Data Kawasan Konservasi

Data Kawasan Konservasi

  • Bali
  • Klungkung
  • Kawasan Konservasi Perairan Nusa Penida Kabupaten Klungkung
  • Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No 24 Tahun 2014

    Peraturan Bupati Klungkung Nomor 12 Tahun 2010

  • Kawasan Konservasi Perairan Daerah
  • 20,057.00
  • VI
  • 0
  • 0
  • kuning

  • 100 100 80 71 33
  • KKP Nusa Penida dibentuk dengan salah satu tujuannya itu perikanan yang berkelanjutan selain pariwisata yang berkelanjutan dan perlindungan keanekaragaman hayati laut. Di dalam KKP diatur zona-zona seperti zona inti yang gunanya untuk melindungi tempat-tempat ikan berpijah dan bertelur sehingga zona ini sama sekali tidak boleh diganggu.
    Sementara itu zona perikanan berkelanjutan diperuntukkan agar nelayan Nusa Penida tetap dapat menangkap ikan, tentunya dengan alat tangkap dan cara-cara yang ramah lingkungan. Menangkan ikan dengan cara merusak seperti bom dan potasium-sianida dilarang digunakan di dalam KKP Nusa Penida. Sementara zona lainnya juga
    berperan di dalam melindungi terumbu karang, hutan bakau dan padang lamun yang merupakan ekosistem penting pesisir dimana ikan dan biota laut lainnya bereproduksi, bertelur, berlindung dan mencari makan di dalamnnya. Jika ekosistem ini rusak maka ikan akan semakin berkurang dan akan berdampak
    kepada nelayan Nusa Penida.

  • images/FotoKawasan/Nusa Penida.jpg
  • Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi. Wilayah ini termasuk dalam segitiga terumbu karang dunia (the global coral triangle) yang saat ini menjadi
    prioritas dunia untuk dilestarikan. Keanekaragaman Ikan Karang dan Biota Lainnya. Kawasan ini memiliki 576 jenis ikan, 5 diantaranya jens ikan baru

  • Kecamatan Nusa Penida termasuk ke dalam wilayah administrasai Kabupaten Klungkungm Provinsi Bali. Kecamatan ini memiliki luas sekitar 20.300 hektar yang terdiri dari 3 pulau utama yaitu Nusa Penida, Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan. Kecamatan Nusa Penida merupakan satu-satunya kecamatan di kabupaten Klungkung, bahkan di propinsi Bali. Kecamatan Nusa Penida memiliki garis pantai sekitar 70 km dari 90 km yang dimiliki oleh Kabupaten Klungkung.

    Titik Koordinat Batas Luar KKP Nusa Penida :
    Batu Nunggul : 115034’37.10” BT – 8039’14.43” LS.
    Batu Abah : 115039’41.36” BT – 8046’25.54” LS.
    Sekartaji : 115035’32.37” BT – 8051’39.59” LS.
    Sakti : 115026’6.53” BT – 8045’46.33” LS.
    Lembongan : 1150024’13.28” BT – 8041’5.82” LS.
    Jungut Batu : 115026’42.52” BT – 8038’34.63” LS.

  • KKP Nusa Penida terletak di kecamatan Nusa Penida dan relatif mudah dicapai. Kecamatan kepulauan ini terletak tidak lebih dari 15 mil laut dari pulau utama Bali. Calon KKP Nusa Penida dapat dicapai dari 5 tempat yaitu Sanur, Pelabuhan Benoa, Kusamba, Tanjung Benoa dan Padang Bai.
    Banyak terdapat sarana tranportasi dan public-boat setiap harinya yang mengantar penumpang dari dan ke kecamatan Nusa Penida baik pada pagi, siang dan sore hari. Calon KKP Nusa penida dapat dicapai sekitar 40 menit dengan menggunakan speedboat double enggin 85 PK. Terdapat pelabuhan ferry di Nusa penida tempat bersandarnya kapal Roro dari Padang Bai (karangasem).

  • Ditinjau dari segi iklim Kabupaten klungkung termasuk daerah yang beriklim tropis, Bulan - bulan basah antara wilayah klungkung yang ada di daratan bali dan wilayah nusa penida berbeda. Bulan - bulan basah di daratan klungkung dalam tahun 1997 selama 10 bulan, dan di kecamatan Nusa Penida bulan - bulan hujan 10 bulan dengan curah hujan 924 mm.

