Data Kawasan Konservasi

Data Kawasan Konservasi

  • Sumatera Barat
  • Pasaman Barat
  • KKPD payau Jorong Maligi
  • SK Bupati No.188.45/326/BUP-PASBAR/2007 Tgl 7 Juni 2007

  • Kawasan Konservasi Perairan Daerah
  • 10.00
  • 0
  • 99009’58” LU – 99044’49” LS
  • 00014’08” – 00008’47” BT
  • Merah

  • 100 27 0 0 0
  • Kabupaten Pasaman Barat berbatasan dengan Samudera Hindia di sebelah Barat, sebelah Utara dengan Kabupaten Mandai ling Natal Provinsi Sumatera Utara, sebelah Timur dan Selatan berbatasan dengan Kabupaten Agam.

  • images/FotoKawasan/Jorong Maligi.jpg
  • Kabupaten Pasaman Barat merupakan Kabupaten paling barat dari Propinsi Sumatera Barat, Pusat Pemerintahan berada di Kota Simpang Empat yang merupakan ibukota Kabupaten Pasaman Barat. Kabupaten Pasaman Barat memiliki 11 kecamatan dan 9 Nagari. Dari 11 kecamatan tersebut 5 kecamatan memiliki wilayah pesisir dan laut, serta hanya 1 kecamatan saja yang memiliki pulau-pulau kecil, yaitu kecamatan Sungai Beremas.
    Dasar hukum penetapan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Kabupaten Pasaman Barat adalah SK Bupati Pasaman Barat No. 188.45/325/BUP-PASBAR/2007 yang dikeluarkan pada tanggal 07 Juni 2007. KKLD tersebut adalah dalam rangka perlindungan keanekaragaman jenis biota laut, keutuhan plasma nutfah, penyu belimbing (Dermachelea corecea), terumbu karang serta keseimbangan ekosistem.
    Selain itu juga telah dilakukan Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Payau di Jorong Maligi Kabupaten Pasaman Barat dengan dasar hukum adalah SK Bupati Pasaman Barat No. 188.45/326/BUP-PASBAR/2007 yang dikeluarkan pada tanggal 07 Juni 2007. Penetapan tersebut adalah dalam rangka Perlindungan Kawasan Perairan Payau, keutuhan Plasma Nutfah, keseimbangan ekosistem serta penjagaan daerah perairan payau di Jorong Maligi Nagari Sasak Kecamatan Sasak Ramah Pasisie.

  • KKLD Kabupaten Pasaman Barat terletak pada posisi geografis 00014'08" - 00008'47" BT dan 99009'58' LU -“ 99044'49" LS yang meliputi wilayah Kawasan Konservasi Perairan Laut Daerah Pulau Telur dan Kawasan Konservasi Perairan Payau di Jorong Maligi. Kabupaten Pasaman Barat berbatasan dengan Samudera Hindia di sebelah barat, sebelah utara dengan Kabupaten Mandailing Natal Propinsi Sumatera Utara, sebelah timur dan selatan berbatasan dengan Kabupaten Agam.

  • KKLD Kabupaten Pasaman Barat dapat diakses setelah melalui jalur darat, laut dan udara.
    1. Dari Jakarta menggunakan pesawat udara menuju Bandara Minangkabau di Padang dengan waktu tempuh sekitar satu jam. Setelah sampai di Padang dilanjutkan dengan menggunakan mobil menuju Kota Simpang Empat (ibukota Kabupaten Pasaman Barat) dengan waktu tempuh sekitar 4 jam.
    2. Dari Simpang Empat dilanjutkan perjalanan dengan menggunakan mobil menuju Air Bangis ibukota Kecamatan Sungai Beremas selama 2 jam perjalanan. Setelah sampai di Air Bangis, dilanjutkan menyeberang dengan menggunakan perahu selama kuranglebih 1 (satu) jam, menuju Pulau Telur sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah Kabupaten Pasaman Barat.

