CTI-CFF Dorong Pengelolaan dan Perlindungan Kawasan Perairan dan Pesisir Secara Berkelanjutan

CTMPAS 1Peluncuran kerangka kerja dan rencana aksi “Sistem Kawasan Konservasi Perairan di Segitiga Terumbu Karang/Coral Triangle Marine Protected Areas System-CTMPAS” digagas oleh CTI-CFF (Prakarsa Segitiga Terumbu Karang untuk Terumbu Karang, Perikanan dan Ketahanan Pangan)

CTI-CFF beranggotan 6 negara kawasan Asia Pasifik (Indonesia, Malaysia, Papua New Guini, Filipina, Kepulauan Solomon dan Timor Leste)

Masyarakat pesisir diharapkan memperoleh manfaat paling besar dari diluncurkannya kerangka kerja dan rencana aksi CTMPAS

Jakarta, Indonesia, 13 Mei 2014 – Di tengah gencarnya eksploitasi sumber daya alam di wilayah perairan laut dan pesisir yang sudah mendekati titik kritis di kawasan Segitiga Terumbu Karang, CTI-CFF akan meluncurkan sebuah kerangka kerja dan rencana aksi Sistem Kawasan Konservasi Perairan Laut Segitiga Terumbu Karang /Coral Triangle Marine Protected Area System (CTMPAS) pada tanggal 13 Mei 2014 mendatang.

Peluncuran CTMPAS mendahului acara Konferensi Terumbu Karang Dunia atau World Coral Reef Conference (WCRC) pada tanggal 14-17 Mei di kota Manado, Sulawesi Utara.

 

Bagi negara-negara kawasan Segitiga Terumbu Karang yang tergabung dalam CTI-CFF, kerangka kerja dan rencana aksi CTMPAS diharapkan dapat menciptakan pengelolaan dan perlindungan kawasan perairan laut dan pesisir yang lebih baik, termasuk memberikan manfaat ekonomis yang besar bagi masyarakat yang tinggal dan menggantungkan hidupnya dari kekayaan sumberdaya alam di kawasan tersebut secara berkelanjutan.

Pemberdayaan masyarakat perairan dan pesisir dalam konteks CTMPAS diharapkan dapat memberikan jaminan kepastian wilayah usaha perairan yang kaya sumber daya alam bagi masyarakat pesisir di kawasan CTI untuk dikelola dan dijadikan sumber mata pencaharian yang mensejahterakan kehidupan mereka. Hal tersebut sesuai dengan salah satu visi dibentuknya CTMPAS yaitu menciptakan pendapatan dan mata pencaharian baru yang lebih memadai, serta menyediakan sumber bahan pangan berbasis perairan bagi masyarakat, sekaligus melestarikan keanekaragaman sumberdaya hayatinya.

Peluncuran Sistem Kawasan Konservasi Perairan Laut Segitiga Terumbu Karang dan Kawasan Konservasi Perairan terpilih, dilakukan di tengah-tengah penyelenggaraan Konferensi Dunia Terumbu Karang di Manado. Peluncuran juga telah mempresentasikan 13 kawasan konservasi yang berada di kawasan segitiga terumbu karang, yang telah dinominasikan oleh keenam negara CTI sebagai kawasan andalan (“flagship sites”) dan kawasan konservasi dalam prioritas pengembangan (“priority development sites” of the CTMPAS). Mewakili Indonesia, Dr. Ahsanal Kasasiah, Kasubdit Jejaring, Data dan Informasi Konservasi, Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan, Ditjen KP3K, Kementerian Kelautan dan Perikanan memaparkan kawasan-kawasan konservasi perairan yang telah dinominasikan oleh Indonesia.

Namun demikian, tentu saja masing-masing negara anggota CTI-CFF memiliki cara pengelolaan tersendiri dalam menjalankan CTMPAS sesuai dengan potensi bio-ekologis, sosial, ekonomi dan budaya, serta tata kelola Kawasan Konservasi Perairan Lautnya.

“Target pelaksanaan dan fungsional CTMPAS secara penuh dicanangkan pada tahun 2020 di seluruh negara anggota CTI-CFF, sehingga kerangka kerja dan rencana aksi CTMPAS menjadi sangat penting untuk segera diadopsi dan diimplementasikan oleh masing-masing negara anggota CTI-CFF – khususnya dalam kerangka pemberdayaan masyarakat,” ujar Prof. Ir. Sjarief Widjaja, Ph.D., FRINA, Ketua IRS (Interim Regional Secretariat/Sekretariat Regional Interim) CTI-CFF yang juga sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Prof. Widjaja juga mengatakan bahwa “Secara teknis, CTMPAS akan memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat baik sosial maupun ekonomi melalui peningkatan kapasitas pendidikan, sumber mata pencaharian alternatif, budaya dan kualitas hidup yang lebih baik, serta peran serta aktif masyarakat dalam mengelola dan melestarikan sumber daya alam perairan,” ujar Sjarief lebih lanjut.

