Data Kawasan Konservasi

Data Kawasan Konservasi

  • Kepulauan Riau
  • Natuna
  • Kawasan Konservasi Perairan Kabupaten Natuna
  • SK Bupati no 378 tahun 2008
  • Kawasan Konservasi Perairan Daerah
  • 142,997.00
  • VI
  • 108001'10" - 108010'15" LU
  • 3047'00" - 4006'00" BT
  • Secara administratif, wilayah kawasan konservasi ini terdapat di wilayah Kecamatan Bunguran Utara, Timur dan Pulau Tiga Kabupaten Natuna.

  • images/FotoKawasan/KKLD Natuna.jpg
  • Kabupaten Natuna memiliki kekayaan dan keanekaragaman sumberdaya kelautan dan perikanan yang melimpah. Hal ini didukung oleh daerahnya yang berbentuk kepulauan, dimana terdapat 272 pulau kecil yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan. Dasar hukum penetapan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Kabupaten Natuna adalah SK Bupati Natuna No. 299 Tahun 2007 yang dikeluarkan pada tanggal 5 September 2007, dan perubahan SK Bupati Natuna No. 378 Tahun 2008.

  • Secara geografis, wilayah kawasan konservasi terletak antara 108001'10" - 108010'15" LU dan 3047'00" - 4006'00" BT memiliki luas kawasan sekitar 142.997 Ha. Sementara secara administratif, wilayah kawasan konservasi ini terdapat di wilayah Kecamatan Bunguran Utara, Timur dan Pulau Tiga Kabupaten Natuna.

  • Untuk mencapai Kabupaten Natuna yang beribukota Pulau Bunguran dapat ditempuh pesawat udara dari Batam. Sementara transportasi masyarakat sekitar yang wilayahnya kepulauan menggunakan kapal atau perahu.

  • Kabupaten Natuna yang beriklim tropis memiliki temperatur dalam setahun berkisar antara 230C - 310C, sementara curah hujan rata-rata pada tahun 2005 adalah 137,6 mm/tahun, dengan curah hujan terendah pada bulan januari sebesar 1,0 mm/tahun dan curah hujan tertinggi sebesar 436,6 mm/tahun. Sedangkan rata-rata kelembaban udara sebesar 83,17% dalam kisaran 77% - 90%.

  • Suhu di kawasan konservasi ini berkisar antara 29,540C - 30,020C, salinitas berkisar antara 30-32 ppt, pH 7,76 - 8,26, dengan kecerahan (transparansi) antara 5-10 m.

  • Ekosistem mangrove berkembang relatif tipis ke arah dalam pulau menuju daratan hanya sampai 500 m mengikuti alur setempat, terutama pada selat dan pada daerah-daerah yang memiliki aliran sungai. Kepadatan anak pohon rata-rata mencapai 1.500 batang/Ha denganketinggian 5 m, sementara kepadatan [ohon mencapai 200 batang/Ha dengan ketinggian hingga 11 m. Adapun jenis mangrove yang dominan adalah jenis Rhizopora sp, dan terdapat 18 jenis vegetasi lainnya yaitu : Xylocarpus granatum, R. apiculata, R. mucronata, R. stilosa, Bruguira parvifora, B. gymnorrhiza, Lumnitzera littorea, L. racemosa, L. Littora,Ceriops tagal, Sonneratia alba, Derris trifolta, Hibiscus tiliacus, Exacaecaria agallacha, Flagellaria indica, Thespesia populnea, Nypa fruticans, Pandanus tectorius.
    Berdasarkan hasil pengamatan lapang, kondisi terumbu karang secara umum di Pulau Bunguran berada pada kondisi buruk hingga sedang, dimana terumbu karang yang hidup hanya sekitar 24% berupa polip-polip karang, seperti jenis karang massive, Acropoa submassive, foliose, dan sedikit soft coral. Adapun jenis-jenis ikan karang yang dominan ditemukan antara lain dari famili Acanthuridae, Holocentridae, Labridae, Lutjanidae, Scolopsidae, Siganidae, Chaetodontidae, Apogontidae, Caesionidae, Pomaconthidae, Pomacentridae, Scaridae, dan Serranidae.
    Biota lainnya adalah terdiri dari molusca seperti Tridacna sp, Lambis sp, Trochus niloticus, Littorina sp, Cerithium sp, Cheritidae sp, Terebralia sp, Crassostrea sp, Ostera sp dan Neria sp; crustacea seperti udang laut (Penaues sp) dan beberapa jneis kepiting (Uca sp); Echinodermata seperti teripang (Holothuridea), bintang laut (Asteriodea), bulu babi (Echinodea), dan lilin laut (Crinoidea). Sementara habitat padang lamun ditemukan jenis Enhalus sp, Cymodocea sp, Halodule sp, dan Syringodium sp.
    Beberapa jenis fauna yang dilindungi ditemukan di lokasi konservasi diantaranya adalah Lumba-lumba (Dholpinia sp), Biawak (Varanus sp), beberapa jenis penyu, Elang Laut (Haliaetus sp), dan ular bakau.

