Data Kawasan Konservasi

Data Kawasan Konservasi

  • Jawa Barat
  • Indramayu
  • Kawasan Konservasi Perairan Kabupaten Indramayu (Pulau Biawak)
  • SK Bupati No.556/Kep.528 Diskanla /2004; Tgl.7-4-2004

  • Kawasan Konservasi Perairan Daerah
  • 720.00
  • VI
  • 05041'20" - 06000'45" LS
  • 06056’00'45” - 06056’57'30” LS
  • Merah

  • 100 50 0 0 0
  • Secara administratif, Kabupaten Indramayu berbatasan dengan Kabupaten Subang di sebelah Barat, di sebelah Utara dengan Laut Jawa, di sebelah Timur dengan Kabupaten Cirebon dan Laut Jawa, dan sebelah Selatan dengan Kabupaten Sumedang, Majalengka dan Cirebon.

  • images/FotoKawasan/Biawak.jpg
  • Pulau Biawak dan sekitarnya adalah kawasan konservasi laut daerah yang terletak di sebelah utara Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Dasar hukum Penetapan Pulau Biawak dan sekitarnya sebagai Kawasan Konservasi dan Wisata Laut adalah SK Bupati Indramayu No. 556/Kep.528 Diskanla/2004 yang dikeluarkan pada tanggal 7 April 2004.

  • Pulau Biawak dan sekitarnya terdiri dari tiga pulau kecil, yaitu Pulau Biawak atau yang dikenal juga dengan Pulau Rakit, Pulau Gosong, dan Pulau Candikian (Pulau Rakit Utara). Secara geografis, Kawasan Konservasi ini terletak pada koordinat sbb :
    1. P. Biawak 06o56’022’’ LS dan 108o22’015’’ BT
    2. P. Gosong 5o52’076”LS dan 108o24’337’’ BT
    3. P. Candakian 5o48’089”LS dan 108o24’487’’BT

  • KKLD Pulau Biawak dan sekitarnya yang terletak di sebelah utara Indramayu, yaitu sekitar 26 mil (±50 km) dari daratan Indramayu ini dapat dijangkau dengan menggunakan kapal nelayan dengan lama perjalanan 4-6 jam. Akses menuju pulau ini berasal dari beberapa daerah sekitarnya, misalnya Brondong dan Karangsong. Untuk menuju pulau tersebut harus memakai perahu yang disewa dari nelayan karena tidak ada angkutan khusus yang berangkat setiap hari.

  • Iklim Kabupaten Indramayu termasuk tipe D (iklim sedang) dengan curah hujan rata-rata tahunan 1.428 mm/tahun. Suhu harian berkisar 260C - 270C dengan suhu tertinggi 300C - dan terendah 180C, serta kelembaban udara berkisar antara 70% - 80%. Angin barat dan timur bertiup seara bergantian kurang lebih setiap 6 bulan, angin barat bertiup bulan Desember sampai bulan April dan angin timur pada bulan Mei sampai bulan Oktober.

  • Berdasarkan pendapat Dahuri (1996), karakteristik pasang surut Cirebon dan sekitarnya mempunyai tipe ganda campuran, dengan tinggi air pasang surut di pantai adalah 0,5 - 0,7 meter. Sementara itu, arus di ketiga pulau (Biawak, Gosong dan Candikian) cukup tinggi pada waktu angin barat dan timur, dengan kecepatan mencapai 5-10 m/dtk.
    Gelombang laut di Pulau Biawak dan sekitarnya dipengaruhi oleh gelombang musiman, yaitu musim barat dan timur serta musim peralihan dengan ketinggian mencapai 0,5 - 0,8 meter. Sedangkan suhu perairan berkisar antara 280C - 290C, dan salinitas air laut berkisar antara 32-34 ppt.

