Data Kawasan Konservasi

Data Kawasan Konservasi

  • Sumatera Utara
  • Nias Selatan
  • Kawasan Konservasi Perairan Nias Selatan
  • Keputusan Bupati Nomor : 523/371/K/2008 tgl 5 Desember 2008

  • Kawasan Konservasi Perairan Daerah
  • 56,000.00
  • VI
  • 0
  • 0
  • Merah

  • 100 27 0 0 0
  • images/FotoKawasan/Nias-Selatan1.jpg
  • Kabupaten Nias Selatan mempunyai Luas wilayah 1.825,2 Km2 berada di barat Pulau Sumatera jaraknya ± 92 mil laut dari Kota Sibolga atau Kabupaten Tapanuli Tengah. Ibukota kabupaten Nias Selatan adalah Teluk Dalam yang berkedudukan di Pulau Nias, sedangkan letak Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Kabupaten Nias Selatan terletak diKecamatan Pulau-Pulau Batu.
    Dasar Hukum penetapan Kawasan Konservasi Laut Daerah Kabupaten Nias Selatan adalah SK Bupati Nias Selatan Nomor : 523/371/K/2008 yang ditetapkan pada tanggal 5 Desember 2008.


  • Kecamatan Pulau - Pulau Batu Terletak antara: 0º - 15º Lintang Utara dan 90º 580 - 97º 480 Bujur Timur. Luas Wilayah 121.05 Km2 , jarak dari ibu kota Kabupaten sejauh. Jarak Ibukota Kecamatan ke Ibukota Kabupaten yaitu 48 mil atau kira-kira 77,25 Km dengan batas-batas wilayah sebagai berikut, Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Teluk Dalam, sebelah selatan berbatasan dengan kecamatan Hibala, sebelah Barat berbatasan dengan Samudera Hindia, Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Tapanuli Tengah.

  • KKLD Kabupaten Nias selatan dapat diakses melalui jalur dari Jakarta menggunakan Pesawat udara menuju medan dan dilanjukan dengan pesawat berjenis Foker 50 menuju Bandar udara Binaka di Gunung sitoli (Ibukota Kabupaten Nias) dan dilanjutkan dengan jalur darat menggunakan travel dengan waktu tempuh 2,5 Jam.

  • Kabupaten Nias Selatan terletak di daerah khatulistiwa maka curah hujannya tinggi. Rata-rata curah hujan pertahun 3401,9 mm dan banyaknya hari hujan dalam setahun 242 hari atau rata-rata 20 hari perbulan pada tahun 2007. Akibat banyaknya curah hujan maka kondisi alamnya sangat lembab dan basah.
    Keadaan iklim dipengaruhi oleh Samudera Hindia. Suhu udara berkisar antara 22º - 31ºC dengan kelembaban sekitar 86 - 92 % dan kecepatan angin antara 5 - 16 knot/jam. Curah hujan tinggi dan relatif turun hujan sepanjang tahun dan sering kali diikuti dengan badai besar. Musim badai laut biasanya berkisar antara bulan September sampai November, tetapi kadang terjadi badai pada bulan Agustus, jadi cuaca bisa berubah secara mendadak.


  • Kawasan perairan KKLD Kabupaten Nias Selatan yang termasuk di dalam Kecamatan Pulau-Pulau Batu berada di Desa Luaha Idano Pono, Desa Hayo dan Desa Sifitu Ewali seluas 56.000 Ha yang terletak pada 98,06º E - 98,37º E dan 0,09º N - 0,15º S. Kondisi perairan terbuka dan memiliki gelombang besar serta pantai yang umumnya berpasir putih. Sedangkan di bagian Timur Pulau Tello merupakan Selat antara Pulau Lawindra dan Pulau Balogia. Rataan terumbu bagian atas umumnya landai dan mendatar antara 50 - 150 m dari pantai.

  • Dasar perairan di KKLD Kabupaten Nias selatan dipenuhi oleh karang mati yang telah ditumbuhi oleh alga, pecahan karang mati dan pasir. Pertumbuhan karang yang tumbuh pada daerah tubir jenisnya kurang bervariasi. Beberapa genus karang yang masih dapat dijumpai adalah Acropora spp, Montipora foliosa, dan Pocillopora verrucosa. Tutupan karang hidup pada perairan ini memiliki persentase sekitar 11,97%, yang dikategorikan 'tidak baik'.
    Berdasarkan hasil pengamatan pada lokasi sampling di Perairan Pulau Tello ditemukan jumlah ikan 492 ekor terdiri atas 75 jenis, 49 marga dan sebanyak 21 suku. Dari jumlah tersebut yang termasuk kedalam ikan major sebanyak 311 ekor, ikan target sebanyak 164 ekor dan ikan indikator sebanyak 17 ekor. Ikan ikan yang dominan ditemui dalam kategori marga pada perairan ini adalah Caesio, Chromis, Dascyllus, Pomacentrus, Acanthurus, Halichoeres, Chrysiptera, Thalassoma, Pterocaesio, dan Dischistodus.
    Ekosistem mangrove terdapat pada beberapa pulau disekitar Pulau Tello, Pono, Tanah Masa dan Kecamatan Hibala dengan luas mencapai 842, 27 Ha, didominasi oleh Rhizopora sp.


