Data Kawasan Konservasi

Data Kawasan Konservasi

  • Jawa Timur
  • Sumenep
  • Kawasan Konservasi Perairan Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur
  • Peraturan Bupati Sumenep Nomor : 08 Tahun 2010

  • Kawasan Konservasi Perairan Daerah
  • 118,406.20
  • VI
  • 070 6' 07.1" LS
  • 1150 59' 17.2" BT
  • Merah

  • 100 0 0 0 0
  • Meski baru dicadangkan pada Tahun 2010 melalui SK Bupati, kawasan ini telah melalui proses yang panjang dalam kaitannya dengan kegiatan konservasi. Misalnya, pada Tahun 1996/1997 dilakukan study kelayakan oleh BAPPEDA Prov. Jatim yang penghasilkan rekomendasi pembentukan daerah sepanjang dan sekitarnya sebagai taman laut nasional.
    Surat Gubernur Jatim tgl. 05 Desember 1997Nomor : 050/2583/201.3/1997 serta rekomendasi Bupati W tanggal 17 Desember 1997 Nomor: 050/403/444.201/1997 perihal Rekomendasi Taman Nasional Laut di Kepulauan Sepanjang dan sekitarnya, telah diusulkan menjadi Taman Laut Nasional di Jawa Timur.

    Dicadangkanmelalui SK Bupati dengan rencana aksi sebagai berikut :
    • Review rencana zonasi Kawasan Konservasi Perairan Daerah
    • Pembentukan kelembagaan pusat Tradisi Maritim Sepanjang oleh para Kades di Kec. Sapeken
    • Kunjungan lapangan dan finalisasi program aksi 2013 sampai dengan 2017 bersama mitra Prancis (Best Metropole)
    • Instalasi batas-batas fisik kawasan konservasi
    • Pengusulan penetapan KKPD kepada Menteri Kelautan dan Perikanan

  • images/FotoKawasan/sepanjang.jpg
  • Pulau Sepanjang termasuk kedalam Kecamatan Sepekan, Kabupaten Sumenep Provinsi Jawa Timur. Wilayah perairan Kepulaun Spanjang dan sekitarnya sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah seluas ± 118.406.2 hektar yang terletak pada koordinat 060 480 - 070 80 LS dan 1150 480 - 1150 530 BT. Dasar hukum penetapan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Kabupaten Sumenep adalah SK Bupati No. 8 Tahun 2010 yang dikeluarkan pada tanggal 3 Mei 2010. Pemamfaatan Kawasan Konservasi Laut Daerah Kabupaten Sumenep diprioritaskan untuk melindungi potensi perikanan dan kelautan secara berkelanjutan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat, budidaya yang ramah lingkungan dan wisata bahari.

  • Pulau Sepanjang terletak di bagian Timur gugusan kepulauan Kangean dengan posisi disisi utara Pulau Bali termasuk dalam wilayah Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep Propinsi Jawa Timur. Pulau Sepanjang memiliki luas wilayah 103.4.km2 (10340 Ha), terdiri atas dua desa yakni desa Tanjung Kiaok dan desa Sepanjang. Secara geografis Pulau Sepanjang terletak pada posisi 070 6' 07.1" Lintang Selatan dan 1150 59' 17.2" Bujur Timur, dan berada pada ketinggian maximum 13 m di atas permukaan air laut.

