KKP Gelar Pelatihan Identifikasi Sirip Hiu Appendiks CITES

IMG 1158Selasa (30/9), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyelenggarakan pelatihan identifikasi sirip hiu appendiks CITES dan pari Suku Mobulidae di Lombok, NTB. Pelatihan yang diikuti 30 peserta yang berasal dari B/LPSPL, Balai Karantina Ikan, Pengawas Sumberdaya Perikanan, Pengawas Sumberdaya Kelautan, Bea Cukai, TPI Tanjung Luar, PPI Tanjung Luar, dan WCS ini diselenggarakan selama 3 hari yakni pada tanggal 30 September – 2 Oktober 2014 di Grand Royal Hotel Lombok Tengah. Selain diberikan materi di dalam kelas, peserta juga akan diajak melakukan kunjungan lapangan ke TPI Tanjung Luar dan Pusat Pengolahan Ikan Hiu di Rumbuk Lombok Timur untuk melihat langsung proses pendaratan hiu hingga pengolahannya.

 

Sebagaimana kita ketahui, Indonesia merupakan Negara yang memiliki keragaman spesies hiu dan pari yang sangat tinggi. Berdasarkan studi dari berbagai literatur dan hasil penelitian hingga tahun 2010, telah mencatat setidaknya 218 jenis ikan hiu dan pari ditemukan di perairan Indonesia, yang terdiri dari 114 jenis hiu, 101 jenis pari dan tiga jenis ikan hiu hantu yang termasuk ke dalam 44 suku. Bahkan Indonesia dikenal sebagai negara dengan produksi perikanan hiu dan pari terbesar di dunia, dengan kisaran tangkapan di atas 100 ribu ton setiap tahunnya

Hiu merupakan kelompok yang dianggap paling banyak dimanfaatkan karena siripnya yang bernilai tinggi di pasaran nasional maupun internasional. Tingginya harga sirip hiu di pasaran makin meningkatkan perburuan hiu dan mengancam kelestarian stoknya di alam. Berdasarkan sifat biologinya, hiu menjadi sangat rentan terhadap laju kematian karena penangkapan. Apabila sudah tereksploitasi secara berlebihan, akan mengakibatkan ikan hiu menjadi sangat mudah terancam punah jika dibandingkan dengan kelompok ikan yang lain

Konvensi tentang perdagangan internasional tumbuhan dan satwa liar CITES pada COP CITES ke 16 pada bulan Maret tahun 2013 yang lalu juga telah telah memasukkan 4 spesies hiu dan 2 spesies pari manta ke dalam daftar Appendik II CITES, yaitu : Carcharhinus longimanus, Sphyrna leweni, Sphyrna mokarran, Sphyrna zygaena, Manta alfredi dan Manta birostris. Jauh sebelumnya, jenis Hiu Paus/Whale Shark (Rhincodon typus) dan pari gergaji (Pristis microdon) juga telah diatur pada konvensi tersebut. Selain ketentuan Internasional, pemerintah Indonesia juga telah mengeluarkan regulasi nasional perlindungan beberapa spesies hiu dan pari, yakni perlindungan penuh untuk pari gergaji (PP 7/99), hiu paus (Kepmen KP 18/2013), dan pari manta (Kepmen KP 04/2014).

Sebagai Negara yang telah meratifikasi CITES, Indonesia mempunyai kewajiban untuk mengikuti ketentuan perdagangan internasional hiu Appendiks CITES.Berdasarkan ketentuan CITES, penangkapan spesies Appendik II dari habitat alam untuk tujuan perdagangan internasional masih diperbolehkan dengan kontrol yang ketat.

Untuk menindaklanjuti hasil ketentuaIMG 1200n CITES tersebut, penting sekali melakukan pendataan dan monitoring lalu lintas peredaran sirip terutama yang berasal dari keempat jenis hiu yang masuk Appendiks CITES. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan upaya pengelolaan dan implementasi ketentuan CITES, khususnya dalam pendataan, pemantauan, dan pengawasan peredaran perdagangan hiu dan pari yang masuk dalam Appendiks CITES, SDM pengelola baik di pusat dan daerah perlu memahami dan mengenal jenis – jenis hiu dan pari yang masuk Appendiks CITES dan mekanisme pemanfaatannya. Sumber:PBS

 

Anda tidak memiliki akses untuk komentar artikel. Silakan login untuk memberi komentar ...

8376233
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
2423
4982
34468
93590
155352
8376233

IP Anda: 18.207.134.98
Waktu Server: 2019-10-18 11:49:13

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com