Data Kawasan Konservasi

Data Kawasan Konservasi

  • Sumatera Barat
  • Pariaman
  • KKPD Pulau Kasiak, Pulau Ujung, Pulau Tangah dan Pulau Angso
  • Keputusan Walikota Pariaman No.337/KEP/WAKO-2006 (Pulau Kasiak)
    Keputusan Walikota Pariaman No.338/KEP/WAKO-2006Keputusan Walikota Pariaman No.334/523/2010

  • Kawasan Konservasi Perairan Daerah
  • 11,525.89
  • VI
  • 100005'58"– 100006'66" LS
  • 0034'21" – 0039'54" BT
  • Merah

  • 100 77 19 0 0
  • Luas hutan mangrove di Kota Pariaman adalah 18 Ha yang tersebar di kawasan Teluk seluas 1,0 Ha, kawasan Pauh 0,5 Ha, kawasan Ampalu 3,5 Ha, Apar 6 Ha, dan kawasan Anguang 7 Ha, dengan tingkat kerusakan 80%. Vegetasi darat dan pantai yang terdapat di Kabupaten Serdang Bedagai umumnya didominasi oleh pohon kelapa (Cocus nucifera), Rhizophora, semak, dan waru laut.

  • images/FotoKawasan/pulau ujung.jpg
  • Kota Pariaman adalah sebuah kota yang terletak di Provinsi Sumatera Barat, kota ini merupakan hamparan dataran rendah yang landai terletak di pantai Barat Sumatera. Kabupaten / Kota yang berada di wilayah pesisir dan memiliki ekosistem perairan laut dan perairan payau yang luas dan di dalamnya terkandung potensi keanekaragaman hayati, baik secara ekologis maupun ekonomis.
    Pemanfaatan sumberdaya pesisir dan laut, perlu dilakukan upaya pelestarian sumberdaya dan habitat yang terdapat di wilayah pesisir dan laut tersebut, yakni melalui pembentukan konservasi perairan. Untuk penetapan kawasan konservasi harus berpedoman kepada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2009 tentang Tata Cara Penetapan Kawasan Konservasi Perairan. Penetapan kawasan konservasi perairan merupakan salah satu upaya konservasi ekosistem yang dapat dilakukan terhadap semua tipe ekosistem yaitu terhadap satu atau beberapa tipe ekosistem penting untuk dikonservasi berdasarkan kriteria ekologi, sosial budaya dan ekonomi. Keberhasilan pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan tidak hanya dilihat dari kemampuan melindungi sumberdaya alam hayati yang ada di dalamnya. Lebih dari itu, Kawasan Konservasi Perairan itu harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.

  • Secara administratif, KKLD Pulau Ujung, Pulau Tangah, Pulau Angso dan Pulau Kasiak terdapat di Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat. Sementara secara geografis, KKLD Pulau Ujung, Pulau Tangah, Pulau Angso dan Pulau Kasiak terletak pada posisi geografis 100005'58" - 100006'66" LS dan 0034'21" - 0039'54" BT memiliki luas kawasan sekitar 2.298,35 ha.

  • Kota Pariaman dapat ditempuh dengan beberapa cara, yaitu :
    - Melalui Kota Padang, diperlukan lebih kurang 45 menit dengan mobil pribadi menuju ibukota Pariaman yang berjarak 50 km dari Kota Padang.
    - Melalui Kabupaten Agam, diperlukan lebih kurang 30 menit menuju ibukota Pariaman.

  • Kota Pariaman termasuk pulau-pulau kecil disekitarnya beriklim tropis dengan suhu udara berkisar antara 25,100C - 26,200C atau rata-ratanya 25,590C, kelembaban rata-rata 85,59%, tekanan udara rata-rata 977,18, curah hujan rata-rata mencapai 298 mm/tahun dan kecepatan angin berkisar antara 1,0 -1,7 knot.

  • Suhu perairan pantai dan pulau-pulau kecil di Kota Pariaman berkisar antara 300C - 310C, dengan salinitas rata-rata perairan sekitar 33-34 ppm, dan tingkat kecerahan berkisar antara 5-8 meter.