  • Untuk mencapai Pulau Sepanjang dapat ditempuh dari Sumenep melalui pelabuhan penyeberangan Kalianget di Sumenep. Waktu tempuh ± 8 jam dengan menggunakan Kapal penumpang milik Pemerintah Kabupaten Sumenep yaitu Dharma Sumekar, dengan jadwal pelayaran setiap hari satu kali kecuali hari Selasa dan Kamis. Jam keberangkatan yaitu jam 21.00 WIB turun di Pelabuhan Bilis-Bilis Kangean Kec. Arjasa. Selain dengan kapal penumpang ada juga pelayaran lainnya yaitu dengan Kapal Perintis dengan rute Banyuwangi - Kalianget - Batu Guluk (Arjasa) - Sapeken pulang pergi. Jadwal pelayaran adalah dalam 1 minggu 2 kali yaitu setiap hari Sabtu dan Rabu. Dari Bilis-bilis bisa dianjutkan dengan kapal kayu nelayan atau kapal tradisional menuju Sapeken, yang dilanjutkan ke Pulau Sepanjang yang ditempuh sekitar 6-8 jam. Adapun alternatif lain jalur darat menuju ke ujung Pulau Kangean yaitu Kayu Waru yang dapat ditempuh sekitar 1 jam selanjutnya dengan kapal tradisional/ kapal nelayan ke Sapeken-Sepanjang dengan waktu tempuh 3 jam perjalanan.

  • Tinjauan posisi geografis pulau Sepanjang yang merupakan bagian dari Gugus Pulau Kangean dengan posisi yang mendekati garis khatulistiwa ke arah selatan, memberi ciri (karakteristik) pada pola iklim setempat yang cenderung kering (curah hujan rata-rata per tahun kurang dari 2000 mm/tahun).
    Berdasarkan penelaahan data iklim tersebut dapat ditunjukan bahwa curah hujan rata-rata tahunan di Pulau Sepanjang sekitar 1.924 mm/tahun dengan jumlah hari hujan rata-rata sekitar 106 hari. Suhu udara harian rata-rata tercatat sebesar 240C - 350C dan kelembaban udara relatif sekitar 84 %. Suhu minimum 24,40C terjadi pada bulan Januari dan suhu maksimum 27,20C terjadi pada bulan Mei, sedangkan suhu rata-rata tahunan adalah 27,80C. Kelembaban udara berkisar antara 76 % - 86 % dimana kelembaban terendah terjadi pada Bulan Agustus dan kelembaban pada Bulan Mei.

  • Pulau Sepanjang yang merupakan bagian Gugus Pulau Kangean dikelilingi oleh perairan, dimana disebelah Barat dan Utara berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah Timur dan Selatan berbatasan dengan Laut Bali. Secara umum dapat dikatakan bahwa perairan laut yang mengelilingi Gugus Pulau Kangean di sebelah Utara dan barat adalah perairan yang dangkal dengan kedalaman laut sampai dengan batas 4 mil berkisar antara 2 - 70 km. Sedangkan perairan sebelah Timur dan Selatan merupakan perairan dalam, dimana kedalaman laut sampai batas 4 mil berkisar antara 2-190 meter.
    Kecepatan arus di sekitar Pulau Sepanjang di permukaan berkisar antara 0.56 - 0.95 m/s sedang arus di dasar laut berkisar antara 0.29 - 0.42 m/s. Tinggi gelombang laut sangat tergantung pada kondis cuaca dan musim yang terjadi. Distribusi tinggi gelombang aut disekitar Pulau Sepanjang rata-rata berkisar antara 0.5 - 3.4 m. Suhu air berkisar antara 28,2 0C di permukaan hingga 21,6 0C pada kedalaman sekitar 100 m. Sedang suhu udara berkisar antara 200C - 340C.

