Data Kawasan Konservasi

Data Kawasan Konservasi

  • Sumatera Barat
  • Pesisir Selatan
  • Kawasan Konservasi Pesisir Pulau Penyu
  • SK Bupati No.53 Tahun 2003; Tgl.19-5-2003
  • Kawasan Konservasi Perairan Daerah
  • 174,894.00
  • 0
  • 100003’48” - 100039’35” LS
  • 1030’12” - 1042’00”BT
  • Kabupaten Pesisir Selatan membujur sepanjang Pantai Barat Sumatera Barat dengan panjang garis pantai mencapai 218 km dan luas mencapai 5.727,89 km2. Adapun batas wilayah Kabupaten Pesisir Selatan, sebelah Utara berbatasan dengan Kota Padang, sebelah Timur berbatas an dengan Kabupaten Solok dan Provinsi Jambi, sebelah Selatan dan Barat berbatasan dengan Samudera Indonesia.

  • images/FotoKawasan/KKLD-Pulau-Penyu1.jpg
  • Pulau penyu adalah salah satu dari beberapa pulau-pulau kecil yang terdapat di sepanjang pesisir pantai Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Sesuai dengan namanya, Pulau Penyu adalah pulau yang menjadi persinggahan penyu dalam melakukan peneluran, terutama jenis penyu hijau. Berdasarkan alasan tersebut, pada tanggal 19 Mei 2003 dikeluarkan SK Bupati Pesisir Selatan No. 53 Tahun 2003 tentang Penetapan Pulau Penyu sebagai Kawasan Konservasi dan Wisata Laut. KKLD Pulau Penyu di Pesisir Selatan mempunyai fungsi utama sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis flora dan fauna serta pemanfaatan yang lestari. Kawasan ini juga dapat dimanfaatkan untuk penelitian, pendidikan, budidaya, dan wisata terutama wisata bahari. Selain itu, kawasan perairan KKLD Pulau Penyu dan sekitarnya tetap dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pengembangan ekonomi produktif dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip pemanfaatan yang ramah lingkungan dan lestari.

  • Secara administratif, KKLD Pulau Penyu dan sekitarnya terdapat di Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Pulau Penyu terletak di perairan laut Samudera Hindia, tepatnya di bagian barat Kabupaten Pesisir Selatan. Sementara secara geografis, KKLD Pulau Penyu terletak pada 100003'48" - 100039'35" LS dan 1030'12" - 1042'00"BT, yang memiliki luas kawasan sekitar 733,00 ha. Kabupaten Pesisir Selatan membujur sepanjang pantai barat Sumatera Barat dengan panjang garis pantai mencapai 218 km dan luas mencapai 5.727,89 km2. Adapun batas wilayah Kabupaten Pesisir Selatan, sebelah utara berbatasan dengan Kota Padang, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Solok dan Provinsi Jambi, sebelah selatan dan barat berbatasan dengan Samudera Indonesia.

  • Pulau Penyu dan sekitarnya hanya dapat dicapai melalui jalur laut dengan menggunakan perahu bermesin tempel 40 PK, dengan waktu tempuh ± 1,5 jam dari Kota Painan. Sementara Kabupaten Pesisir Selatan yang beribukota Kota Painan dapat ditempuh dengan kendaraan darat dari Kota padang sekitar ± 1,5 jam. Kondisi jalan beraspal cukup baik dengan pemandangan yang sangat indah di sepanjang jalan.

  • Tipe iklim yang mempengaruhi Pulau Penyu dan sekitarnya adalah iklim tropis dengan suhu udara berkisar 260-330C dan kelembaban udara berkisar 94,35-97,93%. Walaupun beriklim tropis, hujan turun sepanjang tahun tanpa adanya tanda bulan kering. Penyebaran curah hujan tahunan rata-rata tahunan diklasifikasikan pada kelas 3.000 - 4.000 mm per tahun.

