Selamatkan Laut Kawasan Gili Matra

Demi parawisata dan kesejahteraan Tanjung Kawasan pariwisata sekaligus kawasan konservasi Gili Matra (Meno, Trawangan dan Air) terkenal lantaran keindahan panatai dan bawah lautnya. Para wisatawan datang dari berbagai negara lantaran tertarik dengan keindahan alam itu. " untuk itulaj kita berkepentingan untuk melestarikan kawasan tersebut," kata Bupati KLU H Djohan Sjamsu dalam kegiatan peresmian Kantor Pengelola TWP Gili Matra di kawasan Bangsal, Kecamatan Pemenang, kemarin.

Dikatakan bupati, keberlanjutan parawisata di kawasan tiga gili tersebut sangat bergantung pada kelestarian lautnya. Tiga pulau kecil yang terkenal di dunia tersebut mengandalkan lautnya sebagai daya tarik parawisata. Ketika kondisi laut rusak, tentu berakibat pada parawisata."Kita melakukan konservasi di kawasan ini juga demi kepentingan parawisata," katanya. Dikatakannya, upaya-upaya konservasi harus didukung oleh semua pihak, dalam hal ini SKPD yang bertugas melakukan konservasi dengan SKPD yang menangani pariwisata.

Keberhasilan konservasi pada ujungnya akan berdampak pada pariwisata, masyarakat pun bisa mendapatkan manfaat dari kelestarian alam itu. "Dengan kondisi alam yang masih lestari ini, pariwisata bagus dan masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi," kata ketua DPC Partai Demokrat ini.

Upaya konservasi yang dilakukan selama ini memang memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat setempat. Dituturkan bupati pada tahun-tahhun sebelumnya kawasan tiga gili merupakan daerah yang empuksebagai lokasi pengeboman ikan. Banyak ikan mati, terumbu karang rusak dan pada gilirannya pariwisata terancam."Alhamdulillah sekarang upaya konservasi berjalan bagus,"katanya.

Keberadaan kantor Taman Wisata Perairan (TWP) Gili Matra yang berada di kawasan Bangsal tersebut akan membantu upaya pelestarian kawasan tiga gili, bupati menyambut baik pemerintah pusat mumbuat kantor didaerah Lombok Utara, itulah sebabnya , lahan yang dipakai untuk kantor tersebut merupakan tanah pinjaman dari pemerintah daerah Lombok Utara. "Mudah-mudahan dengan keberadaan kantor ini makin lebih bagus," katanya.

Sekretaris Dirjen Kelautan Pesisir, Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Sri Atmini mengatakan kawasan gili Matra di kabupaten Lombok Utara memiliki potensi laut yang lebih luas. Dari luas total kawasan konservasi di tempat tersebut seluas 2.944 hektar, luas daratan hanya kurang lebih 665 hektar. "Sebagian besar lautan," katanya.

Dikatakanya, upaya pelestarian dikawasan tiga gili memang pada akhirnya akan memajukan dunia pariwisata. Dia mengaku bangga dengan kondisi kawasan konservasi di KLU yang terjaga dengan bagus. Selain itu keterlibatan masyarakat dalam mengelola kawasan konservasi juga cukup besar.

Sumber: Lombok Post

Anda tidak memiliki akses untuk komentar artikel. Silakan login untuk memberi komentar ...

8206748
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
497
4859
5356
79457
150103
8206748

IP Anda: 34.226.234.20
Waktu Server: 2019-09-16 01:24:32

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com