  • Berdasarkan pembagian kawasan konservasi, maka terdapat empat kelompok kawasan, yaitu : Kawasan I yang meliputi Desa Kelarik, Desa Kelarik Utara dan Desa Kelarik Barat, memiliki jumlah penduduk 3.699 jiwa pada tahun 2006 dan 97,97% beragama Islam. Kawasan II yang meliputi Desa Kelanga, Desa Pengadah, Desa Sepempang, dan Desa Tanjung, memiliki jumlah penduduk 4.092 jiwa dan 98,14% beragama Islam. Kawasan III yang meliputi Desa Cemaga, memiliki jumlah penduduk 2.370 jiwa dan 99,91% beragama Islam. Kawasan IV yang meliputi Desa Sabang Mawang, Desa Pulau Tiga dan Desa Sedadap, memiliki jumlah penduduk 4.297 jiwa dan 99,04% beragama Islam. Dominannya penduduk yang beragama Islam merupakan refleksi penduduk dengan etnis Melayu sebagai penduduk asli masyarakat Kabupaten Natuna. Sedangkan penduduk yang menganut agama lain, umumnya merupakan pendatang dan keturunan Tionghoa.
    Sementara itu, sektor penyumbang pendapatan terbesar di Kabupaten Natuna adalah sektor pertanian, peternakan, kehutanan dan kelautan mencapai 831.871,24 milyar (BPS, 2005). Adapun budaya dan adat istiadat yang berkembang di masyarakat adalah budaya dan adat istiadat Melayu, yang berkembang dengan kentalnya nilai-nilai agama terutama Islam. Dengan kata lain, Melayu identik dengan Islam karena perbauran antar etnis tersebut terjadi karena adanya hubungan yang saling menguntungkan, baik dalam bidang ekonomi (kerjasama), sosial (terjadi amalgasi), kehidupan agama dan kehidupan budaya (akulturasi).

  • Mata pencaharian masyarakat di Pulau Bunguran didominasi oleh petani dan nelayan, dan beberapa peternak dan pedagang. Adapun armada tangkap sebanyak 4.793 perahu, terdiri dari 3.676 perahu bermotor diesel, 1.208 perahu tanpa motor, dan 89 perahu motor tempel.

  • Pada tahun 2004, volume produksi perikanan tangkap mencapai 98.119,6 ton, dimana Kecamatan Bunguran Barat merupakan pemasok angka paling tinggi yaitu 27.383,9 ton. Adapun komoditas perikanan tangkap di kabupaten ini antara lain ikan napoleon, kerapu, tongkol, kuwe, kurisi, tembang/sardine, teri, lobster, cumi-cumi, dan kepiting. Namun komoditas utama yang menjadi andalan adalah naopleon, kerapu, tongkol dan lobster. Sementara angka produksi perikanan budidaya pada tahun 2005 masih rendah, yaitu 303,45 ton.

  • Pendekatan konservasi dalam menetapkan Kabupaten Natuna sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah adalah didasarkan pada ancaman kelestarian yang dicirikan dengan penurunan kualitas yang disebabkan oleh penggunaan alat tangkap merusak, sepeti pembiusan, pengeboman, penggunaan mini trawl dan pukat gelang.

  • Kabupaten Natuna memiliki banyak objek wisata alam yang menarik, terutama daerah pantainya dengan pesona pemandangan yang indah, seperti kawasan pesisir dari Sepempang (Bunguran Timur) hingga Desa Tanjung di Bunguran Timur Laut. Sementara wisata selam dapat dilakukan di wilayah Bunguran Utara, Pulau Bunga, Tanjung Buton dan Pulau Panjang. Mengingat, di wilayah ini memiliki tutupan karang hidup mencapai 70%.

8617832
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
5086
6341
29477
29477
153895
8617832

IP Anda: 18.207.238.169
Waktu Server: 2019-12-05 22:01:33

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com