Data Kawasan Konservasi

Data Kawasan Konservasi

  • Bengkulu
  • Kaur
  • Kawasan Konservasi Perairan Kabupaten Kaur
  • No.180 tahun 2007 Tgl 20 Juni 2007

  • Kawasan Konservasi Perairan Daerah
  • 50,308.39
  • VI
  • 103003' - 103034' LS
  • 04055’ - 04059' BT
  • Merah

  • 100 0 0 0 0
  • Secara administratif, Kabupaten Kaur berbatasan langsung dengan Provinsi Lampung, sebelah Timur dengan Provinsi Sumatera Selatan, sebelah Barat dengan Samudera Hindia

  • images/FotoKawasan/KKLD Kaur.jpg
  • Kabupaten Kaur adalah salah satu kabupaten paling selatan di Provinsi Bengkulu, yang sebelumnya bagian dari Kabupaten Bengkulu Selatan. Dasar hukum penetapan perairan Linau, Merpas, dan Sekunyit sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Kabupaten Kaur adalah SK Bupati Kaur No. 180 tahun 2007 yang dikeluarkan pada tanggal 20 Juni 2007.

  • KKLD Kabupaten Kaur berada pada posisi geografis 103003' - 103034' LS dan 04055' - 04059' BT memiliki luas kawasan sekitar 733,00 Ha. Secara administrasi, Kabupaten Kaur berbatasan langsung dengan Propinsi Lampung, sebelah timur dengan Provinsi Sumatera Selatan, sebelah barat dengan Samudera Hindia.

  • Kawasan Konservasi Kabupaten Kaur berada di pesisir barat dari Kabupaten Kaur. Untuk menuju ke lokasi tersebut dari Jakarta menggunakan Pesawat menuju bandar udara Fatmawati Soekarno di Propinsi Bengkulu. Kemudian dilanjutkan dengan menggunakan mobil menuju kota Bintuhan (ibukota Kabupaten Kaur) dengan jarak sekitar 250 km dari Kota Bengkulu. Kawasan Konservasi tersebut dapat dicapai melalui Jalan Lintas Barat Sumatera yang melewati Kota Bintuhan, Kabupaten Kaur.

  • Jenis rumput laut yang terdapat di perairan Simeulue adalah algae merah seperti Eucheuma spinosum, Glacilaria sp, Gelidium sp (Chlorophyceae), dan alga algae coklat seperti Sargassum sp dan Turbinaria sp.
    Jenis-jenis karang yang ditemukan antara lain Porites lobata, Favia sp, Goniastrea sp, Leptoria phrgia, Leptastrea teransversa, jenis encrusing: Porites lichen, Montipora verrucosa dan sedikit karang bercabang : Acropora formosa, Pocillopora damicornis. Selain itu terdapat hard coral berupa CME (karang api jenis Mellipora sp), ACB Acropora bercabang (acropora formosa), CF Coral foliose (Montipora foliosa).
    Jenis ikan hias yang ditemukan di perairan ini disusun berdasarkan kelompok-kelompok, seperti Acanthuridae (Acanthurus glaucopareius, Acanthurus leusternon, Acanthurus lineatus, Acanthurus nigrofuscus, Paracanthurus hephatus), Antennaridae (Histrio histrio), Apogonidae (Apogon cyanasoma, Sphaeramia nematoptera), Balastidae (Balistoides conspicillum, Balistapus undulates, Rhinecanthus aculeatus, Rhinecanthus verrucosus), Ephippidae (Platax pinnatus, Platax teira), Holocentridae (Myrispitis sp, Sargocentron diadema), Labridae (Anampses caesuleopunctatus, Anampses meleagrides, Bodianus mesothorax , Bodianus mesothorax, Cheilinus chlorourus, Choris gaimardi, Gomphosus varius, Halichoeres chloropterus, Halichoeres hortulanus), Pomacanthidae (Apolemichthys trimaculatus, Centropyge bicolor, Centropyge eibli, Centropyge tibicin, Euxiphipops xanthometapon, Pomachantus anularis, Pomachantus imperator, Pomachantus semicirculatus), Pomacentridae (Dascyllus aruanus, Dascyllus melanurus, Neopomacentrus nemurus), Serranidae (Cromileptes altivelis).