  • Jumlah penduduk Kecamatan Pulau-pulau batu adalah 18.978 jiwa dengan kepadatan rata-rata sebesar 157 jiwa/km2. jumlah laki-laki sebesar 9.496 jiwa dan perempuan sebesar 9.482 jiwa. Jumlah rumah tangga sebanyak 3.976 (proyeksi BPS Kabupaten NiasSelatan, 2007).
    Sarana pendidikan yang terdapat dikecamatan pulau-pulau batu terdiri dari 35 Sekolah dasar dan 7 sekolah setingkat SLTP sedangkan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) sebanyak 2 unit. 1 unit sekolah tersebut merupakan Sekolah Perikanan yang difokuskan pada Budidaya perikanan.
    Sarana kesehatan yang tersedia di Kecamatan Pulau-pulau batu adalah sebagai berikut: Rumah sakit 1 unit, Puskesmas 1 unit, Pustu 7 unit, Klinik 2 unit, Polindes 9 unit dan posyandu 37 unit. Sedangkan tenaga kesehatan yang bertugas di Kecamatan ini adalah sebagai berikut: Dokter 3 orang, bidan 22 orang dan perawat 19 orang.
    Jumlah sarana peribadatan yang terdapat di Kecamatan Pulau-pulau batu tahun 2007 adalah sebagai berikut: Mesjid sebanyak 13 unit, Musolla 1 unit dengan jumlah pemeluk agama Islam sebanyak 4.205 jiwa, Gereja 44 unit dengan jumlah penganut agama Kristen Protestan sebanyak 11.342 jiwa dan Katolik sebanyak 3.453 jiwa dan Vihara sebanyak 1 unit dengan jumlah pemeluk agama Budha sebanyak 29 jiwa. Sedangkan Hindu, Konghucu dan kepercayaan lainnya berturut-turut adalah 4 jiwa, 3 jiwa dan 122 jiwa.
    Masyarakat PP. Batu merupakan masyarakat yang heterogen terdiri dari berbagai suku bangsa yaitu Nias asal Teluk Dalam, Nias asal Gunungsitoli, Minang, batak, Cina dan aceh. Dengan heterogennya penduduk ini mengakibatkan interaksi sosial bersifat nasional. Interaksi tersebut membentuk satu adat budaya tersendiri yang berasal dari campuran kebiasaan-kebiasaan suku bangsa.


  • Jumlah tenaga kerja yang bekerja berdasarkan lapangan pekerjaan menunjukkan bahwa mata pencarian penduduk yang dominan adalah disektor pertanian yaitu 9.651 orang, diikuti sektor industri sebanyak 247 orang, PNS/TNI/Polisi sebanyak 245 orang dan sektor lainnyasebanyak 1.062 orang (Kantor Camat Pulau-Pulau batu, 2007).
    Dari 9.651 orang yang bekerja disektor pertanian tersebut di atas, 1.165 orang diantaranya adalah di subsektor perikanan dengan poduksi hasil tangkap sebesar 5.310 ton. Produksi terbesar disumbang oleh Desa Labuan Bajau sebesar 896 ton, sedangkan yang
    terkecil adalah dari Desa Loboi dengan produksi sebesar 2 ton (Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Nias Selatan tahun 2007).


  • Penangkapan umumnya menggunakan alat penangkapan tradisonal yaitu dengan menggunakan perahu dayang atau kapal bermotor dengan ukuran kecil, akibatnya wilayah penangkapan relatif kecil serta hasil tangkapan yang rendah.
    BPS (2006) mempublikasikan bahwa jumlah nelayan sebanyak 809 orang yang menggunakan kapal bermotor di Kecamatan Hibala adalah 68 orang, di Kecamatan PP. Batu dari 1.663 orang nelayan yang menggunakan kapal bermotor hanya 93 orang dengan produksi hasil tangkapan 3.679,8 ton di Kecamatan Hibala dan 6.239,2 ton di Kecamatan PP. Batu. Dengan kondisi penangkapan tersebut maka rata-rata tingkat pendapatan nelayan relatif kecil yaitu berkisar Rp. 300.000 - 500.000/bulan) sehingga kondisi masyarakat nelayan tetap miskin.


  • Pendekatan konservasi dalam menetapkan KKPD Kab.Nias Selatan adalah berdasarkan analisa kuantitatif mengenai kondisi geografis, kondisi ekologi perairan seperti mangrove, terumbu karang, estuaria dan ikan-ikan karang. Penetapan kawasan konservasi perairan dilakukan untuk mencapai sasaran pemamfaatan sumberdaya ikan, ekosistem dan lingkungan yang berkelanjutan. Sehingga dapat menjamin ketersediaan, kesinambungan dan peningkatan kualitas nilai serta keanekaragamannnya sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat disekitar kawasan konservasi perairan.

  • Wisata yang terkenal dari Nias Selatan adalah wisata pantai, wisata bahari, dan wisata budaya. Tempat wisata pantai yang terkenal adalah Pantai Lagundri dan Sorake. Daerah Pulau Pulau Batu merupakan daerah wisata bahari yang terkenal dengan keindahan lautnya yang mengundang wisatawan untuk berjemur (sun bathing) dan menyelam (diving). Sedangkan Bawomataluo merupakan tempat
    wisata budaya yang terkenal dengan pesona rumah adatnya dan aksi lompat batu. Setiap tahun, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Nias Selatan meningkat, kecuali pada tahun 2005. ini disebabkan adanya bencana alam gempa bumi dan tsunami. Jumlah wisatawan yang berkunjung tahun 2007 meningkat 1,6% dibanding tahun sebelumnya. Dari 22.401 orang wisatawan yang berkunjung pada tahun 2007 ke Nias Selatan 28,7% diantaranya adalah wisatawan mancanegara.


8639833
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
3739
6721
10460
51478
153895
8639833

IP Anda: 18.205.60.226
Waktu Server: 2019-12-09 15:20:00

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com