20 Ekor Lumba-lumba Diselamatkan Nelayan Sabu

20 ekor lumba-lumba diselamatkan nelayan sabuMerdeka.com - 20 ekor lumba-lumba terdampar di Pulau Sabu, Pantai Wuihebo, Kecamantan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, berhasil diselamatkan sekelompok nelayan setempat, Senin (14/4).

Hal ini dibenarkan oleh Bupati Sabu Raijua Marthen Luther Dira Tome, seperti dilansir dari Antara, Rabu (16/4). Menurut dia, lumba-lumba itu diselamatkan setelah diduga terseret arus keras.

"Saat itu air laut surut. Ketika ditemukan, kawanan lumba-lumba itu masih dalam keadaan hidup sehingga langsung dilepas kembali ke laut oleh nelayan yang menemukan," katanya.

Sebelumnya beberapa waktu yang lalu sekitar 40 ekor paus biru (mamalia laut yang dilindungi) juga ditemukan terdampar dan sebagiannya mati di wilayah pantai Pulau Sabu.

Diduga habibat mereka sudah tercemar akibat ledakan kilang minyak Montara di Laut Timor pada 21 agustus 2009 yang hingga kini belum ada upaya untuk merestorasinya.

Hal itu di jelaskan oleh Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB) yang juga pemerhati masalah laut timor, Ferdi Tanoni.

"Berdasarkan penelitian para ahli dari Australia, hampir 90 persen wilayah perairan Indonesia di Laut Timor sudah tercemar minyak mentah (Crude oil) serta zat beracun lainnya yang dimuntahkan dari kilang Montara serta zat beracun dispersant yang di semprotkan Otorita keselamatan maritim Australia (AMSA) untuk menenggelamkan tumpahan minyak ke dasar Laut Timor, " jelas Ferdi Tanoni yang juga merupakan mantan agen imigrasi kedutaan besar Australia.

Dia juga menegaskan, upaya restorasi serta pemulihan kembali wilayah perairan yang tercemar menjadi sebuah keharusan yang patut dilakukan oleh perusahaan pencemar PTTEP Australasia dengan melibatkan para ahli kelautan dari Australia dan Indonesia serta negara-negara lain untuk melakukan sebuah penelitian ilmiah guna mengetahui tingkat pencemarannya.

Penelitian ilmiah yang indenpenden ini dinilai sangat penting untuk mengetahui kadar kerusakan ekosistem laut serta tingkat pencemaran minyak sebagai bahan dasar untuk melakukan restorasi, seperti yang dilakukan Amerika Serikat atas kasus pencemaran minyak di Teluk Alaska dan Meksiko beberapa tahun yang lalu.

"Wilayah perairan Laut Timor dan Kawasan Konservasi Laut Sawu merupakan habibatnya mamalia laut seperti paus biru dan lumba-lumba laut, sehingga perlu dipulihkan guna menghindari kepunahan mamalia yang dilindungi tersebut," ujar Ferdi Tanoni.

sumber: www.merdeka.com

Anda tidak memiliki akses untuk komentar artikel. Silakan login untuk memberi komentar ...

8240075
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
2003
4813
2003
112784
150103
8240075

IP Anda: 100.26.182.28
Waktu Server: 2019-09-22 10:54:05

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com