita Wismaneli, mengatakan, masih banyak informasi yang harus digali dari ikan yang telah dilindungi penuh berdasarkan KEPMEN KP No. 18 Tahun 2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Hiu Paus, karena masih minimnya data dan informasi. Oleh karena itu, BPSPL Pontianak Survei Identifikasi Hiu Paus di Talisayan”.

Penelitian ilmiah perdana melalui Survei Identifikasi Hiu Paus dilakukan pada tanggal 16-19 September 2014, oleh tim yang terdiri dari BPSPL Pontianak, DKP Berau, Universitas Mulawarman, dan WWF-Indonesia. Dalam survei yang dilakukan selama 4 hari, tim berhasil mengidentifikasi 10 ekor hiu paus dengan komposisi 9 ekor jantan dan 1 ekor betina yang berukuran dari 2 sampai 7 meter.

Selengkapnya...

Catatan Ringan dari Kunjungan ke Hauraki Gulf Marine Park, Selandia Baru

N ZMPAG dan Direktorat KKJI mengadakan Studi Wisata ke Hauraki Gulf Marine Park, Auckland, Selandia Baru pada 6-13 Agustus 2014. Kegiatan yang diikuti oleh sejumlah kepala daerah dan para pengambil kebijakan daerah ini bertujuan melihat langsung praktek pengelolaan sebuah kawasan konservasi perairan yang dimanfaatkan untuk industri pariwisata. Kegiatan ini juga diikuti oleh staf pemerintah pusat dan seorang jurnalis harian nasional.

Sebuah paradigma baru dalam pengelolaan kawasan konservasi perairan (KKP) adalah bagaimana suatu KKP dapat memberi manfaat tidak hanya bagi ekosistem di wilayahnya tetapi juga bagi para pemangku kepentingannya, dan di saat yang sama KKP tersebut dapat memperoleh sumber pendanaan yang memadai untuk mengelola dirinya secara mandiri dan berkelanjutan.

Selengkapnya...

KKP Tetapkan Bambu Laut (Isis spp.) Sebagai Jenis Dilindungi

isis hippurisBelum lama ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) No. 46 tahun 2014 telah menetapkan Bambu Laut (Isis spp) sebagai jenis dilindungi secara terbatas. Perlindungan jenis bambu laut sebagaimana termuat dalam Kepmen KP tersebut adalah perlindungan terbatas berdasarkan periode waktu tertentu selama 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal ditetapkan, yakni tanggal 27 Agustus 2014. Dengan berlakunya Kepmen KP ini, kegiatan pengambilan dan perdagangan bambu laut untuk sementara dihentikan atau tidak diperbolehkan, pengecualian untuk kegiatan penelitian dan pengembangan.

Bambu laut, merupakan biota penyusun terumbu karang kedua sesudah karang batu. Isis spp merupakan salah satu jenis oktokoral yang hidup diperairan tropis Indo - Pasifik. Di Indonesia jenis ini mendominasi perairan Indonesia bagian timur, terutama perairan Sulawesi, NTT, Maluku dan Papua.

Selengkapnya...

Menyentuh Keindahan Raja Ampat (The second edition of Beautiful Raja Ampat)

Raja Ampat 5Pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan tidak akan pernah terlepas dari fungsi konservasinya. Bahkan konservasi telah diyakini sebagai upaya penting yang mampu menyelamatkan potensi sumberdaya tetap tersedia dalam mewujudkan perikehidupan lestari yang menyejahterakan. Pengelolaan secara efektif kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil sejalan dengan prinsip-prinsip ekonomi biru mampu memberikan jaminan dalam efisiensi pemanfaatan sumberdaya alam, sebagai sumber yang efektif menyokong pemanfaatan lain secara ramah lingkungan, serta dapat menumbuhkan keuntungan ekonomi bagi masyarakat lokal. Konservasi telah menjadi tuntutan dan kebutuhan yang harus dipenuhi sebagai harmonisasi atas kebutuhan ekonomi masyarakat dan keinginan untuk terus melestarikan sumberdaya yang ada bagi masa depan.

Konservasi dalam pembangunan kelautan dan perikanan lima tahun kedepan dipastikan menjadi agenda utama dan tetap menjadi prioritas sebagai penyeimbang kebutuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan. Perjalanan konservasi mengalami metamorfosa dari dua dekade terdahulu, paradigma desentraliasasi dan sistem zonasi dalam pengelolaan itu berkembang, kini perjalanan konservasi telah memasuki era baru pengelolaan dengan tetap mengukuhkan pilar-pilar perlindungan, pelestarian dan pemanfaatan berkelanjutan yang memberi manfaat keekonomian pendorong kesejahteraan masyarakat secara simultan dengan tetap mempertahankan kelestarian lingkungan yang berkelanjutan, pola-pola pengelolaan kawasan konservasi juga telah melembaga dengan prinsip-prinsip pengelolaan bersama (co-management) yang baik. Efektivitas pengelolaan menjadi kunci utama keberhasilan sebuah pengelolaan yang menjadi penggerak indikator utama keberhasilan pembangunan berkelanjutan. Pengelolaan efektif berdasarkan sistem zonasi dapat dilakukan melalui berbagai upaya pengelolaan sumberdaya kawasan maupun pengelolaan sosial budaya dan ekonomi yang keduanya memberikan umpan balik terhadap penguatan kelembagaan dan tatakelola kawasan konservasi yang mensejahterakan masyarakat.

Selengkapnya...

5243812
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
1042
3288
7434
66359
102644
5243812

IP Anda: 54.144.29.233
Waktu Server: 2017-08-22 08:33:20

 

Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan

Direktorat Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com