Data Kawasan Konservasi

Data Kawasan Konservasi

  • Nusa Tenggara Barat
  • Lombok Utara
  • TWP Gili Ayer, Gili Meno, Gili Trawangan
  • Taman Wisata Perairan
  • 2,954.00
  • V
  • 8º 20º - 8º 23º LS
  • 116º00º - 116º 08º BT
  • Merah

  • 100 100 25 0 0
  • images/FotoKawasan/gili_trawangan1.jpg
  • Taman Wisata Perairan (TWP) Gili Meno, Gili Ayer, dan Gili Trawangan biasa disebut dengan Gili Matra atau TWP Gili Indah, mempunyai luas 2.954 Ha terdiri dari daratan seluas 665 Ha dan selebihnya perairan laut.
    Taman Wisata Perairan Gili Matra sebelumnya ditetapkan berdasarkan SK. Menhut No. 85/Kpts-II/1993. Seluas 2.954 Ha. Selanjjutnya, pada Tahun 2001. Kawasan taman wisata alam pulau gili ayer, gili meno dan gili trawangan seluas 2.954 hektar tersebut, ditetapkan sebagai kawasan pelestarian alam perairan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No. 99/Kpts-II/2001.
    Berdasarkan Berita Acara Serah Terima Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam dari Departemen Kehutanan kepada Departemen Kelautan dan Perikanan Nomor: BA. 01/Menhut-IV/2009 – BA. 108/MEN.KPIII/2009. Kawasan Gili Ayer, Gili Meno dan Gili Terawangan selanjutnya dikelola oleh Departemen Kelautan dan Perikanan. Nomenklatur Kawasan berubah menjadi TAMAN WISATA PERAIRAN PULAU GILI AYER, GILI MENO DAN GILI TERAWANGAN. Kawasan ini ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. Kep.67/MEN/2009 tentang Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Nasional Pulau Gili Ayer, Gili Meno dan Gili Trawangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat

  • TWP pulau Gili Meno, Air dan Trawangan (Gili Matra) dengan luas 2.954 hektar, yang meliputi luas daratan Gili Air ± 175 ha dengan keliling pulau ±5 km, Gili Meno ±150 ha dengan keliling pulau ±4 km dan Gili Trawangan ±340 ha dengan keliling pulau ±7,5 km dan selebihnya merupakan perairan laut. Secara geografis TWP pulau Gili Matra terletak pada 8º 20º - 8º 23º LS dan 116º00º - 116º 08º BT. Sedangkan secara administratif pemerintahan, kawasan ini terletak di desa Gili Indah kecamatan Pemenang kabupaten Lombok Utara propinsi Nusa Tenggara Barat. Kawasan ini sejak tanggal 15 Maret 2001 sampai dengan tanggal 4 Maret 2009 berada di bawah pengelolaan Balai KSDA NTB departemen Kehutanan sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : 99/Kpts-II/2001. Selanjutnya sejak tanggal 4 Maret 2009 sesuai dengan berita acara serah terima kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam dari Departemen Kehutanan kepada Departemen Kelautan dan Perikanan Nomor : BA.01/Menhut-IV/2009 dan Nomor BA.108/MEN.KP/III/2009.
    Selanjutnya berdasarkan Keputusan Menteri Nomor 67/MEN/2009 tentang Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Nasional Pulau Gili Ayer, Gili Meno, dan Gili Trawangan di Provinsi Nusa Tenggara Barat, pada tanggal 3 September 2009, pengelolaan TWP dilaksanakan oleh Direktur Jendral Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (KP3K) yang menugaskan UPT Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang sebagai Unit Pelaksana Teknis yang bertanggung jawab di lapangan.
    Batas-batas Taman Wisata Perairan Pulau Gili Matra adalah sebagai berikut :
    - Utara : berbatasan dengan laut Jawa.
    - Selatan : berbatasan dengan selat Lombok.
    - Barat : berbatasan dengan laut Jawa.
    - Timur : berbatasan dengan Tanjung Sire.

