Data Kawasan Konservasi

Data Kawasan Konservasi

  • Jawa Barat
  • Sukabumi
  • Kawasan Konservasi Pesisir Kabupaten Sukabumi
    (Taman Pesisir Penyu Pantai Pangumbahan)
  • Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 5/KEPMEN-KP/2016 tanggal 5 Februari 2016

  • Kawasan Konservasi Perairan Daerah
  • 270,609.00
  • VI
  • 07019’08” - 07020’52” BT
  • 106019’37” - 106020’07” LS
  • kuning

  • Taman Pesisir Pangumbahan saat ini telah memiliki rencana pengelolaan dan zonasi serta UPTD pengelola kawasan yang sudah operasional. Sejumlah sarana dan prasarana juga telah diadakan untuk mendukung pengelolaan seperti Pusat informasi, Pos Jaga, Gerbang kawasan, aula dsb. Sejumlah Program Corporate Social Responsibility (CSR) juga telah berpartisipasi aktif dalam pengelolaan kawasan seperti dari PT Bio Farma dan PT Astra Daihatsu Motor.

  • images/FotoKawasan/sukabumi.jpg
  • Kawasan Konservasi Pesisir Pantai Pangumbahan memiliki keanekaragaman hayati Penyu Belimbing (Dermochelys coriecea), Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata), Penyu Lekang (Lepidochelysolivacea), Penyu Tempayan (Caretta caretta), Penyu Pipih (Naratordepressus), Penyu Hijau
    (Chelonia mydas).

  • Kawasan Konservasi Pesisir Pantai Pangumbahan merupakan bagian dari Kecamatan Ciracap dan terletak pada posisi geografis 106019'37" - 106020'07" LS - 07019'0" - 07020'52" BT. Secara administratif, Desa Pangumbahan berbatasan dengan Cagar Alam (BKSDA Cikepuh) dan Desa Gunung Batu di sebelah utara, sebelah timur dengan Desa Gunung Batu, sebelah timur dengan Desa Gunung Batu dan Desa Ujung Genteng, dan sebelah selatan dengan Samudera Indonesia.

  • Kawasan Konservasi Pesisir Pantai Pangumbahan dapat diakses melalui berbagai jalur, yaitu:
    1. Jalur pertama dari Bogor menggunakan jalan darat menuju Palabuhanratu dengan waktu tempuh 2-3 jam.
    2. Jalur kedua dari Lebak melalui jalur selatan menggunakan jalan darat menuju Palabuhanratu.
    3. Jalur ketiga dari Cianjur menggunakan jalan darat menuju Palabuhanratu dengan waktu tempuh 1-2 jam.
    4. Untuk mencapai wilayah Kawasan Konservasi Pesisir Pantai Pangumbahan dapat diakses dengan jalan darat dari Palabuhanratu.

  • Daerah Pangumbahan beriklim tropis dengan curah hujan rata-rata 3.498 mm/tahun dan rata-rata bulan kering sekitar Juni-Juli dengan curah hujan 60 mm.

  • Sebagian besar mata pencaharian masyarakat Desa Pengumbahan aalah petani lahan kering (sawah tadah hujan). Kegiatan pertanian yang dominan sebagai mata pencaharian pokok masyrakat Desa Pangumbahan adalah pertanian padi sawah. Selain itu, mereka juga melakukan budidaya tanaman palawija di ladang dengan dominan kacang tanah yang produksi rata-ratanya lebih kurang 3 ton/ha, di samping tanaman lainnya seperti bawang dan semangka. Adapun kegiatan peternakan didominasi oleh sapi, domba, ayam dan bebek.
    Selain pertanian, perikanan menjadi sektor unggulan di Kabupaten Sukabumi. Desa Pangumbahan yang termasuk ke dalam Kecamatan Ciracap merupakan desa pantai yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan. Pada tahun 2006, aramada penangkapan ikan berjumlah 13.095 unit, dimana perahu tanpa motor 1.634 unit, motor temple 10.887 unit, dan kapal motor 574 unit.

  • Produksi perikanan Kecamatan Ciracap tahun 2005 adalah sebanyak 590,4 ton, sementara produksi perikanan Kabupaten Sukabumi pada tahun yang sama adalah 8.736,72 ton. Angka tersebut dua kali lebih besar pada tahun 2004, dimana Kecamatan Ciracap sebanyak 222,23 ton dan Kabupaten Sukabumi sebanyak 6.129,9 ton.

  • Pendekatan konservasi dalam menetapkan Desa Pangumbahan sebagai Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-pulau Kecil dengan status Taman Pesisir adalah didasarkan pada kawasan tersebut memiliki potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang harus dilindungi dan harus dilestarikan, seperti satwa penyu dan habitat penelurannya di Pantai Pangumbahan dan sekitarnya serta beberapa tempat lainnya disepanjang pantai Kabupaten Sukabumi.

  • Desa Pangumbahan dan Desa Ujung Genteng berada di dalam kawasan wisata Ujung Genteng. Beberapa obyek wisata menjadi andalan daerah tersebut, terlebih karakter ombak di beberapa titik pantai yang sesuai untuk olahraga selancar air (surfing). Selain itu, terdapatnya ekosistem terumbu karang dijadikan objek wisata untuk kegiatan pemancingan.

8626753
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
2472
5865
38398
38398
153895
8626753

IP Anda: 3.231.229.89
Waktu Server: 2019-12-07 13:19:54

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com