  • Luas hutan mangrove di Kota Pariaman adalah 18 Ha yang tersebar di kawasan Teluk seluas 1,0 Ha, kawasan Pauh 0,5 Ha, kawasan Ampalu 3,5 Ha, Apar 6 Ha, dan kawasan anguang 7 Ha, dengan tingkat kerusakan 80%. Vegetasi darat dan pantai yang terdapat di Kabupaten Serdang Bedagai umumnya didominasi oleh pohon kelapa (Cocus nucifera), Rhizophora, semak, dan waru laut
    Berdasarkan hasil penelitian Universitas Bung Hatta tahun 2001, tutupan karang hidup di kawasan ini yaitu 20,92% di Pulau Kasiak, 12,47% di Pulau Angso, 9,67% di Pulau Ujung, dan 14,48% Pulau Tangah. Tutupan karang hidup terdiri atas Acropora dan Non-Acropora. Sementara biota lain yang terdapat di perairan Kota Pariaman antara lain jenis moluska yang bernilai komersil seperti tiram, simping, remis, dan kerang darah.

  • Penduduk Kota Pariaman tahun 2003 berjumlah 73.456 jiwa dengan kepadatan penduduk 1.001 jiwa/km. Penduduknya menganut agama Islam 100%, karena masyarakatnya homogen yang berasal dari suku Minang dan Melayu.

  • Untuk kegiatan perikanan tangkap, jumlah nelayan terbanyak ada di Kecamatan Pariaman Tengah yang mencapai 646 orang dari jumlah penduduk sekitar 31.582 jiwa. Adapun armada penangkapan ikan yang digunakan nelayan adalah kapal motor 105 unit, perahu motor tempel 161 unit, dan perahu tanpa motor 129 unit. Sedangkan alat tangkap yang paling banyak digunakan adalah jaring insang 88 unit, bagan 77 unit, pukat paying 73 unit, dan pancing tonda 23 unit.

  • Estimasi potensi sumberdaya ikan laut Kota Pariaman sebesar 7.892 ton. Secara berturut-turut, jumlah potensi lestari berdasarkan jenis ikan yaitu pelagis kecil 3.156,8 ton, demrsal 2.841,8 ton, pelagis besar 1.578 ton, udang 236,76 ton, dan binatang laut lainnya 78,92 ton. Pada tahun 2004, tingkat pemanfaatan baru mencapai 265 ton atau 3,4 % dari potensi lestari. Sementara untuk kegiatan perikanan budidaya, luas lahan mencapai 64 Ha dengan produksi 57,61 ton. Pada tahun 2004, Kecamatan Pariaman Selatan mempunyai 126 unit dengan produksi 41,76 ton.

  • Pendekatakan konservasi dalam penetapan KKLD Kota Pariaman adalah dikarenakan pulau-pulau kecil di wilayah ini menjadi tempat bertelurnya penyu dan tumbuhnya terumbu karang. Selain itu, penetapan juga didasarkan oleh rusaknya ekosistem terumbu karang yang tingkat penutupannya di bawah 25%.

  • Keindahan alam Kota Pariaman terletak pada pantainya yang berpasir putih dan kondisinya masih asli, seperti Pantai Teluk Belibis Pariaman Utara sampai Pantai Sunur di Pariaman Selatan serta Pulau Kasiek tempat bertelurnya Penyu Langka Belimbing, Pulau Angso, Pulau Tangah, Pulau Ujung kawasan konservasi terumbu karang. Selain itu, terdapat obyek wisata religius pesta tabuik dan menesuluri sejarah penyebaran agama abad ke-8 oleh Syekh Burhanuddin yang hampir setiap tahunnya selalu menjadi kunjungan tetap oleh turis lokal, nasional dan mancanegara.

8626924
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
2643
5865
38569
38569
153895
8626924

IP Anda: 3.231.229.89
Waktu Server: 2019-12-07 13:33:03

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com