  • Adapun jalur yang dilalui, tarif, jarak dan waktu tempuh untuk menuju TWP pulau Gili Matra adalah sebagai berikut :
    1. Lembar-Mataram-Pemenang
    Jika ingin berwisata ke TWP pulau Gili Matra melalui pelabuhan Lembar dengan menggunakan kendaraan umum, pengunjung dapat menggunakan mikrolet atau mini bus dengan jurusan Lembar-Gerung-Sweta dan turun di terminal Mandalika, tarifnya Rp. 15.000,-/orang dan jaraknya ± 25 km dengan waktu tempuh ± 35 menit. Dari terminal Mandalika naik mobil mini bus atau carry jurusan Sweta-Gunung sari-Pusuk-Pemenang-Tanjung kemudian turun diperempatan Pemenang dengan ongkos Rp. 8.000,-/orang, jarak tempuhnya ± 35 km dengan waktu tempuh ± 45 menit. Dari perempatan Pemenang naik menggunakan cidomo atau ojek dengan ongkos Rp.2.000,-/orang, jaraknya ± 1,5 km dengan waktu tempuh ± 5 menit jika menggunakan cidomo dan ± 2 menit jika menggunakan ojek. Jika menggunakan kendaraan pribadi, carteran atau melalui biro perjalanan pengunjung bisa langsung menuju Bangsal baik melalui jalur Pusuk maupun jalur Senggigi. Kalau melalui Pusuk jaraknya ± 60 km dengan waktu tempuh ± 70 menit sedangkan jika melalui jalur Senggigi jaraknya ± 65 km dengan waktu tempuh ± 75 menit.
    2. Bandara Selaparang-Senggigi-Pemenang-Bangsal atau Bandara Selaparang-Pusuk-Pemenang-Bangsal.
    Jika melewati bandara Selaparang biasanya kendaraan yang digunakan adalah Taxi, carteran atau melalui biro perjalanan. Pengunjung bisa memilih jalur mana yang ingin dilewati. Jika melalui Pusuk jaraknya ± 27 km dengan waktu tempuh ± 35 menit sedangkan kalau melalui jalur Senggigi jaraknya ± 34 km dengan waktu tempuh ± 45 menit.
    3. Mataram-Pusuk-Pemenang-Bangsal atau Mataram-Senggigi-Pemenang-Bangsal
    Jika menggunakan kendaraan umum dari Mataram pengunjung/wisatawan bisa naik dari perempatan Cemara (samping Rumah Sakit Tentara) atau dari perempatan Rembiga. Kemudian turun di perempatan Pemenang dengan ongkos Rp. 6000,-/0rang, jarak tempuhnya ± 30 km dengan waktu tempuh ± 40 menit. Kemudian dari perempatan pemenang naik cidomo atau ojek sampai di Bangsal.
    Kalau menggunakan kendaraan pribadi, sewa, carteran ataupun melalui biro perjalanan para pengunjung atau wisatawan bisa melalui jalur Pusuk ataupun Senggigi, tergantung dari jalur mana yang ingin dilalui. Adapun jalur-jalur yang dilalui untuk sampai di Bangsal seperti pada tabel 6 berikut ini.
    Setelah sampai di Bangsal pengunjung bisa langsung membeli tiket di counter penjualan tiket yang dikelola oleh Koperasi Karya Bahari. Harga tiket dan waktu tempuh bervariasi tergantung gili mana yang ingin anda kunjungi. Untuk menuju Gili Air harga tiketnya Rp. 8000.-/orang jika menggunakan public boat, kalau carter Rp. 155.000,- (sekali jalan) dan Rp. 290.000,- (pulang pergi) dengan waktu tempuh ± 15 menit. Ke Gili Meno harga tiketnya Rp. 9000,-/orang, carter Rp. 170.000,- sekali jalan dan pulang pergi Rp. 320000,- dengan waktu tempuh ± 25 menit. Sedangkan untuk ke Gili Trawangan harga tiketnya jika menggunakan public boat Rp. 10.000,-/orang, kalau carter Rp. 185.000,- sekali jalan dan pulang pergi Rp. 350.000,- dengan waktu tempuh ± 35 menit. Jika pada musim angin atau gelombang waktu tempuh untuk menuju ke tiga gili bisa lebih lama dari waktu tempuh normal. Selain melalui Bangsal anda juga bisa langsung mencarter boat atau perahu motor dari Senggigi dengan ongkos Rp. 490.000,- untuk sekali jalan dan pulang pergi Rp.
    690.000,-. Untuk akses penyeberangan ke tiga gili sendiri sudah ada kapal atau boat penyeberangan antar pulau (hoping island).

