11 Negara Ikuti Pelatihan Penyelamatan Mamalia laut Bertaraf Internasional di Bali

11 NegaraSenin (25/11), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerjasama dengan Indonesian Biodiversity Research Center (IBRC), Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI), dan Ocean Park Foundation menyelenggarakan pelatihan penyelamatan mamalia laut terdampar di Denpasar, Bali. Pelatihan bertaraf internasional yang diselenggarakan selama 4 hari ini diikuti oleh peserta dari 11 negara, diantaranya China, Hong kong, Bangladesh, Myanmar, Philipines, Malaysia, Sri lanka, USA, India, Cambodia, Singapore dan Indonesia sendiri. Pelatihan yang dibuka oleh Direktur Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan, Ir. Agus Dermawan, M. Si ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumberdaya manusia dan memperkuat jejaring dalam upaya penyelamatan mamalia laut yang terdampar.

 

Satu hal penting yang harus menjadi perhatian kita bersama, banyak paus dan lumba-lumba yang terdampar dalam kondisi hidup tidak dapat diselamatkan dan berujung pada kematian. Hal ini dapat disebabkan karena lambannya penanganan di lapangan dan kesalahan prosedur penanganannya. Selain itu, paus dan lumba-lumba yang terdampar dalam kondisi mati banyak mengandung bakteri berbahaya yang dapat mengancam kesehatan masyarakat dan lingkungan, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah penanganan di lapangan.

IMG 8333IMG 8339 

Sebagai negara yang perairannya merupakan habitat dan jalur migrasi mamalia laut, pemerintah Indonesia telah melakukan langkah – langkah dalam penanganan mamalia laut yang terdampar. Pemerintah Indonesia dalam hal ini Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan (KKJI) – KKP telah menyusun panduan penanganan mamalia laut terdampar di Indonesia. Selain itu pada tahun 2013 ini, Dit. KKJI telah melaksanakan pelatihan dan pembentukan jejaring penyelamatan mamalia laut terdampar di 4 Propinsi yakni di Denpasar – Bali, Kupang – NTT, Balikpapan – Kaltim, dan Serang – Banten. Tahun sebelumnya, Indonesia telah tergabung dalam jejaring regional penyelamatan mamalia laut terdampar bersama Hongkong, Malaysia, Filipina, dan negara lainnya.

Dengan adanya pelatihan langkah-langkah penanganan terhadap mamalia laut terdampar, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi mamalia laut. Masyarakat diharapkan dapat menangani penyelamatan mamalia laut terdampar yang masih dalam keadaan hidup serta dapat menangani secara benar terhadap mamalia laut terdampar yang sudah dalam keadaan mati.

 

 

 

Anda tidak memiliki akses untuk komentar artikel. Silakan login untuk memberi komentar ...

8626854
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
2573
5865
38499
38499
153895
8626854

IP Anda: 3.231.229.89
Waktu Server: 2019-12-07 13:27:44

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com