  • Kondisi perairan di sekitar KKLD Kabupaten Pasaman Barat berdasarkan survey lapangan tahun 2004, Suhu perairan berkisar antara 270C - 310C, salinitas berkisar antara 32-38 ppt, arus berkisar antara 3,22-6,55 knot ke arah selatan dan barat, gelombang laut dengan tinggi antara 0,95-6 meter dan pH berkisar 7,9-8,1 dengan rerata 8,0.

  • Vegetasi hutan mangrove di KKLD Kabupaten Pasaman Barat memiliki keanekaragaman jenis yang pada umumnya didominasi oleh jenis Rhizopora apiculata, Rhizopora mucronata, Lumnitzera racemosa, Lumnitzera littorea, Bruguiera parviflora, Nypa fruticans, Xylocarpus granatum, Sonneratia alba, Avicennia marina, Avicennia alba dan Bruguiera gymnorrhiza. Potensi hutan mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Pasaman Barat mencapai 6.276,5 Ha yang tersebar sepanjang pesisir dengan tingkat kerusakan mencapai lebih dari 30% dan merupakan kabupaten di Sumatera Barat yang memiliki hutan mangrove terluas.
    Jenis terumbu karang pada umumnya merupakan karrang tepi (fringing reef) yang terdapat di sekeliling batas-batas pulau. Distribusi terumbu karang yang masih baik ditemukan sekitar perairan pulau teluk Air Bangis. Potensi terumbu karang di Kabupaten Pasaman Barat adalah seluas 224,5 Ha.
    Potensi lamun di perairan KKLD Kabupaten Pasaman Barat relatif sedikit, hanya di beberapa kawasan terutama di pulau-pulau kecil dan di daerah teluk Tapang dengan luas mencapai 60 Ha dengan jenis yang didominasi oleh Halodule sp, Halophylla sp serta jenis lainnya yang ditemukan adalah Enhalus sp, Cymmodocea sp dan Thallassia sp dengan tipe vegetasi campuran dimana tegakan lamun yang disusun oleh dua atau lebih jenis lamun yang tumbuh bersamaan pada satu substrat.
    Estuaria di KKLD Kabupaten Pasaman Barat umumnya terdapat di sepanjang pantai Katiangan, muara Bingung, Sasak, Maligi, Sikilang, Sikabau dan Air Bangis. Pada umumnya estuaria memiliki tipe daratan pesisir dan estuari laguna.

  • Sektor-sektor yang berpotensi untuk dikembangkan di sekitar KKLD Kabupaten Pasaman Barat meliputi sektor pertanian dan kehutanan, perkebunan, kelautan dan perikanan, peternakan, parawisata serta sektor industri. Untuk kelautan dan perikanan di wilayah KKLD Kabupaten Pasaman Barat sangat potensial untuk pengembangan perikanan tangkap, bubidaya laut maupun pantai serta wisata bahari. Masyarakat pesisir di wilayah Kawasan Konservasi sebagian besar termasuk dalam kategori masyarakat miskin. Dari 9 pulau-pulau kecil yang berada di kawasan Teluk Air Bangis tersebut hanya 1 (satu) pulau yang dihuni oleh penduduk yaitu pulau Panjang. Sementara 2 (dua) pulau dimanfaatkan untuk berkebun kelapa yaitu pulau Tamiang dan Pulau Pigago, 2 (dua) pulau lagi dimanfaatkan sebagai daerah penangkapan lobster, kepiting dan kerang-kerangan yaitu pulau Unggas dan pulau Harimau. Sisanya 4 (empat) pulau lagi yaitu pulau Telur, pulau Pangkal, pulau Tabaka dan pulau Nibung belum dimanfaatkan.