  • Secara umum kondisi fisik perairan laut Pulau Penyu dan sekitarnya dominan dipengaruhi oleh kondisi perairan samudera Indonesia, karena lokasinya yang berhadapan langsung dengan perairan tersebut. Perairan di sekitar Pulau Penyu cukup jernih dan disekelilingnya terdapat terumbu karang. Keadaan arus cukup kuat karena posisi pulau yang terbuka di laut lepas. Pengaruh degradasi air tehadap pantai terutama dikarenakan hempasan gelombang sehingga menyebabkan pantainya sebagian tererosi, dan berakibat terbentuknya bukit-bukit pasir sepanjang pantai.
    Pola pasang yang terjadi adalah tipe diurnal, yaitu dalam satu hari terjadi dua kali pasang naik dan pasang surut, dengan fluktuasi berkisar 1-2 meter dan mencapai puncaknya pada saat bulan purnama. Kecepatan arus relatif kuat terutama pada musim barat karena pengaruh angin dan dalamnya perairan Samudera Indonesia. Pada tempat berteluk, mulai dari kecamtan tarusan sampai kecamatan batang kapas, membentuk garis isobath 20 meter dengan panjang kurang dari 1 km dan kedalaman 27 meter, sehingga membetuk relif laut yang curam.

  • Di kawasan perairan Pulau Penyu dan sekitarnya Selatan ditemukan 10 genera rumput laut. Jenis-jenis rumput laut yang ditemukan di kawasan ini adalah halimeda sp, acaulerpa sp, sargasum sp, turbinaria sp, padina australis, Laurentia sp, udotea sp, gracillaria sp, eucheuma sp, hypnea sp, dan lain lain.
    Di sekeliling Pulau Penyu dan sekitarnya terdapat ekosistem terumbu karang dengan kondisi yang masih cukup baik. Adapun jenis terumbu karang yang ditemukan antara lain : jenis branching, tabulate, encrusting, massive, sub massive, digitate, foliose, mushroom, milepora, heliopera. Di dalam ekosistem terumbu karang, hidup berbagai jenis ikan karang yang terdiri dari jenis ikan hias dan ikan konsumsi. Ikan-ikan tersebut meliputi 7 famili dan 25 jenis dengan kelimpahan populasi yang tidak terlalu tinggi.
    Jenis ikan yang dominan ditemui adalah kelompok ikan - ikan kecil, seperti famili pomacentridae, keberadaan ikan lebih dipengaruh oleh sifatnya berupaya mencari makan seperti kelompok caesionidae dan carangidae. Selain itu terdapat juga ragam biota laut lainnya seperti : bulu babi (diadema sp) ,teripang laut (holothoria sp), bintang laut (linckia laevigata), kima raksasa (tridacna gigas), kima kecil (tridacna maxima) dan ubur-ubur (aurelia sp) cypraea tigris,trochus nilotycus, siput (cornus episcopus), keong jari lima (lambis lambis), dan kima (tridacna sp)
    Di Pulau Penyu dan sekitarnya terdapat tiga jenis penyu (nama lokal : katunga) yaitu penyu sisik (eretmohelis imbricata), penyu belimbing (dermochelis coriacea) dan penyu hijau (chelonia mydas). Pada saat puncak musim bertelur, penyu hijau mendarat di pulau penyu setiap malamnya rata-rata 15-20 ekor , sedangkan penyu sisik hanya sekitar 10 ekor (sebelum tahun 1980-an). Pada tahun 1989 diperkirakan jumlah penyu yang bertelur pada puncak musim peneluran sekitar 5 ekor dengan jumlah telur per sarang sekitar 80-120 butir.
    Habitat peneluran penyu di Kabupaten Pesisir Selatan tidak hanya terdapat di Pulau Penyu, tetapi terdapat di pulau-pulau kecil sekitar. Diantaranya Pulau Penyu, Pulau Karabak Kecil, Pulau Karabak Besar, dan Pulau Beringin Besar.
    Pulau penyu merupakan habitat peneluran, tempat berkembang biak dan beristirahat sejenis burung pergam laut putih (ducula bicolor). Jenis burung laut lainnya yang ditemukan adalah burung roko-roko (plegadis palcinellus) yang datang untuk mencari makan di pantai Pulau Penyu, burung punai (treron sp), burung bubut (centropus sp), cucak rawa (pycnonotus sp), burung baraba (pycnonotus goiaiver), burung dara laut (sterna sp), burung madu (nectarania sp), burung cabe (dicaeum sp) dan burung walik kembang (ptilinopus melanopsilla).

