Peduli Konservasi Laut, Indonesia Perjuangkan Sustainable Development Goals Lewat Momentum Peringatan KAA Ke-60 (4)

peduli laut1Kemlu RI bekerja sama dengan Kemenko Maritim RI akan mengadakan acara pertemuan Small Island Developing States (SIDS), Indian Ocean Rim Association (IORA) dan Oceanic/Archipelagic Countries di sela – sela rangkaian Pertemuan Peringatan ke-60 KAA di Jakarta (21/4). “Pertemuan ini akan membahas mengenai Sustainable Development Goals (SDG) terutama poin ke-14 yang berbunyi ’Conserve and sustainably use of the oceans, seas and marine resources for sustainable development’.”  Demikian disampaikan Duta Besar Arif Havas Oegroseno di kantor Kemenko Maritim, Jakarta (18/3). Di kesempatan yang sama, Menko Maritim Indroyono Soesilo juga berkesempatan memberikan briefing bagi Duta Besar negara - negara SIDS dan IORA. Tampak antusiasme yang tinggi dari para Duta Besar terkait acara ini.

Mengapa SDG?

Pasca-MDG (Milenium Development Goals) yang akan selesai pada tahun 2015 ini, sekitar 1 milyar orang masih hidup dengan pendapatan kurang dari 1,25 dolar AS perhari –standar Bank Dunia untuk garis kemiskinan. Sedangkan 800 juta orang masih terancam kelaparan, jutaan wanita masih terancam kematian saat proses kelahiran: hal-hal yang seharusnya terselesaikan di akhir MDG. Karenanya, di tahun 2013, sebuah open-working group mulai bersidang untuk menghasilkan satu set tujuan yang baru. Draft final working group ini tidak hanya menyuarakan pendapat dari 70 negara, tapi juga survei kepada masyarakat dunia yang dilakukan secara online dan door-to-door. Pada bulan Juli 2014, Sustainable Development Goals (SDG) yang berisi 17 poin dipublikasikan. Setelah melalui seleksi dan penyesuaian, rencananya SDG ini akan mulai efektif pada bulan Januari 2016.

Rebut Momentum, Saatnya Negara Berkembang Tampil Kembali.

“KAA dan UNCLOS adalah dua momen bagi negara-negara berkembang.” cetus Dubes Havas. “KAA adalah unprecedented moment dimana negara-negara Asia-Afrika, banyak diantara mereka yang bahkan belum merdeka, berani menunjukkan stance (pendirian) mereka. Di UNCLOS, para negara berkembang bekerja bersama dalam working group selama lebih dari 10 tahun dan mencatatkan kemenangan diplomasi. Semenjak saat itu, kiprah negara-negara berkembang agak teredam. Peringatan ke-60 KAA ini adalah saat dimana negara-negara berkembang kembali menunjukkan gigi.” Demikian disampaikan Dubes Havas.

SDG ke-14 sangatlah penting bagi banyak negara, terutama negara-negara oceanic dan archipelagic. Laut memegang peranan yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan hidup manusia: it deserves protection and respect. Jutaan manusia yang hidup di garis pantai dunia menggantungkan hidup pada laut. Dubes Havas menegaskan bahwa konservatori laut pantas mendapatkan prioritas dalam SDG. Konservatori laut yang ada di poin ke-14 tidak bisa digabungkan ke poin ke-15 (sustainable forestry) dan poin ke-16 (sustainable development) karena ketiga hal itu tidaklah sama. Indonesia akan memanfaatkan momentum Peringatan KAA ke-60 untuk mendiskusikan poin ke-14 SDG dengan mengundang like-minded parties yang juga mempunyai kepentingan sama. Sebagai negara berkembang dan salah satu warga dunia, diplomasi Indonesia akan terus konsisten memperjuangkan kepentingan negara berkembang.

 

Sumber: Dit. Infomed/VKH

 

http://www.kemlu.go.id/Lists/News/DispForm.aspx?ID=7318&ContentTypeId=0x0100A32B75A065563F4F85AE9CE96D884EDD

 

Posted : Minggu, 15 Maret 2015|05:00 WIB

 

 

 

 

 

Anda tidak memiliki akses untuk komentar artikel. Silakan login untuk memberi komentar ...

5242921
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
151
3288
6543
65468
102644
5242921

IP Anda: 54.198.235.165
Waktu Server: 2017-08-22 00:41:39

 

Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan

Direktorat Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com