Dalam sambutannya, Alfred Nakatsuma, Direktur Regional bidang Lingkungan USAID Asia menyatakan bahwa “lima tahun yang lalu saya hadir dalam pertemuan inagurasi CTI-CFF, dan saya sekarang melihat bahwa perjalanan kita sudah sangat panjang. Lima tahun yang lalu, para kepala pemerintahan keenam negara anggota CTI-CFF berkumpul untuk membangun kerjasama multilateral dalam kerangka CTI-CFF. Secara khusus saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas kerja kerasnya sebagai Sekretariat Regional Interim CTI”.

Selanjutnya Alfred juga menyampaikan bahwa: “ Saya telah menyaksikan begitu banyak orang yang telah bekerja di dalam pengembangan Sistem Kawasan Konservasi Perairan Laut Segitiga Terumbu Karang. Orang-orang ini telah bekerja keras siang dan malam bersama-sama dengan masyarakat, LSM, dan pemerintah untuk membangun sebuah sistem kawasan konservasi yang terhubung, berdaya lenting dan dengan dukungan pendanaan secara berkelanjutan, yang ditujukan untuk menghasilkan bahan pangan serta peningkatan pendapatan bagi masyarakat pesisir di kawasan segitiga terumbu karang, sambil tetap melakukan pelestarian terhadap kekayaan keanekaragaman hayatinya.

Alfred juga menyampaikan penghargaannya bahwa melalui pengembangan CTMPAS ini telah terbangun begitu banyak kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, LSM, dan mitra lainnya. USAID sangat mengapresiasi upaya ini tidak hanya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan khusus CTI-CFF, tetapi juga dalam rangka mendukung tujuan yang lebih luas dari CTI-CFF.

Diharapkan dengan diluncurkannya kerangka kerja dan rencana aksi Sistem Kawasan Konservasi Perairan di Segitiga Terumbu Karang/Coral Triangle Marine Protected Area System (CTMPAS) ini, seluruh negara anggota dapat menerapkannya di masing-masing negaranya, serta mendapatkan manfaat sebesar-besarnya, khususnya bagi kesejahteraan masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari sumber daya perairan laut dan pesisir di kawasan Segitiga Terumbu Karang.

TENTANG CTI-CFF

 The Coral Triangle Initiative on Coral Reefs, Fisheries, and Food Security (CTI-CFF)/Prakarsa Segitiga Karang untuk Terumbu Karang, Perikanan, dan Ketahanan Pangan adalah kerjasama multilateral dari enam negara yang bekerjasama untuk mempertahankan sumber daya kelautan dan pesisir dengan mengatasi isu-isu penting seperti ketahanan pangan, perubahan iklim, dan keanekaragaman hayati.

 

Melalui wadah CTI-CFF, negara-negara Coral Triangle telah sepakat untuk mendukung konservasi keanekaragaman hayati berbasis masyarakat, pembangunan berkelanjutan, pengentasan kemiskinan dan pembagian manfaat yang berimbang. CTI-CFF mencari solusi untuk mengatasi pengentasan kemiskinan baik melalui pembangunan ekonomi, ketahanan pangan, keberlanjutan sumber penghidupan untuk masyarakat pesisir maupun melalui konservasi keanekaragaman hayati dalam bentuk perlindungan spesies, habitat dan ekosistem.

 

Kunjungi http://www.coraltriangleinitiative.org untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang CTI-CFF.

 

------------------------------

TENTANG WCRC

 

Menindaklanjuti pernyataan bersama pada 12th International Coral Reef Symposium (ICRS) yang diadakan tahun 2012 di Cairns, Queensland, Australia – pemerintah Indonesia menyelenggarakan World Coral Reef Conference (WCRC) 2014 di Manado, Sulawesi Utara. WCRC yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 14-17 Mei dimaksudkan sebagai ajang untuk mempertemukan berbagai perspektif, disiplin ilmu, dan keahlian yang berbeda untuk merintis sebuah konvensi internasional tentang terumbu karang. Para peserta akan hadir dari berbagai negara, mewakili kalangan LSM dan pemerintah, termasuk peneliti akademis, pengusaha wisata/kelautan, dan ahli lingkungan hidup.

Kunjungi http://wcrc2014.org/ untuk mengetahui informasi lebih lanjut tentang WCRC

 

# # #

 

Informasi lebih lanjut hubungi:

Arwandrija Rukma, Regional Coordinator

CTI-CFF Interim Regional Secretariat

 

Email: This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Mobile: +62 8111 831144

website: http://coraltriangleinitiative.org

 

 

 

Anda tidak memiliki akses untuk komentar artikel. Silakan login untuk memberi komentar ...

8097398
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
4852
4263
4852
120210
133107
8097398

IP Anda: 18.232.124.77
Waktu Server: 2019-08-25 21:03:42

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com