  • Tumbuhan di pulau Sepanjang dijumpai dalam dua kawasan utama, yaitu kawasan pantai bagian Timur dan Utara serta di kawasan pantai bagian Barat dan sekitarnya. Kawasan pantai bagian Timur dan Utara merupakan daerah tertutup dengan gelombang yang relative kecil. Sepanjang pantai Utara banyak terdapat teluk dengan pantai yang landai dan dangkal, dengan jenis substrat dasar yang teramati berupa pasir berlumpur. Kondisi tersebut sangat sesuai dengan karakteristik lingkungan yang dibutuhkan oleh mangrove sehingga menjadikan pantai bagian Timur dan Utara pulau Sepanjang didominasi oleh vegetasi mangrove.
    Sedikitnya terdapat 12 jenis pohon yang menyusun komunitas mangrove di pulau Sepanjang. Sepuluh jenis diantaranya merupakan vegetasi penyusun hutan mangrove mayor dan minor, sedangkan 2 jenis lainnya merupakan jenis vegetasi daratan yang mampu tumbuh pada kondisi berpasir. Jenis-jenis vegetasi tersebut, Bruguiera gymnorrhiza, Bruguiera sp., Casuarina equisetifolia, Ceriops decandra, Ceriops tagal, Excoecaria agallocha, Phempis ocidula, Rhizophora mucronata, Rhizophora stylosa, Tamarindus sp, Thespesia populnea, Xylocarpus moluccensis.
    Topografi dasar perairan di pulau Sepanjang cenderung landai dengan kedalaman rataan terumbu dengan tingkat keragaman dan penutupan yang relative tinggi di 5-15 meter. Terdapat formasi berupa hamparan berbagai karang massif, sumasif, bercabang, karang lunak, hydrid, dan beberapa karang daun dalam populasi rapat dan luasan cukup besar. Dasar terdalam sekeliling hamparan terumbu karang dalam berpasir dengan lebih sedikit tutupan terumbu dan hidup dalam kelompok yang terpisah.
    Keanekaragaman ikan yang dijumpai di perairan sepajang sangat bervariasi antara ikan hias dan ikan ekonomis khas terumbu karang, jumlah jenis ikan yang dijumpai 64 spesies dengan 2100 ekor diluar jumlah juvenile. Dijumpai berbagai jenis juvenile dalam jumlah besar di perairan sekitar karang yang mengindikasikan bahwa kawasan karang di pulau Sepanjang masih memiliki fungsi sebagai daerah pemijahan dan perawatan (spawning ground dan nursery ground). Terdapat 6 jenis ikan dijumpai dalam kelimpahan besar (> 80 ekor) dari jenis Dascyllus reticulatus, Dascyllus trimaculatus, Pomacentrus auriventris, Acanthurus nigrofuscus, Labroides dimidiatus, dan Pomacentrus moluccensis.

  • Pulau Sepanjang mempunyai 2 (dua) desa yaitu Desa Sepanjang dan desa Tanjung Kiaok. Desa Sepanjang dan Tanjung Kiaok termasuk wilayah Kecamatan Sapeken. Luas desa Sepanjang 73,44 km2 dengan jumlah penduduk 3.573 jiwa dan luas desa Tanjung kiaok 26,96 km2 dengan jumlah penduduk 2.194 jiwa. sebagian besar penduduk Kepulauan Kangean bermata pencaharian sebagai petani yaitu pertanian tanaman pangan, disamping pertanian sektor yang dominan adalah perikanan, kemudian diikuti oleh peternakan yaitu peternakan sapi. Jenjang pendidikan yang tersedia di Pulau Sepanjang yaitu Taman Kanak Kanak, Setingkat Sekolah Dasar dan setingkat Sekolah Menengah Pertama. Sedangkan untuk melanjutkan setingkat Sekolah Menengah Atas dan Perguruan Tinggi dilakukan diluar Pulau Sepanjang yaitu di Sumenep, Situbondo, Banyuwangi dan Bali.
    Penduduk Kepulauan Kangean pulau sepanjang 100% pemeluk agama Islam, oleh sebab itu maka kegiatan keagamaan sangat marak diikuti oleh semua penduduk Gugus Pulau Kangean. Adat istiadatpun akan selalu berjalan seiring dengan tuntutan agama. Setiap desa atau kampung terdapat Masjid dan Musollah. Masyarakat Kepulauan Kangean terdiri dari beberapa suku yaitu Suku Madura, Suku Bugis, Jawa dan Suku Bali. Suku-suku ini tersebar di 3 Kecamatan yaitu di Kecamatan Arjasa dan Kangayan lebih didominasi Suku Madura dan selebihnya suku Bugis, suku Jawa adapun bahasa yang digunakan adalah bahasa Madura. Sedangkan di Kecamatan Sapeken lebih variasi terdiri dari suku Madura, Bugis, Jawa dan Bali. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Madura dan bahasa Bugis. Suku Bugis,