  • Perairan Nusa penida termasuk Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI 2). Kondisi perairan Nusa Penida dipengaruhi oleh arus ITF dari Samudera Pacific ke Samudera Hindia hal ini mempengaruhi sebaran plankton, kelimpahan ikan, dan struktur komunitas terumbu karang. Perairan Nusa Penida dikenal memiliki arus yang cukup kuat. Suhu perairan di Nusa Penida berkisar antara 250C-280C.

  • Kecamatan Nusa Penida yang memiliki tiga pulau utama yaitu Nusa Penida, Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan yang semuanya dikelilingi oleh terumbu karang tepi (fringing reef) dengan luas 1600 hektar . Berdasarkan kajian ekologi laut secara cepat yang dilakukan oleh ahli karang dunia Dunia- Dr. Emre turak dari Australia pada bulan Nopember 2009, ditemukan sekitar 296 jenis karang di perairan Nusa Penida.
    Luas hutan Bakau di Kecamatan Nusa Penida sekitar 230 hektar yang terdapat di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan. Untuk hutan mangrove dijumpai 13 jenis mangrove dan 7 tumbuhan asosiasi. Hutan mangrove tersebut berfungsi sebagai sumber perikanan, ekowisata, pelindung alami pantai dan penyerep karbondioksida. Padang lamun di kecamatan Nusa Penida memiliki luas sekitar 108 hektar, Padang lamun ini umumnya terdapat di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan.
    Di perairan Nusa Penida terdapat 567 jenis ikan. 5 diantaranya jenis baru. Kelompok ikan yang terdapat di perairan Nusa Penida adalah ikan karang, ikan pelagis dan ikan dasar. Mamalia laut seperti paus dan lumba-lumba juga kadang melintasi di perairan Nusa Penida, bahkan di sebelah barat Nusa lembongan beberapa kali dijumpai dugong yang muncul ke permukaan. Di perairan Nusa Penida, paling tidak dijumpai 2 jenis penyu yaitu penyu hijau (green turtle) dan Penyu sisik (hawksbill turtle). Beberapa pantai di Nusa Lembongan dan Nusa Ceningan diduga sebagai lokasi penyu bertelur.
    Ikan laut dalam seperti Ikan Mola-Mola (sunfish) muncul di perairan Nusa penida sekitar bulan Juli-September setiap tahunnya. Beberapa lokasi perairan Nusa Penida yang menjadi cleaning station bagi ikan Mola Mola seperti Crystal Bay (Desa Sakit), Ceningan wall (Desa Lembongan), Batu Abah (Desa Pejukutan) , dan Sental (Desa Ped). Lokasi -lokasi tersebut menjadi lokasi penyelaman favorit saat Mola-Mola tiba.
    Perairan di kecamatan Nusa Penida juga merupakan rumah bagi ikan pari manta. Ikan ini sering dijumpai berkelompok 3 - 4 ekor. Tidak seperti ikan mola-mola yang memiliki musim kemunculan, ikan pari manta dapat dijumpai sepanjang tahun di perairan Nusa penida. Lokasi tempat biasa ikan pari manta ditemukan dikenal dengan sebutan Manta Point. Lokasi penyelaman ini terdapat di sekitar Batu Lumbung (Desa Batu Kandik).

  • Mayoritas masyarakat Nusa Penida adalah suku Bali beragama Hindu. Terdapat suku desa muslim dari 16 desa dinas yaitu desa Toyapakeh. Penduduk Toyapakeh dulunya nenek moyang mereka berasal dari Jawa dan Lombok. Populasi penduduk sekitar 50.000 jiwa yang mendiami 3 pulau di kecamatan Nusa Penida.
    Di kecamatan Nusa Penida, terdapat 4 sekolah setingkat SMU, 3 sekolah setingkat SMP dan puluhan sekolah SD. Saat ini sudah ada Universitas kelas jauh yang dilakukan di kantor kecamatan Nusa Penida guna menampung lulusan SMU Nusa Penida mencapai jenjang pendidikan strata S1.
    Terdapat beberapa pura besar di Nusa Penida seperti Pura Batu Medau dan Pura Giri Putri. Selain itu terdapat pura sentral di pulau Bali yang terdapat di Nusa Penida yaitu pura Sad -Khayangan Ped. Masyarakat Nusa Penida melaksanakan Nyepi Segara setiap tahunnya untuk menghormati laut dan memberi kesempatan kepada laut untuk beristirahat. Nyepi Segara juga merupakan bentuk pelaksanaan ajaran Tri Hita Karana terutama menjaga keseimbangan antara manusia dengan alam.
    Aturan adat di Nusa Penida dituangkan dalam awig-awig (hukum adat) yang dihasilkan dari kesepakatan (pararem) bersama. Di Desa Lembongan terdapat awig-awig terkait pesisir dan laut seperti pelarangan penebangan bakau dan pengambilan pasir laut.