  • Penduduk asli Kabupaten Kaur sulit untuk diketahui jumlahnya, karena belum pernah dibagi menurut penggolongan suku bangsanya. Namun demikian, struktur masyarakat paling tidak terdiri dari dua suku asli, yaitu Serawai dengan marga Kaur, Luas dan Nasal dan suku Semendo/Pasemah dengan marga Sahung dan Padang Guci yang merupakan bagian dari etnis-etnis besar yang ada di Provinsi Sumatera Selatan. Suku Serawai kebanyakan tinggal di daerah Kaur Tengah dan Kaur Selatan, sedangkan suku Semendo/Pasemah tinggal di daerah Kaur Utara dan sebagaian kecil di daerah Kaur Tengah (Muara Sahung).
    Suku Jawa, Batak, Minang, dan Lampung merupakan pendatang. Sebagian besar suku Jawa merupakan transmigran yang tinggal di beberapa unit pemukiman transmigrasi, baik yang masih dalam pembinaan maupun telah menjadi desa definitif. Suku Batak dan Minang merupakan transmigran spontan, dimana suku Batak dan suku Minang datang karena berdagang. Demikian juga suku Lampung yang berdampingan dengan Kabupaten Kaur yang datang untuk mencari pekerjaan dan akhirnya menetap di Kaur.
    Subsektor perikanan merupakan bagian dari sektor Pertanian Kabupaten Kaur. Di sektor pertanian, Kabupaten Kaur memproduksi tanaman pangan padi dan palawija, seperti tanaman kacang hijau, ubi kayu, dan ubi jalar yang cukup luas. Sementara sektor perkebunan, komoditas yang di hasilkan antara lain kelapa sawit, karet, dan jahe gajah. Dan, untuk sektor perikanan, produk utama perikanan laut adalah ikan tuna dan udang jenis lobster.

  • Sumber daya perikanan tangkap yang ada di Kabupaten Kaur, umumnya adalah nelayan tradisional yang memperoleh kemampuan melaut secara turun temurun. Sebagai akibatnya pengetahuan tentang teknologi penangkapan, pengolahan dan pemasaran umumnya masih sangat sederhana. Kegiatan perekonomian nelayan lebih ditujukan untuk mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari dan sebagian besar diantaranya belum memiliki orientasi untuk mencari celah bagi peningkatan produktivitas hasil perikanan tangkap.
    Untuk armada perikanan, pada tahun 2006 jumlah perahu mencapai 612 unit, meliputi 248 perahu tanpa motor, 363 unit perahu motor tempel, 1 unit kapal motor. Dengan demikian, armada perikanan Kabupaten Kaur didominasi adalah nelayan kecil. Sementara itu, pada tahun yang sama jumlah nelayan mencapai 1.615 orang.

  • Produksi perikanan yang terbesar di Kabupaten Kaur adalah perikanan laut. Produksi perikanan laut tahun 2003 sebesar 18.324 ton, 14 kali lipat dari produksi tahun 2002 yang hanya sebesar 1.228,31 ton. Besarnya jumlah produksi tersebut disebabkan oleh berkembangnya jumlah armada penangkapan ikan.
    Potensi perikanan laut Kabupaten Kaur didominasi oleh ikan pelagis besar, diantaranya Cakalang (Katsuwonus pelamis), Madidihang (Thunnus albacares), Tenggiri (Scomberomorus sp), Tongkol (Euthynnus sp), Ikan cucut (Isurus glaucus), Setuhuk loreng (M.nitsukuri), Setuhuk biru (M.mazara), Ikan Pedang (Xiphias gladius), Setuhuk hitam (Makaira indica), Layaran (Istiophorus platypterus), Albakora (Thunnus alalunga).
    Sementara itu, produksi perairan darat dipengaruhi oleh 9 buah sungai besar yang bermuara dilaut dan mengalir sepanjang tahun, lahan sawah irigasi dengan luas 6.099 Ha, dan 94.955 Ha lahan kolam air tenang yang sudah ada. Adapun komoditas budidaya yang dapat dikembangkan di Kabupaten Kaur, yaitu sidat, belut, semah, nila, mas, patin, gurame, udang galah, lele, grass carf.

  • Pendekatan konservasi dalam menetapkan Pekon Linau, Merpas, dan Sekunyit sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Kabupaten Kaur adalah didasarkan beragamnya biota laut yang berasosiasi dengan terumbu karang. Selain itu, penetapam tersebut disebabkan oleh kerusakan terumbu karang dan biota laut.

  • Beberapa objek wisata yang terdapat di Kabupaten Kaur diantaranya adalah, lokasi pantai Laguna Ujung Lancang di Desa Merpas, Kecamatan Nasal, Pantai Way Hawang Desa Waihayang Kecamatan Maje, pantai dan Pelabuhan Linau Desa Linau, Kecamatan Maje, Pantai Desa Sekuiyit Kecamatan Kaur Selatan serta Pantai Hili Kecamatan Semidang Gumay.

8627017
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
2736
5865
38662
38662
153895
8627017

IP Anda: 3.231.229.89
Waktu Server: 2019-12-07 13:45:33

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com