  • Mata pencaharian penduduk Pulau Sepanjang sebagai berikut Desa Sepanjang ± 80% petani dan pedagang ± 20% nelayan, sedangkan Desa Tanjung Kiaok ± 30% petani dan pedagang dan 70 % nelayan. Sebagian nelayan berprofesi ganda yaitu nelayan dan petani di lahan kering dengan tanaman kelapa, jagung, ketela pohon. Sebagian lainnya melaksanakan budidaya rumput laut terutama nelayan desa Tanjung Kiaok.

  • Kecamatan Sapeken memliki potensi usaha perikanan tangkap yang cukup besar, termasuk pula sumberdaya perikanan karang, dan jenis ikan hias. Potensi ikan karang di Kec. Sapeken terdiri dari: kerapu (Epinephelus spp), kakap merah (Lutjanus spp), lobster (Panulirus spp) , dan ikan hias. Secara keseluruhan jenis-jenis ikan hasil tangkapan terdiri dari 21 jenis ikan. Potensi usaha ikan karang yang ada di Kec. Sapeken meliputi: ikan kerapu (Epinephelus spp), kakap merah (Lutjanus spp) lobster (Panulirus spp) dan ekor kuning (Caesio spp). Jenis ikan kerapu yang banyak dihasilkan antara lain: kerapu lumpur (Epinephilus lanvius), kerapu tikus/bebek (Chromileptes altivelis). Kerapu sunu (Plectrupamus leupardus), dan kerapu macan (Epinephelus fuscayulatlusi).
    Ikan hias merupakan sumberdaya kelautan yang dimiliki Kec. Sapeken yang meliputi 24 macam spesies, yang sampai saat ini telah dipasarkan ke luar daerah. Namun demikian tingkat pemanfaatannya masih kecil dan pengelolaan pemasarannya masih dengan cara tradisionil.

  • Pendekatan Konservasi Kawasan Konservasi Kabupaten Sumenep menggunakan 3 pendekatan, yaitu 1) pendekatan ekologis; kawasan konservasi laut merupakan kawasan pesisir, pulau-pulau kecil dan atau laut dengan cirri khas tertentu, yang dikelola untuk memelihara dan meningkatkan kualitas kenekaragaman hayati dan nilainya dengan tetap mempertimbangkan aspek pemanfaatan yang berkelanjutan, 2) pendekatan administrasi ;bahwa kawasan konservasi laut daerah secara administrasi pemerintahan berada di wilayah kabupaten/kota dan atau lintas desa yang memiliki kepentingan dan nilai-nilai konservasi, sehingga kewenangan pengaturannya ada pada pemerintah daerah setempat. 3) Pendekatan Perencanaan; bahwa kawasan konservasi laut daerah merupakan wilayah perencanaan pengelolaan yang terpadu yang difokuskan pada penanganan masalah yang akan dikelola secara bertanggungjawab.

  • Perairan sebelah utara pulau sepanjang mempunyai daya tarik alam berupa tumbuhan, satwa beserta ekosistemnya yang masih asli serta formasi geologinya yang indah, unik dan nyaman. Ditambah akses mudah dijangkau dikarenakan dekat dengan pemukiman penduduk. Kondisi tersebut secara tidak langsung menjadikan Kawasan ini menjadi tempat Parawista.

8639598
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
3504
6721
10225
51243
153895
8639598

IP Anda: 18.205.60.226
Waktu Server: 2019-12-09 14:41:53

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com