KKJI Bahas Strategi Pencapaian Target KKP/KKP3K 20 juta Hektar Tahun 2020

KKJI Bahas Strategi Pencapaian Target KKPBogor – Padjajaran Suite (31-1-2013). KKJI menggelar lokakarya dalam rangka pembahasan strategi pencapaian luas kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil 20 juta hektar pada tahun 2020. Lokakarya setengah hari tersebut merupakan kerjasama para pihak khususnya direktorat konservasi kawasan dan jenis ikan bersama dengan WCS Indonesia, dengan dukungan dari MPAG program. Materi yang dibahas pada lokakarya ini, sejatinya merupakan hasil studi dari berbagai strategi maupun fakta konservasi yang telah ada. selanjutnya, rekomendasi dari studi ini nantinya akan dijadikan bahan bagi KKJI dalam mencapai target guna mendukung komitmen pemerintah, yang disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada World Ocean Conference (WOC) dan CTI Summit di Manado, Mei 2009 lalu.

Direktur Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan (KKJI), dalam sambutannya menyatakan bahwa jika menilik luas kawasan konservasi yang saat ini telah mencapai 15,78 juta hektar, maka target luasan kita sudah terpenuhi hingga 2014, namun ternyata target tambahan luasan juga menjadi perhatian dalam pencapaian kinerja. jadi fasilitasi penambahan luasan dan prospektif calon kawasan konservasi menjadi penting. tahun ini, target tambahan pencadangan seluas 500ribu hektar dan tahun depan seluas 300ribu hektar. disamping capaian komulatif, capaian setiap tahun ini menjadi target ukuran kinerja. bahkan, saat ini rencana tambahan 500rb hektar, dipantau oleh tim UKP4. yang progressnya wajib kita laporkan setiap tri wulanan, tegas Direktur KKJI yang diwakili oleh Kasubdit Konservasi Kawasan, Riyanto Basuki.

Selengkapnya...

KKP Sosialisasikan Progam Konservasi SDI Melalui Media Sosial Twitter @konservasiP

twitterMelaksanakan kebijakan Konservasi Sumber Daya Ikan (KSDI) di Indonesia tidaklah mudah, terlebih di era desentralisasi seperti saat ini, dimana pemerintah daerah mempunyai kewenangan yang lebih besar untuk mengelola seumber daya ikan (SDI) di wilayahnya. Kewenangan tersebut meliputi hak dalam memanfaatkan, konservasi dan pengelolaan SDI, kewenangan pengaturan administrasi, pengaturan tata ruang dan zonasi, dan kewenangan menegakan hukum. Dilema antara memenuhi kebutuhan ekonomi dan konservasi sering kali terjadi. Selain itu masih banyak tantangan lain dalam menjalankan Konservasi Sumber Daya Ikan, diantaranya yaitu :(1) Wilayah Indonesia yang sangat luas, (2) Data dasar dan kajian ilmiah KSDI masih terbatas (3) Penangkapan berlebih (Overfishing) (4) perubahan iklim global serta bencana alam.

Selengkapnya...

Pembelajaran Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Dari Negara Tetangga

Rencana pewartaan TMPMenindaklanjuti kerjasama regional 3 (tiga) negara Sulu-Sulawesi Marine Ecoregion (SSME) yakni Indonesia, Malaysia dan Filipina, serta dalam rangka pengimplementasian Comprehensive Action Plan (CAP) SSME, ketiga negara tersebut telah sepakat untuk menyelenggarakan kegiatan Cross Visit antar negara. Kegiatan dilaksanakan guna memperoleh pembelajaran serta sharing dalam pengelolaan kawasan konservasi serta pengelolaan jenis ikan terancam punah, kharismatik dan bermigrasi. Pada tanggal 17-19 Desember 2012 perwakilan Indonesia berkesempatan melaksanakan Cross Visit tersebut ke Kudat, Sabah, Malaysia.

Cross visit ke Tun Mustapha Park (TMP) dilaksanakan berdasarkan undangan dari Pemerintah Malaysia sebagai lesson learn bagi pengelolaan kawasan konservasi perairan di Indonesia yang dilaksanakan Kementerian Kelautan dan Perikanan, dalam hal ini Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan. Cross visit ini juga merupakan perwujudan komitmen negara-negara yang tergabung dalam Sulu Sulawesi Marine Ecoregion yakni Indonesia, Malaysia dan Filipina untuk melakukan pembelajaran bersama pengelolaan kawasan konservasi.

Selengkapnya...

KKP Beri Penghargaan Kepada Musa Rumpedai, Pemerhati Penyu di Kapulauan Yapen

penghargaan kab yepenIndonesia merupakan Negara yang kaya dan berlimpah potensi sumberdaya yang teramat bernilai, sebagai Negara kepulauan, negeri bahari dengan 2,7 juta kilometer persegizona ekonomi eksklusif (ZEE). Kondisi ini, menempatkan Indonesia pada peringkat ke-2 yang memiliki terumbu karang terluas di dunia setelah Australia, Indonesia juga merupakan pusat segitiga terumbu karang dunia yang di kenal dengan istilah ‘The Coral Triangle” yang merupakan kawasan dengan tingkat keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dengan lebih dari 70 genera dan 500 spesies.

Konservasi memegang peranan penting dalam mengimbangi kegiatan eksploitasi maupun terdegradasinya sumberdaya sebagai akibat dari berbagai aktivitas manusia. Upaya konservasi, khususnya sumberdaya ikan pada dasarnya tidak dapat dipisahkan dengan pengelolaan sumberdaya ikan dan lingkungannya secara keseluruhan. Mengingat karakteristik sumberdaya ikan dan lingkungannya mempunyai sensitifitas yang tinggi terhadap pengaruh iklim maupun musim serta aspek-aspek keterkaitan ekosistem antar wilayah.

Selengkapnya...

KKP Susun Rencana Aksi Pengelolaan Ikan Terubuk (Tenualosa macrura)

Indonesia merupakan negara kepulauan yang mempunyai potensi kekayaan sumberdaya alam dengan tingkat keanekaragaman yang tinggi. Salah satu potensi sumber daya alam tersebut adalah ikan terubuk (Tenualosa macrura). Ikan terubuk merupakan jenis ikan peruaya, hidup di perairan laut dan beruaya ke perairan tawar untuk melakukan pemijahan. Ikan terubuk merupakan jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, terutama telur ikan terubuk.

Selengkapnya...

7932256
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
2103
4038
6141
88175
130916
7932256

IP Anda: 35.171.183.163
Waktu Server: 2019-07-22 11:39:39

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com