Dubes AS puji perlindungan pari manta Indonesia

dubes mantaJakarta  - Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert Blake, memuji langkah pemerintah Indonesia memberikan perlindungan terhadap pari manta secara penuh.
Bulan Januari lalu, Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Keputusan Menteri KP Nomor 04 tahun 2014 tentang Penetapan Status Pari Manta, menetapkan pari manta karang (Manta alfredi) dan manta oceanic (Manta birostris) sebagai ikan yang dilindungo karena terancam punah.

"Itu langkah yang sangat penting. Saya ingin memuji pemerintah dan kementerian yang telah mengambil langkah ini. Ini
menunjukan mereka sangat peduli dengan keadaan ini dan perlindungan spesies ini," kata Blake saat ditemui di @America, Kamis (24/4) malam.

Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati di laut. Blake melihat banyak wisatawan dari seluruh dunia, termasuk AS, datang ke Indonesia untuk melihat dan menyelam bersama pari manta.

"Indonesia dan AS telah bekerja sama untuk masalah kelautan. Kami telah mengembangkan program senilai 25 juta dolar AS untuk program kelautan di tiga elemen," lanjut Blake.

Program itu adalah membuat perikanan yang berkelanjutan di Indonesia sehingga mendapatkan persediaan makanan yang berkelanjutan, membantu masyarakat pesisir untuk bisa menghadapi bencana alam dan perubahan iklim dengan lebih baik, dan mengembangkan sistem yang bisa mengembangkan area kelautan yang dilindungi.

Blake juga menekankan pentingya penegakan hukum bagi pihak yang masih menangkap pari manta.

Penetapan status perlindungan pari manta ini telah mendapatkan rekomendasi ilmiah dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan melalui serangkaian tahapan yang diatur dalam Permen KP 35 Tahun 2013 tentang Tata Cara Penetapan Status Perlindungan Jenis Ikan. Dalam satu tahun sekitar 900-1.300 pari manta ditangkap.

Dirjen Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sudirman Saad mengatakan penangkapan berlebihan pari manta terjadi akibat tingginya permintaan konsumsi di luar  negeri, terutama China.

Lokasi utama populasi pari manta adalah Berau (Kalimantan Timur). Pulau Komodo, Lamakera, Lamalera (Nusa Tenggara Timur), Raja Ampat (Papua), dan Nusa Penida (Bali).(*) Sumber: ANTARA News

 

 

Komentar  

 
#1 miftahgeekaria34 2014-04-29 11:03
negeri lain aja sampai memuji kinerja pemerintahan kita, kenapa justru bangsa indonesia sendiri yang merendahkan kinerja bangsa sendiri?
 

Anda tidak memiliki akses untuk komentar artikel. Silakan login untuk memberi komentar ...

7932039
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
1886
4038
5924
87958
130916
7932039

IP Anda: 35.171.183.163
Waktu Server: 2019-07-22 10:45:59

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com