Menjaga Penyu Tetap Lestari

pantai peneluran penyuTRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kabupaten Sambas baru saja usai menggelar kegiatan berwawasan pelestarian lingkungan bertema Festival Pesisir Paloh.

Kegiatan ini dikemas tak hanya hura-hura, namun ada upaya pelestarian penyu yang melibatkan warga sekitar, pemerintah, lembaga swasaya masyarakat (LSM), kemudian sejumlah tohoh publik. Tahun ini misalnya didatangkan artis dari ibukota, Devina Veronica, yang konsen dengan pelestarian lingkungan.

Temajuk saat ini sedang diupayakan menjadi kawasan konservasi oleh Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan (DKKJI) Kementrian Kelautan dan Perikanan RI. Sepanjang 67 kilometer panjang pantai Temajuk memiliki banyak kekayaan lingkungan. Jika ini ditetapkan sebagai kawasan konservasi maka akan jelas pengelolaannya. Sehingga kekayaan yang terkandung di kawasan akan lebih terjamin keberlangsungan hidupnya ke depan.

 

Kalbar bisa dikatakan beruntung karena Pemkab Sambas serta Kementrian Kelautan dan Perikanan RI didukung oleh World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia cukup melakukan upaya pelestarian penyu. Dengan adanya kegiatan ini maka pelan-pelan masyarakat disadarkan.

Dulu, misalnya ada permainan melempar telur penyu dan sekarang hal itu tak dilakukan lagi. Dulu di sejumlah pasar tradisional di Kalbar kita mudah menemukan warung kopi menjual telur penyu, sekarang pemandangan itu sudah tidak ada lagi. Betapa disayangkan jika penyu yang bertelur setahun sekali, telurnya diambil dan kemudian dikonsumsi oleh manusia.

Lebih miris lagi pada tahun 2014 silam saat berlangsungnya Festival Pesisir Paloh ada oknum warga yang mencoba menyelundupkan telur penyu di perbatasan Kalimantan Barat-Sarawak Malaysia. Beruntung satuan petugas pengamanan lintas Yonif 143/Tri Wira Eka Jaya sigap dan berhasil menangkap pemuda dimaksud. Upaya itu dilakukan karena iming-iming harga telur penyu lebih mahal saat dijual di Sarawak, Malaysia.

Masih tingginya perdagangan satwa liar antara lain karena mitos satwa-satwa tersebut memiliki khasiat luar biasa. Akibatnya jual-beli masih saja berlangsung.

Kembali kepada Festival Pesisir Paloh, ini adalah tahun keempat untuk kegiatan serupa. Mengusung tema Menjaga Penyu Di Batas Negeri, rangkaian festival ini dilaksanakan dalam rangka merayakan beberapa hari penting seperti hari Penyu sedunia yang jatuh pada 23 Mei, hari lingkungan hidup pada 5 Juni serta tentunya dalam rangka Musim Puncak Peneluran Penyu Paloh 2015.

Harapan kita upaya serupa juga bisa dilakukan untuk melakukan penyelamatan terhadap satwa bahkan mungkin tumbuhan di Kalbar. Kegiatan serupa misalnya untuk pelestarian orangutan yang sudah mulai punah. Sehingga upaya penyadaran semua kalangan terhadap satwa-satwa liar itu terus lestari.

Upaya pelestarian penyu memang harus menjadi perhatian serius dan bersama.
Apalagi menurut Koordinator Marine Species WWF Indonesia, drh Dwi Suprapti, penyu Paloh sedang dalam ancaman serius karena jika dibanding 11 daerah lain yang menjadi kawasan disinggahi penyu di Indonesia, justru penyu Paloh yang grafik penurunannya curam.

Ia menyebutkan angka penurunan grafik yang tajam ini, terlihat sejak pengumpulan data pada 2009. Saat itu, terdapat 2.500 sarang penyu dalam setahun yang berhasil diidentifikasi keberadaannya. Namun, kini jumlahnya hanya 800 sarang. Hal ini berbeda dengan Kepulauan Derawan, misalnya.

Di sana juga mengalami penurunan, namun tidak tajam. Menjadi tugas kita bersama untuk menjaga satwa-satwa langka di Kalbar ini agar tetap lestari sehingga anak cucu kita ke depan masih bisa melihatnya, bukan hanya sebatas dongeng atau di buku cerita saja.

sumber: http://pontianak.tribunnews.com/2015/06/02/menjaga-penyu-tetap-lestari

 

 

 

 

 

 

Anda tidak memiliki akses untuk komentar artikel. Silakan login untuk memberi komentar ...

5060595
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
303
3617
9174
106576
109953
5060595

IP Anda: 54.198.1.167
Waktu Server: 2017-06-27 01:53:00

 

Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan

Direktorat Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com