  • Mata pencaharian utama masyarakat Nusa Penida adalah pertanian rumput laut, wisata bahari, perikanan dan peternakan. Matapencaharian lainnya seperti pertanian, berdagang, serta sektor swasta dan pemerintahan.

  • Terdapat sekitar 100 nelayan di kecamatan Nusa Penida. Desa yang memiliki jumlah nelayan terbanyak adalah Batununggul dan Suana. Lokasi penangkapan ikan oleh nelayan pada umumnya pada kedalaman 40 - 200 meter dan jarak terjauh sekitar 5 mil dari daratan, bahkan hingga ke Lombok. Tangkapan nelayan pada umunya ikan tongkol, languan, kokak/kerapu, hiu, cakalang dan lainnya. Wilayah penangkapan untuk ikan ekspor seperti kokak berada di timur nusa penida dan selatan Nusa Penida, sementara lokasi penangkapan ikan-ikan unutk dikonsumsi sendiri seperti tongkol berada di sebelah utara dan Barat Nusa Penida.

  • Pendekatan Konservasi KKP Nusa Penida melalui beberapa tahapan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang mendukung perikanan yang berkelanjutan antara lain : 1) Pembentukan Kelompok Kerja KKP Nusa Penida. 2) Pengumpulan data ekologi, sosial - ekonomi, dan oceanography melalui survey dan monitoring. 3) Sosialisasi (tingkat FGD, desa, kecamatan, dan kabupaten) 4) Penetuan batas luar beserta dengan zonasi. 5) Pencadangan KKP Nusa Penida oleh Bupati Klungkung.

    Pascapencadangan, sudah banyak upaya yang dilakukan dalam pengelolaan kawasan konservasi ini, antara lain pembentukan pokja nusa Penida, penyusunan zonasi kawasan, monitoring sumberdaya, penyusunan profil perikanan, penyusunan profil wisata bahari dsb.

  • Kekayaan hayati laut Nusa Penida telah membawa manfaat ekonomi dan jasa lingkungan bagi Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung dan Propinsi Bali. Terumbu karang (coral reef), hutan bakau (mangrove), ikan pari manta (manta ray), ikan mola-mola (sunfish), penyu (sea turtle), lumba-lumba(dolphin), Hiu (shark) dan Paus (whale) merupakan atraksi menarikbagi wisata bahari.
    Terdapat lebih dari 20 titik lokasi penyelaman di perairan Nusa Penida dengan beberapa lokasi penyelaman favorit seperti Crystal Bay, Manta Point, Ceningan Wall, Blue Corner, SD-Sental, Mangrove-Sakenan, Gemat Bay, dan Batu Abah, Terdapat 3 cruises besar di Nusa Penida yang masing-masing memiliki pontoon seperti Bali Hai, Bounty dan Quick-Silver yang rata-rata membawa turis 200 orang per hari.
    Wisata Bahari lainnya di Nusa Penida seperti surfing, snorkeling, sailing, fishing, flying fish, Para -Sailing, kayaking dan sea- walker. Terdapat 6 penyelam operator base di Nusa Lembongan dan Nusa Penida. Diperkirakan sekitar 200.000 turis dating berkunjung ke Nusa Penida setiap tahunnya. Puncak jumlah kunjungan palingramai di Nusa Penida (peak-season) adalah bulan Agustus - September, sementara bulan paling sepi (low-season) bulan Januari - Februari.

7128819
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
2505
2522
2505
55747
100339
7128819

IP Anda: 54.221.147.93
Waktu Server: 2018-12-16 20:09:08

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com