KKP Dan TNI AL Bersinergi Selamatkan Terumbu Karang

Seminar KP3K Marinir6 Agustus 2015, Siaran Pers

KKP DAN TNI AL BERSINERGI SELAMATKAN TERUMBU KARANG

Indonesia merupakan pusat segitiga terumbu karang dengan keanekaragaman hayati yang sangat luar biasa. Julukanmegabiodiversity country menggambarkan kekayaan hayati laut Indonesia bagaikan amazon of the sea. Namun kini, kondisiekosistem penting ini terancam, sebagian besar mengalami kerusakan akibat praktek penangkapan ikan yang tidak ramahlingkungan dan tidak bertanggung jawab. Untuk menindak para pelaku sekaligus menjaga terumbu karang diperlukan peranserta segenap elemen bangsa, tak terkecuali aparat penegak hukum. Oleh karena itu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersinergi dengan TNI AL untuk bergerak bersama melakukan penyelamatan terumbu karang. Hal itu dikatakan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat membuka Seminar Nasional Penyelamatan Terumbu Karangdengan tema "Terumbu Karang untuk Kedaulatan, Keberlanjutan dan Kesejahteraan", di Jakarta (6/8).

Ia mengatakan, pihaknya bersama jajaran di KKP sangat berkomitmen terhadap pengelolaan terumbu karang dan kawasan perairan terutama di era Kabinet Kerja Presiden Jokowi saat ini. Komitmen itu ditujukan untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat dalam pengelolaan kekayaan laut. Upaya ini diharapkan dapat mengukuhkan kedaulatan atas keanekaragaman dan kekayaan laut Indonesia sebagai modal pembangunan masa depan bangsa dan mewujudkan cita-cita menjadi poros maritim dunia. Lebih jauh, diharapkan dapat menegakkan kedaulatan wilayah NKRI untuk meluruskan arah pembangunan nasional dengan paradigma kelautan (ocean-baseddevelopment) yang turut menentukan dinamika maritim di Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Salah satu upaya menyelamatkan potensi kekayaan laut Indonesia adalah dengan melindungi, melestarikan dan memanfaatkan sumberdaya terumbu karang secara berkelanjutan serta menjamin kelestarian dan keanekaragaman hayatinya. Tak hanya itu, menetapkannya sebagai ekosistem penting habitat esensial sumberdaya ikan dan kawasan konservasi perlu dilakukan untuk generasi saat ini maupun yang akan datang. Selain itu, upaya penyelamatan yang dilakukan secara global juga diharapkan dapat memperkuat kerjasama internasional yang telah dilakukan Indonesia bersama negara-negara Coral triangle. Upaya ini juga diperkuat dengan Komitmen Pemerintah Indonesia dalam pengelolaan terumbu karang dan Konservasi Kawasan Perairan di tingkat internasional.

Luas kawasan konservasi laut Indonesia saat ini mencapai 16,45 juta hektar dan akan memiliki 20 juta ha Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir, dan Pulau-pulau Kecil pada tahun 2020. Komitmen ini dideklarasikan melalui Forum Conference of the Parties Convention on Biological Diversity (COP CBD) di Brazil tahun 2006 dan dipertegas pada World Ocean Conference (WOC) tahun 2009 di Manado. Indonesia juga mendukung semangat "Coral Triangle Initiative" oleh enam kepala negara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Timor Leste, Papua Nugini dan Kepulauan Solomon. Indonesia berkomitmen melaksanakan program rehabilitasi dan pengelolaan terumbu karang, saat ini telah berada pada fase pelembagaan melalui Program COREMAP-CTI.

Sementara itu menurut Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Sudirman Saad, seminar nasional ini merupakan tindaklanjut dari kerjasama Ditjen KP3K dengan Korps Marinir dengan salah satu agenda menyelamatkan aset sumberdaya laut, khususnya terumbu karang. Masih ada beberapa rangkaian kegiatan berikutnya, diantaranya puncak acara penyelamatan terumbu karang melalui konservasi dan rehabilitasi terumbu karang (transplantasi karang) terbesar dan terluas yang akan memecahkan rekor dunia pada tanggal 16 Agustus 2015 sekaligus kado peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 70.

Seminar KP3K Marinir 1

Dukungan TNI AL dalam Penyelamaan Terumbu Karang

Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Ade Supandi, S.E, menyampaikan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh TNI AL adalah Kegiatan SOLL (Save Our Littoral Life). Kegiatan ini merupakan wujud implementasi pengabdian Korps Marinir TNI AL untuk mendinamisasikan terciptanya kekuatan yang sinergis dalam pelestarian ekosistem pesisir Indonesia sekaligus mendukung kebijakan pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Kegiatan ini juga merupakan pelaksanaan tugas TNI yaitu Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Dengan mendapat dukungan Menteri Koordinator Maritim dan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Korps Marinir dan komponen bangsa lainnya program ini akan melakukan penanaman 1.000.000 (satu juta) bibit terumbu karang di daerah seluas 100 hektar yang berada di 51 lokasi penanaman dengan 243 titik penanaman. Kegiatan penanaman bibit terumbu karang ini dimulai sejak Mei 2015.

Hingga Juli 2015, TNI AL telah menanam lebih dari 400.000 bibit terumbu karang dengan luas kawasan tanam lebih dari 30 hektar di berbagai tempat. Sejumlah pantai di daerah Jawa Timur menjadi lokasi penanaman, seperti Pantai Labuhan Brondong di Lamongan, Pantai Delegan di Gresik, Pantai Desa Gisik Cemandi Sedati, Pantai Pasir Putih dan Pantai Bama di Sidoarjo. Berbagai daerah lainnya yang menjadi lokasi penanaman adalah Pantai Riang Desa Tawiri Ambon, Pantai Labuan Banten, Pantai Teluk Ratai Lampung, Pantai Tugu Trikora Selat Lembeh Bitung Sulawesi Utara, Kawasan Kep Seribu, Pantai Ketapang Teluk Pandan Lampung, Pantai Melur Batam Kepulauan Riau, Pulau Berhala Sumatera Utara, Pantai Tanjung Lesung Banten, Pantai Kadingareng Sulawesi Selatan, dan Pulau Weh.

Selain itu, Korps Marinir TNI AL melalui kegiatan SOLL mengajak seluruh komponen bangsa Indonesia, khususnya pemuda/i untuk peduli dan kembali ke laut, menyelamatkan terumbu karang sebagai jaminan ketahanan protein bangsa, dengan melakukan rehabilitasi terumbu karang menggunakan metode transplantasi bersama masyakarat. Satgas SOLL juga mengkampanyekan pentingnya memelihara terumbu karang Indonesia, mengedukasi masyarakat untuk "Kembali Melihat Laut, Tidak Membelakangi Laut". Korps Marinir TNI AL berupaya mengimplementasikan program nyata pemerintah terhadap kebijakan strategis untuk menjadikan Indonesia sebagai "Poros Maritim Dunia".

Jakarta, 06 Agustus 2015
Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi

 

Lilly Aprilya Pregiwati


Narasumber :
a. Dr. Sudirman Saad, Dirjen Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, (0811989375)
b. Lilly Aprilya Pregiwati, Kepala Pusat Data Statistik dan

Anda tidak memiliki akses untuk komentar artikel. Silakan login untuk memberi komentar ...

5060592
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
300
3617
9171
106573
109953
5060592

IP Anda: 54.198.1.167
Waktu Server: 2017-06-27 01:52:18

 

Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan

Direktorat Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com