  • Kawasan ini terdiri dari 3 pulau yang dikelilingi perairan laut Gili Meno, Gili Air, dan Gili Trawangan, terletak di Desa Gili Indah Kec. Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Beberapa potensi flora dan fauna yang dimiliki diantaranya : Bakau, Asam Laut, Rumput Laut. Beberapa jenis burung yang hidup disekitar kawasan TWP Gili Matra diantaranya: Raja Udang, Tekukur dan Elang.

  • Taman Wisata Perairan Pulau Gili Ayer, Gili Meno, Gili Trawangan memiliki potensi sumber daya alam yang tinggi, berupa biota laut maupun flora dan fauna daratan. Berbagai biota laut yang dijumpai adalah berupa Karang laut seperti Karang Lunak (Heliophora sp); (Labophyelia sp) dan lain-lain.Karang Keras (Millephora sp); (Anthipathes sp); (Monthipora sp) dan lain-lain, serta berbagai macam jenis ikan hias (Balistapus undulates); (Lethrinus nuburotus); (Platakpinatus); dan lain-lain. Vegetasi daratan yang dijumpai merupakan vegetasi yang dianggap tumbuh secara alami seperti Asam Laut (Temarindus indica); Waru Laut (Hibiscus tiliaceus); Ketapang (Terminalia cattapa) dan lainnya, serta vegetasi yang sudah diusahakan oleh masyarakat setempat seperti Kelapa ( Cocos nucifera ); Bambu (Bambusa sp); Pisang dan tanaman pertanian lainnya. Fauna atau satwa liar yang dapat dengan mudah dijumpai antara lain jenis burung daratan dan itik liar.
    Dari hasil survey terdapat 54 marga dan 148 jenis karang yang tersebar di ketiga Gili ini, Karang yang tumbuh didominasi oleh Acropora sp, yang tumbuh pada kedalaman sekitar 3-16 meter dari permukaan laut. Sedangkan di Gili Indah terdapat 26 suku dan 167 jenis ikan, sebagian dari ikan-ikan tersebut merupakan ikan yang mempunyai warna yang indah dan menarik.

  • Kawasan ini menjadi obyek wisata bahari yang sangat digemari oleh wisatawan baik mancanegara maupun domestik, terutama untuk snorkeling, fishing, diving, surfing, sun bathing, shifting dan camping.
    Kawasan ini memiliki potensi wisata yang cukup menarik yaitu pantai pasir putih yang indah, berbagai jenis terumbu karang diantaranya: Karang Lunak (Heliophora sp.), Anthiphates sp, Montiphora dan Acropora dan berbagai jenis ikan hias yang menawan. Aktifitas wisata yang dapat dilakukan : diving, snorkeling, sun bathing, kanoing, swimming, foto hunting dan fishing.
    Wilayah gili terawangan merupakan lokasi yang cukup ramai dikunjungi wisatawan baik dalam negeri maupun manca Negara. Kawasan ini berpenduduk kurang lebih 800 KK, selain mata pencaharian pokok, sebagian masyarakat mempunyai mata pencaharian alternative dalam mendukung pariwisata bahari yang berkembang disana.

8516286
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
2265
4741
2265
81826
151817
8516286

IP Anda: 35.173.234.140
Waktu Server: 2019-11-17 10:02:25

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com