  • Pulau Biawak merupakan pulau hutan yang banyak ditumbuhi berbagai jenis bakau sebagai ciri khas eksosistem mangrove. Kondisi ekosistem mangrove masih baik dengan tumbuhnya berbagai ragam jenis mangrove yang sudah langka sebagaimana jarang dijumpai di pantai utara Jawa. Jenis-jenis bakau yang tumbuh diantaranya adalah Sonneratia spp, Avicennia sp, Bruguiera sp, Rhizophora sp, Ceriops sp, Acanthus sp, Lummitterae, Xylocarpus, Aigicera, Nipa sp, dan Heriera sp. Sementara di Pulau Gosong terdapat jenis Avicennia sp dan di Pulau Candikian terdapat jenis Bruguiera sp.
    Ekosistem terumbu karang di Pulau Biawak dan sekitarnya berada pada kedalaman 3-5 meter. Komponen penyusun terumbu karangnya sangat padat dan banyak didominasi oleh karang-karang keras, seperti karang semi padat (Acropora digitata) dan karang meja (Acropora tabulate). Selain itu, terdapat juga karang bercabang (Acropora branching), karang biru (Coral heliopora), karang api (Coral millepora), karang padat (Coral Massive), karang menempel (Acropora dan Coral encrusting), karang lingkar daun (Coral foliose), dan karang jamur (Coral mushroom). Dan dijumpai beberapa karang lunak seperti Sinularia sp.
    Jenis ikan hias yang ditemukan di perairan Pulau Biawak dan sekitarnya diantaranya adalah kiper (Scatophagus argus), samandar (Siganus verniculator), kerapu (Chremileptis altivelia), dokter (Labroides dmidiatus), kakatua (Callyodon ghabbon), tikus (Cinhiticthy aprianus), zebra (Dendrichirus zebra), kupu-kupu (Chaetodon chrysurus), kokotokan, merakan (Pterois valiteus), pisau-pisau, petek perak (Desayllus reticulates), kapasan, buntul, kerong-kerong (Plectorhynchus spp), pembersih (Thallasoma sp), sersan mayor (Abudefduf sexfasciatus), kerapu lumpur (Cheilinus sp), dan ekor kuning (Caesio cuning).
    Jenis fauna yang dijumpai dan menjadi ciri khas Pulau Biawak adalah biawak (veranus salvator). Fauna lainnya adalah dari jenis burung diantaranya trinil pantai (Bubulcus ibis), cangak abu (Ardea cinerea), cangak laut (Ardea sumatrana), cekaka (Halycon chloris), burung udang biru (Alcedo caerulescens), trulek (Pluvalis dominica), dan lain-lain.

  • Jumlah penduduk Kabupaten Indramayu pada akhir tahun 2002 tercatat sebanyak 1.569.468 jiwa, dengan laju perkembangan penduduk sebesar 16,10%. Penduduk kawasan pesisir Kabupaten Indramayu terdiri dari penduduk asli yang bermukim di daerah perbatasan dan penduduk pendatang yang bermukim di daerah perkotaan.
    Kabupaten Indramayu memiliki potensi sumber minyak bumi, sehingga sektor pertambangan dan galian memegang peranan penting dalam perekonomian wilayah pesisir Indramayu. Selain itu, sebagian besar kegiatan ekonomi di wilayah pesisir adalah perikanan, yang dalam hal ini adalah nelayan.
    Secara sosio-kultural, masyarakat pesisir Kabupaten Indramayu merupakan suatu kelompok masyarakat dengan akar budaya yang dibangun atas paduan antara budaya maritim, pantai dan berorientasi pasar. Pada saat tertentu, terdapat upacara adat "ngunjung" atau "ngalap berkah" di Kecamatan Losarang dan Kandanghaur. Setiap tahun pada bulan Syura/Muharam diadakan upacara sedekah laut/nadran. Upacara ini menggunakan biaya dari potongan hasil melaut yang dikelola oleh ketua kelompok nelayan.

  • Masyarakat pesisir Kabupaten Indramayu bekerja sebagai nelayan, bakul ikan dan petambak. Adapun jumlah nelayan di Kabupaten Indramayu sebanyak 26.802 orang.

  • Luas potensi perairan untuk perikanan laut adalah sebesar 525 Ha di Pulau Gosong dan 1.500 Ha di Pulau Biawak, dan luas lahan tambak 11.939. Adapun jumlah produksi perikanan pada tahun 2003 adalah sebanyak 80.590,40 ton, yang terdiri dari laut 59.242,50 ton, tambak 15.607,80 ton, kolam 5.059,70 ton, mina padi 5,80 ton, dan perairan umum 674,60 ton.

  • Pendekatan konservasi dalam menetapkan Pulau Biawak dan sekitarnya sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah adalah karena kawasan ini memiliki berbagai macam ekosistem yaitu ekositem mangrove, ekosistem padang lamun dan eksistem terumbu karang. Ekosistem mangrove sendiri memilki keunikan tersendiri karena struktur pantainya merupakan hamparan pasir putih, sementara ekosistem padang lamun hampir menutup sepertiga pulaunya, dan eksoistem terumbu karang mengelilingi seluruh pulau.

  • Pulau Biawak dan sekitarnya memiliki banyak objek wisata, diantaranya adalah:
    Situs Makam Belanda, di Pulau Biawak.
    Situs Makam Syarif Hasan, di Pulau Biawak.
    Menara Mercu Suar, di Pulau Biawak.
    Untuk Wisata Bahari, ketiga pulau memiliki potensi wisata bawah laut.
    Biawak, hewan endemic yang khas di Pulau Biawak
    Burung, terdapat beberapa burung khas, seperti trinil pantai (Bubulcus ibis), cangak abu (Ardea cinerea), cangak laut (Ardea sumatrana), cekaka (Halycon chloris), burung udang biru (Alcedo caerulescens), trulek (Pluvalis dominica).

8639421
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
3327
6721
10048
51066
153895
8639421

IP Anda: 18.205.60.226
Waktu Server: 2019-12-09 14:29:13

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com