DSCP Indonesia Gelar Pelatihan Metode Survei dan Pemantauan Dugong dan Lamun di Ogotua, Toli-toli, Sulawesi Tengah

Sebagai tindaklanjut pelaksanaan Dugong and Seagrass Conservation Project (DSCP), guna meningkatkan kesadaran nasional dan penelitian tentang dugong dan lamun di Indonesia (ID-2). DSCP Indonesia menggelar Pelatihan Metode Survei dan Pemantauan Dugong dan Lamun pada 3-5 Februari 2017 di Komplek Pelabuhan Perikanan Ogotua, Toli-toli, Sulawesi Tengah. Pelatihan ini diikuti oleh lebih kurang 40 peserta yang berasal dari perwakilan pemerintah daerah dan masyarakat dari 4 lokasi percontohan, yaitu Alor-Nusa Tenggara Timur, Kotawaringin Barat- Kalimantan Tengah, Bintan-Kepulauan Riau dan Toli-toli-Sulawesi Tengah, serta perwakilan dari Unit Pelaksana teknis Ditjen PRL Kementerian Kelautan dan perikanan, yakni Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan laut (BPSPL) Padang, Pontianak, Denpasar dan Makassar. Kegiatan ini merupakan seri lanjutan pelatihan serupa yang digelar pada tingkat nasional pada 30 Januari – 1 Februari 2017 di Jakarta

 dscp dugong1

 

Selengkapnya...

Pelatihan Metode Survei dan Pemantauan Dugong dan Habitatnya (Lamun)

Dugong (Dugong dugon) atau duyung adalah salah satu dari 35 jenis mamalia laut yang dijumpai tersebar di Perairan Indonesia. Satwa yang sering ditemui di habitat padang lamun ini dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999. Di mata dunia pun dugong termasuk dalam Daftar Merah IUCN (the International Union on Conservation of Nature) sebagai satwa yang "rentan terhadap kepunahan", serta termasuk ke dalam Apendiks I CITES (the Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora). Hal ini berarti dugong merupakan satwa yang dilindungi penuh dan tidak dapat diperdagangkan atau dimanfaatkan dalam bentuk apapun.

 

Pelatihandugong 1

 Foto Bersama "Pembukaan Pelatihan Metode Survei dan Pemantauan Dugong dan Padang Lamun",

30 Januari 2017 di P2O LIPI, Ancol Jakarta" (foto: Prabowo)

 

Upaya peningkatan efektivitas konservasi dugong dan padang lamun di Indonesia yang dilakukan oleh pemerintah mendapat dukungan hibah dari Global Environtment Facility (GEF) yang diinisiasi bersama United Nation Environment Programme – Convention on the Conservation of Migratory Species (UNEP-CMS) bekerjasama dengan Mohammed bin Zayed Species Conservation Fund (MbZ) melalui program Dugong and Seagrass Conservation Project (DSCP). Program ini merupakan proyek regional yang dilakukan di tujuh negara (implementing project partners) diantaranya: Indonesia, Madagaskar, Malaysia, Mosambique, Sri Lanka, Timor Leste, dan Vanuatu.

Selengkapnya...

8 Penyu yang Terjaring Pukat Nelayan Dilepas ke Laut


Lepas Liar bersamaBAA, KOMPAS.com; Delapan ekor penyu yang terjaring nelayan di Desa Oenggae, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilepas kembali ke laut oleh Balai Kawasan Koservasi Perairan Nasional (BKPN) Kupang, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT dan The Nature Conservancy (TNC) Indonesia serta pemerintah daerah setempat, Rabu (7/9/2016).

Selengkapnya...

Deklarasi Penerapan Kearifan Lokal Hoholok/Papadak di Kab.Rote Ndao, Propinsi NTT

Dekalarasi RoteSebuah sejarah baru ditorehkan Pemerintah Daerah Kabupaten Rote Ndao saat mendeklarasikan lembaga adat pengawas atau penjaga di laut dengan sebutan Hoholok/Papadak dan mengukuhkan Manaholo atau penjaga, Rabu (7/9/2016) di pantai Kolla, Nggodimeda, Rote Tengah Manaholo yang dikukuhkan sebanyak 48 orang,  berasal dari tiga (3) wilayah eks Nusak/ kerajaan, yakni Nusak Landu, Nusak Termanu,dan Nusak Dengka.

Selengkapnya...

KKP dan SEAFDEC gelar CITES Non-Detriment Findings (NDFs) Workshop di Jakarta

Kementerian kelautan dan perikanan, dalam hal ini direktorat konservasi dan keanekaragaman hayati laut (KKHL), Ditjen PRL dan Pusat Penelitian dan Pengembagan Perikanan, BalitbangKP menggelar Workshop CITES Non-Detriment Findings (NDFs) Workshop di Kantor KKP pada tanggal 26-27 Juli 2016. Workshop ini merupakan agenda tindaklanjut pertemuan SEAFDEC sebelumnya dan berdasarkan surat dari SEAFDEC SCI300616 tanggal 30 Juni 2016 lalu.

Pertemuan ini bertujuan untuk menyiapkan dokumen NDF untuk spesies hiu dan pari yang telah masuk dalam daftar appendix 2 CITES. Workshop ini juga menjadi forum bagi seluruh negara anggota SEAFDEC dalam mengumpulkan informasi terkait CITES Species NDFs, dimana masing-masing perwakilan negara akan melakukan paparan terkait hal tersebut. Selanjutnya, hasil workshop ini akan menjadi bagian dari informasi pendukung terhadap kegiatan "sharks data collection" yang telah dilakukan selama satu tahun periode 2015-2016 oleh Indonesia dengan lokasi landing site di cilacap dan aceh, sekaligus memformulasikan suatu rekomendasi terkait pengelolaan dan pendataan Sharks NDFs yang lebih baik bagi seluruh negara anggota SEAFDEC.

workshop ndf

 

Selengkapnya...

5341515
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
237
2983
19454
67125
96937
5341515

IP Anda: 54.161.91.76
Waktu Server: 2017-09-23 03:32:36

 

Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan

Direktorat Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com