  • Berdasarkan sensus yang dilakukan pada tahun 2002, jumlah penduduk di Kecamatan Sutera 13.678 jiwa yang tersebar di tiga kanagarian, Kecamatan Batang Kapas 29.474 jiwa, Kecamatan Empat Jurai 46.156 jiwa, dan Kecamatan Bayang 46.272 jiwa. Masyarakat Pesisir Selatan merupakan masyarakat Minangkabau yang sangat kuat dalam memegang teguh adat istiadat yang bersendikan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.
    Implikasi dari falsafah tersebut adalah bahwa segala perilaku individu, kelompok maupun kemasyarakatan dan pemerintahan didasarkan pada nilai-nilai luhur dan norma-norma adat serta dijiwai oleh nilai-nilai keagamaan. Jika dikaitkan dengan konsep konservasi, maka dapat dilihat dalam agama Islam dijumpai konsep konservasi ini seperti ang ditunjukan oleh adanya larangan manusia membuat kerusakan di bumi.

  • Masyarakat pesisir Kabupaten Pesisir Selatan seperti masyarakat pesisir pada umumnya mempunyai mata pencaharian di bidang pertanian dan perikanan, baik sebagai nelayan maupun pembudidaya ikan. Untuk perikanan, jumlah nelayan di Kabupaten Pesisir Selatan berjumlah 10.406 jiwa yang menyebar di 9 kecamatan dengan 47 desa pantai. Jumlah Rumah Tangga Perikanan (RTP) terdiri dari nelayan penuh 9.056 RTP, petani nelayan (air deras) 900 RTP yang terhimpun dalam wadah koperasi/kelompok nelayan. Umumnya, alat tangkap yang banyak digunakan adalah pukat tepi, payang, trammel net dan mono filamen net. Adapun jenis armada tangkap yang digunakan adalah perahu tanpa motor yaitu 554 buah dan yang paling sedikit digunakan adalah motor tempel yaitu 317 buah.
    Sementara kegiatan budidaya perikanan di wilayah Pesisir Selatan secara umum belum berkembang. Kendala utaman pelaksanaan budidaya perikanan ini adalah keterbatasan modal, tingkat pengetahuan dalam mengelola budidaya, serta penempatan lokasi untuk budidaya perikanan tersebut. Adapun jenis budidaya adalah rumput laut, kepiting bakau, dan udang windu.

  • Potensi perikanan di Kabupaten Pesisir Selatan mencapai 95.000 ton pertahun, yang terdiri dari 14.457,09 ton ikan Pelangis Besar, 19.550,91 ton ikan Pelangis Kecil, 60.453,73 ton ikan Damersal dan 556,2 ton jenis udang. Di perairan laut Pesisir Selatan juga terdapat ikan Tuna berkualitas ekspor. Selain ikan, juga potensial untuk pengembangan budi daya rumput laut, seperti di perairan laut Tarusan, Jurai dan Batang Kapas.

  • Sejumlah upaya telah dilakukan dalam rangka pengelolaan kawasan ini seperti pembangunan Pondok Informasi KKP Daratan, Pembangunan Fasilitas Penangkaran Penyu, Pembangunan Pos Jaga, Pembuatan/Pemasangan Papan Informasi, Pengadaan Kompresor dsb. Pemerintah daerah juga telah menjadikan Pulau Karabak Ketek sebagai pusat penangkaran penyu dengan biaya operasional melalui dana APBD II, melakukan sosialisasi informal dengan masyarakat dan pemangku kepentingan mengenai kawasan konservasi perairan daerah (KKPD) Kabupaten Pesisir Selatan dan manfaatnya dalam melestarikan SDA, memasukan KKPD Kabupaten Pessel dalam Rencana
    Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, menjalin komunikasi dan sosialisasi dgn pemilik pulau di wilayah KKPD tentang pentingnya menjaga kelestarian habitat dan penyu.
    Sejumlah langkah ke depan juga tengah diproyeksikan pemerintah daerah setempat dalam rangka pengembangan kawasan ini, yaitu :
    - Pada tahun 2013 ditargetkan dapat dilaksanakan pembuatan dokumen rencana pengelolaan KKPD melalui dana APBD I.
    - Pengusulan Pembentukan UPTD KKPD kepada pemerintah daerah sehingga diharapkan pengelolaan KKPD bisa lebih optimal.
    - Meningkatkan hubungan jejaring KKPD dengan Kabupaten lain melalui forum jejaring KKPD Sumbar.
    - Pengusulan KKPD Kab. Pessel untuk di SK kan dengan SK menteri KP.

8617600
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
4854
6341
29245
29245
153895
8617600

IP Anda: 18.207.238.169
Waktu Server: 2019-12-05 21:42:55

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com