  • Mata pencaharian masyarakat Kabupaten Pasaman Barat di sekitar KKLD adalah bekerja di bidang perikanan. Namun demikian, kegiatan perikanan tersebut masih dilaksanakan secara tradisional, karena sebagian besar nelayan (sebanyak 57,43%) menggunakan perahu tanpa motor , sebanyak 12,47% menggunakan motor tempel dan sebanyak 42,57% menggunakan kapal motor berukuran sampai dengan 30GT. Sementara alat tangkap yang digunakan sebagian besar merupakan alat tangkap untuk perikanan pantai yaitu sebanyak 84,72% .
    Kegiatan perikanan budidaya laut dengan sistem keramba belum begitu banyak. Untuk budidaya dengan sistem keramba juga sudah dimulai dengan pembudidayaan ikan kerapu. Pemanfaatan perairan sekitar pulau Panjang untuk budidaya ikan kerapu dengan Karamba Jaring Apung mulai menarik minat masyarakat. Kedepannya direncanakan pengembangan perairan pulau-pulau kecil di kawasan Kecamatan Sungai Beremas diarahkan untuk pembudidayaan berbagai jenis ikan laut potensial diantaranya ikan kerapu, kepiting dan kerang-kerangan.

  • Meskipun armada penangkapan ikan didominasi oleh perahu tanpa motor dan motor tempel, produksi tangkapan nelayan Kabupaten Pasaman Barat pada tahun 2008 mencapai 74.878 ton dengan kontribusi sebesar kuranglebih 40% dibandingkan dengan 6 kabupaten/kota lainnya di Propinsi Sumatera Barat.

  • Pendekatakan konservasi dalam penetapan kawasan konservasi adalah berdasarkan analisa kuantitatif mengenai kondisi geografis, kondisi ekologi perairan khususnya terumbu karang, mangrove, lamun, penyu, pola pemanfaatan laut dan dampak terhadap terumbu karang dan tanggapan masyarakat setempat. Dasar penentuan zonasi kawasan konservasi tetap bertujuan untuk melindungi kawasan terumbu karang yang memiliki nilai keanekaragaman yang tinggi dan pelestarian terhadap habitat penyu belimbing (Dermachelea corecea).

  • Kawasan Konservasi di Kabupaten Pasaman Barat memiliki sumberdaya alam yang indah seperti pulau-pulau, teluk, gunung dan kawasan mangrove yang masih lestari. Sumberdaya ini mendukung kawasan pesisir pantai dan pulau-pulau kecil di kecamatan Sungai Beremas dapat dijadikan kawasan taman wisata atau taman laut. Pembangunan pondok wisata di pulau panjang bertujuan sebagai sarana penunjang wisata bahari. Selain itu juga sudah ada Pos Jaga dengan bangunan bertingkat dan dermaga untuk mempermudah akses masuk bagi para wisatawan.
    Secara keseluruhan potensi wisata di Kabupaten Pasaman Barat adalah sebagai berikut :
    a. Wisata Bahari dan Wisata Pantai
    1. Pulau Panjang di kec. Sungai Beremas;
    2. Pantai Kampung Padang di Kec. Sungai Beremasi;
    3. Pantai Sikabau di Kec. Koto Balingka;
    4. Pantai Sikilang di Kec. Sungai Aua;
    5. Pantai Maligi di Kec. Sasak Ranah Pasisie;
    6. Pantai Sasak di Kec. Sasak Ranah Pasisie
    7. Muaro Binguang di Kec. Kinali
    8. Pantai Katiagan di Kec. Kinali
    b. Wisata Alam
    1. Goa Kepang di Kec. Sungai Beremas;
    2. Danau Indah di Kec. Koto Balingka;
    3. Gunung Malintang di Kec. Lembah Malintang;
    4. Gunung Batu di Kec. Lembah Malintang;
    5. Goa Ampung Guo di Kec. Gunung Tuleh;
    6. Bendunga Batang Kenaikan di Kec. Gunung Tuleh;
    7. Bendungan Batang Tongar di Kec. Pasaman;
    8. Air Terjun Simpang Panco di Kec. Kinali;
    9. Gunung Talamau di Kec. Talamai;
    10. Pemandian Air Panas di Kec. Talamau;
    11. Goa Jepang di Kec. Talamau;
    12. Ikan Larangan Lubuk Landur di Kec. Pasaman

8639461
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
3367
6721
10088
51106
153895
8639461

IP Anda: 18.205.60.226
Waktu Server: 2019-12-09 14:32:19

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com