KKP Tetapkan Bambu Laut (Isis spp.) Sebagai Jenis Dilindungi

isis hippurisBelum lama ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) No. 46 tahun 2014 telah menetapkan Bambu Laut (Isis spp) sebagai jenis dilindungi secara terbatas. Perlindungan jenis bambu laut sebagaimana termuat dalam Kepmen KP tersebut adalah perlindungan terbatas berdasarkan periode waktu tertentu selama 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal ditetapkan, yakni tanggal 27 Agustus 2014. Dengan berlakunya Kepmen KP ini, kegiatan pengambilan dan perdagangan bambu laut untuk sementara dihentikan atau tidak diperbolehkan, pengecualian untuk kegiatan penelitian dan pengembangan.

Bambu laut, merupakan biota penyusun terumbu karang kedua sesudah karang batu. Isis spp merupakan salah satu jenis oktokoral yang hidup diperairan tropis Indo - Pasifik. Di Indonesia jenis ini mendominasi perairan Indonesia bagian timur, terutama perairan Sulawesi, NTT, Maluku dan Papua.

 

Bambu laut diketahui mengandung senyawa antivirus dan banyak dimanfaatkan secara umum oleh masyarakat sebagai bahan baku farmasi. Laporan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pangkep bambu laut juga dicari untuk bahan campuran pembuatan keramik porselin. Biota beruas-ruas seperti bambu ini banyak diperdagangkan dan diekspor ke Eropa, Amerika, dan sebagian Asia. Permintaan pasar terbesar adalah dari Cina dan memiliki harga yang tinggi.

Tingginya permintaan pasar mengakibatkan bambu laut banyak diburu dan diperdagangkan oleh masyarakat. Eksploitasi bambu laut di beberapa tempat sudah berlebihan dan sudah membahayakan ekosistem. Disebut merusak karena metode pengambilannya mencungkil untuk mengambil koloninya sehingga merusak karang keras di bawahnya. Hasil kajian dan survey status populasi bambu laut yang dilakukan Peneliti UNHAS dan BPSPL Makassar menunjukan bahwa populasinya sudah jarang ditemukan di perairan Sulawesi. Gubernur Sulawesi pun telah menindaklanjuti hasil kajian dari UNHAS dengan mengeluarkan SK Pelarangan Pemanfaatan Bambu Laut pada Tahun 2009.

Mencegah terjadinya eksploitasi yang berlebihan dan meluasnya kerusakan ekosistem terumbu karang, KKP setelah mendapat rekomendasi ilmiah dari LIPI dan bedasarkan hasil analisis kebijakan akhirnya menetapkan spesies ini menjadi jenis yang dilindungi secara terbatas waktu, menutup sementara pemanfaatan bambu laut selama kurun waktu 5 tahun. Penutupan bertujuan untuk pemulihan dan perbaikan tata kelola (tata niaga) bambu laut. Sehingga diharapkan pasca 5 tahun pemanfaatan bambu laut dapat berkelanjutan dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibanding saat ini.

Unduh: KEPMEN No 46 Tahun 2014 Tentang Penetapan Status Perlindungan Terbatas Bambu Laut (Isis spp.)

 

 

Anda tidak memiliki akses untuk komentar artikel. Silakan login untuk memberi komentar ...

7817632
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
4849
4463
9312
104467
148722
7817632

IP Anda: 34.228.194.177
Waktu Server: 2019-06-24 22:49:43

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com