Menteri Susi Kagumi SMK Perikanan Berau

Berau 1TANJUNG REDEB - Kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti ke Kabupaten Berau, Minggu (16/11) kemarin, sangat padat. Tiba di Bandar Udara Kalimarau, Menteri Susi yang didampingi dirjen dan sejumlah pejabat penting di lingkungan Kementerian Kelautan disambut Bupati Berau Makmur HAPK dan sejumlah pejabat sekitar pukul 10.00 Wita. Beristirahat beberapa menit di terminal Kalimarau, menteri melanjutkan blusukan-nya di Bumi Batiwakkal dengan menggunakan helikopter menuju Kampung Tanjung Batu, ibu kota Kecamatan Pulau Derawan, yang menjadi tempat kegiatan.

Di Tanjung Batu, Menteri telah ditunggu Wakil Bupati Ahmad Rifai, Sekkab Jonie Marhansyah dan sejumlah pejabat Pemkab Berau yang langsung menuju SMK 3. Di sekolah kejuruan kelautan dan perikanan ini, menteri mengungkapkan kekagumannya dan beberapa kali mengucapkan kata luar biasa atas trobosan Pemkab Berau yang berhasil membangun sekolah kejuruan kelautan dan perikanan di wilayah pesisir dan kepulauan ini.

Selengkapnya...

Pesan Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Kepada Para Penyuluh Perikanan Kabupaten Berau

BuSusi di Berau1BERAU 16/11/2014 Kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan Ibu Susi Pudjiastuti ke Kampung Tanjung Batu Kecamatan Pulau Derawan Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Berau dan terlebih lagi bagi Penyuluh Perikanan. Pasalnya, Berau merupakan salah satu tempat yang dikunjungi Ibu Susi Pudjiastuti pada rangkaian kunjungan kerja pertamanya pasca dilantik menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Kunjungan ke Berau merupakan rangkaian kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan setelah dari Natuna dan Pontianak. Kegiatan bertajuk Kunjungan Kerja, Temu Wicara dan Dialog Menteri Kelautan dan Perikanan dengan masyarakat Kabupaten Berau dihadiri oleh Bupati Berau, Ketua DPRD, seluruh Kepala SKPD Kab. Berau, para Penyuluh Perikanan serta pelaku utama dan pelaku usaha perikanan Kabupaten Berau.

Selengkapnya...

Paus Biru yang Terperangkap di Teluk Waienga, Pulau Lembata, Nusa Tenggara Timur Berhasil Diselamatkan

Paus biru lembata 2014Kementerian Kelautan dan Perikanan memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam proses penyelamatan paus terdampar tersebut, antara lain : Masyarakat Desa Watodiri, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lembata, Dinas Budaya dan Pariwisata Kabupaten Lembata, Angkatan Laut, Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, WWF Coral Triangle Program, Apex Environmental, Jakarta Animal Aid Network (JAAN), Atlas South Sea Pearl, Seven Seas Liveaboard, dan Komunitas PA Lembata "Gempita", Yayasan RASI, Whale Stranding Indonesia, APEX Environmental dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sudirman Saad, Jakarta, (27/10).

Sudirman menambahkan, Kerjasama penyelamatan antar berbagai pihak yang terjadi di Watodiri Lembata ini merupakan salah satu contoh pelaksanaan jejaring kerjasama penanganan paus dan lumba-lumba yang terdampar yang sedang dibangun oleh Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau Pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan. Kedepannya kerjasama seperti ini diharapkan mampu dicontoh dan dijadikan pembelajaran dalam upaya penyelamatan paus dan lumba-lumba yang terdampar di Indonesia.

Selengkapnya...

Sustainable Ocean Initiative (SOI) High Level Meeting at CBD COP 12

cbd cop 12cPyongchang, Korea, 16 Oktober 2014, Pertemuan Tingkat Tinggi (High Level Meeting-HLM) Sustainable Ocean Initiative (SOI) yang pertama telah berlangsung pada Kamis, 16 Oktober 2014 di Pyongchang, Korea. Pertemuan HLM SOI ini diselenggarakan secara paralel dengan Pertemuan Tingkat Tinggi Konferensi Para Pihak ke-12 dibidang Konvensi Keanekaragaman Hayati (COP 12 CBD) yang berlangsung di Alpensia Resort, Pyongchang, Korea sejak tanggal 6-17 Oktober 2014.

HLM SOI dihadiri oleh para Menteri dan Pejabat Tinggi di bidang kelautan, perikanan, dan lingkungan hidup dari negara-negara pihak CBD serta perwakilan dari lembaga internasional seperti UNEP, The World Bank, FAO, GEF, IUCN, dan GIZ; perwakilan dari initiative global di bidang konservasi dan pengelolaan laut dan perikanan seperti Global Islands Partnership (GLISPA), dan TNC. Pertemuan ini dibuka oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Korea, Mr. Ju-Young Lee dengan tiga pembicara kunci, yaitu Presiden Palau, Raja Monacco, dan Menteri Luar Negeri Kepulauan Marshall. Dalam pertemuan SOI ini, Delegasi Indonesia diwakili oleh Dr. Sudirman Saad, Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K), Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Selengkapnya...

KKP Bersama JAAN Pasang Plang Informasi Perlindungan Lumba – Lumba di Pantura

lumba 3Kamis (9/10), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Jakarta Animal Aid Network (JAAN) melakukan kegiatan pemasangan plang informasi perlindungan Lumba – Lumba di PPN Brondong, Lamongan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka penyebarluasan informasi kemasyarakat, sebagai bagian dalam upaya perlindungan dan pelestarian lumba – lumba di Indonesia.

Perairan Indonesia merupakan perairan yang sangat unik karena memiliki keanekaragaman Mamalia Laut (Cetacea) yang sangat luar biasa dan kira-kira terdapat 35 jenis mamalia laut yang hidup di perairan ini. Perairan Indonesia merupakan salah satu habitat dan sekaligus juga merupakan jalur migrasi berbagai jenis spesies mamalia laut.

Selengkapnya...

5464087
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
2402
2269
13670
86135
103562
5464087

IP Anda: 54.166.203.76
Waktu Server: 2017-10-18 12:42:39

 

Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan

Direktorat Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com