Catatan Ringan dari Kunjungan ke Hauraki Gulf Marine Park, Selandia Baru

N ZMPAG dan Direktorat KKJI mengadakan Studi Wisata ke Hauraki Gulf Marine Park, Auckland, Selandia Baru pada 6-13 Agustus 2014. Kegiatan yang diikuti oleh sejumlah kepala daerah dan para pengambil kebijakan daerah ini bertujuan melihat langsung praktek pengelolaan sebuah kawasan konservasi perairan yang dimanfaatkan untuk industri pariwisata. Kegiatan ini juga diikuti oleh staf pemerintah pusat dan seorang jurnalis harian nasional.

Sebuah paradigma baru dalam pengelolaan kawasan konservasi perairan (KKP) adalah bagaimana suatu KKP dapat memberi manfaat tidak hanya bagi ekosistem di wilayahnya tetapi juga bagi para pemangku kepentingannya, dan di saat yang sama KKP tersebut dapat memperoleh sumber pendanaan yang memadai untuk mengelola dirinya secara mandiri dan berkelanjutan.

 

Namun saat ini di Indonesia masih belum ditemukan KKP yang telah mampu memenuhi kebutuhan pendanaannya seperti tersebut di atas. Sementara besarnya biaya yang diperlukan oleh sebuah KKP, seperti untuk pembentukan unit pengelola, dan biaya rutin untuk patroli, gaji pegawai, dll. tidak dapat seluruhnya dipenuhi oleh Kementerian atau Pemerintah Daerah. Artinya, KKP tersebut harus mencari sumber pendanaan lain di luar APBN/APBD.

Dari sekian sumber pendanaan yang ada, pemanfaatan KKP untuk pariwisata dianggap sebagai sumber pendanaan yang paling potensial. Pendapatan yang diperoleh pemerintah daerah dari pariwisata di KKP tersebut harus dikembalikan dalam bentuk anggaran bagi unit pengelola KKP.

Terkait dengan ini, para pengambil kebijakan di daerah berperan sangat penting, terutama dalam menelurkan kebijakan dan peraturan yang mendukung upaya pembangunan pariwisata di KKP mereka. Kalkulasi biaya pengelolaan, sumber-sumber pemasukan dan perundangan yang dibuat untuk memastikan bahwa pemasukan yang berasal dari sektor pariwisata digunakan untuk pengelolaan KKP yang efektif dapat dicapai dengan diterbitkannya peraturan daerah.

Para pembuat kebijakan daerah perlu diajak ke suatu kawasan konservasi perairan yang dikelola secara kemitraan (pemerintah, dunia usaha, LSM, perguruan tinggi, dll.) untuk tujuan pariwisata sehingga kawasan tersebut memberi manfaat bagi para stakeholder-nya. Sebuah studi wisata dianggap sebagai kegiatan yang cocok dengan tujuan ini.

Untuk itu MPAG dan Direktorat KKJI merancang sebuah kegiatan studi wisata ke Taman Laut Teluk Hauraki (Hauraki Gulf Marine Park) di Selandia Baru guna memberikan pengetahuan praktis kepada para pengambil keputusan daerah tentang bagaimana KKP dan industri pariwisata dapat bekerjasama dan dikelola sekaligus memberi manfaat secara ekonomi bagi masyarakat sekitar dan pemerintah daerah.

.................. baca selengkapnya

 

 

 

 

 

Anda tidak memiliki akses untuk komentar artikel. Silakan login untuk memberi komentar ...

7662435
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
3502
5014
8516
97992
129312
7662435

IP Anda: 3.85.143.239
Waktu Server: 2019-05-20 19:50:44

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com