Data Kawasan Konservasi

Data Kawasan Konservasi

  • Sumatera Utara
  • Tapanuli Tengah
  • Kawasan Konservasi Perairan Kabupaten Tapanuli Tengah
  • Sk Bupati No. 1421/DKP/Th 2007

  • Kawasan Konservasi Perairan Daerah
  • 81,243.00
  • VI
  • 1031’48” – 1043’37” LU
  • 98025’08” – 98043’45” BT
  • Merah

  • 100 0 0 0 0
  • Kabupaten Tapanuli Tengah berbatasan dengan Kabupaten Aceh Singkil di sebelah Utara, sebelah Selatan dengan Kabupaten Tapanuli Selatan, sebelah Timur dengan Kabupaten Tapanuli Utara dan Hubang, dan sebelah Barat berbatasan dengan Samudera Indonesia.

  • images/FotoKawasan/KKLD Tapanuli Tengah.jpg
  • Dasar hukum penetapan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) Kabupaten Tapanuli Tengah adalah SK Bupati Tapanuli Tengah No. 1421/DKP/Tahun 2007 yang dikeluarkan pada tanggal 7 November 2007. KKLD tersebut diprioritaskan untuk mendukung kegiatan pemanfaatan perikanan berkelanjutan dan kegiatan pariwisata bahari.

  • Kawasan Konservasi ini terletak pada koordinat sebagai berikut :
    a. Koordinat batas terluar di Timur :
    1. 1º42’N' 98º47'E
    2. 1º38’N 98º50’E
    3. 1º31'N 98º44'E
    b. Koordinat Batas terJuar di Barat
    1. 1º37’N 98º25'E
    2. 1º43'N 98º25'E
    c. Koordinat batas terluar di Utara :
    1. 1º43’N 98º25'E
    2. 1º43'N98º43'E
    3. 1ºt42'N 98º47'E
    d. Koordinat batas terluar di Selatan :
    1. 1º31'N 98°44'E
    2. 1º31'N 98°29'E
    Kabupaten Tapanuli Tengah berbatasan dengan Kabupaten Aceh Singkil di sebelah utara, sebelah selatan dengan Kabupaten Tapanuli Selatan, sebelah timur dengan Kabupaten Tapanuli Utara dan Hubang, dan sebelah barat berbatasan dengan Samudera Indonesia.

  • KKLD Kabupaten Tapanuli Tengah dapat diakses melalui jalur darat, laut maupun udara.
    1. Jalur pertama dari Jakarta menggunakan pesawat udara menuju Medan dan dilanjutkan dengan pesawat berjenis Foker 50 menuju bandar udara Pinangsori di Kabupaten Tapanuli Tengah dengan waktu tempuh kurang dari 1 jam.
    2. Jalur kedua, setelah sampai di Medan dapat dilanjutkan dengan menggunakan jasa travel langsung menuju Tapanuli Tengah dengan waktu tempuh sekitar 8 jam.
    3. Jalur ketiga merupakan jalur yang jarang ditempuh, yaitu dari Jakarta menggunakan pesawat udara menuju bandara Minangkabau, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Tapanuli Tengah selama kurang lebih 12 jam menggunakan travel.
    4. Sebelum Tahun 2007 tersedia juga jalur Kapal Laut langsung menuju Pelabuhan Sibolga (salah satu kota terbesar di Tapanuli Tengah) dari pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta setiap 2 minggu sekali.
    5. Untuk mencapai wilayah Kawasan Konservasi Perairan dapat diakses dengan menggunakan mobil dan Perahu dengan jarak tempuh antara 1-3 jam.

  • Sebagian besar wilayah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah berbatasan dengan lautan, sehingga berpengaruh pada suhu udara yang tergolong daerah beriklim tropis. Pada bulan Januari-Desember suhu udara maksimum bisa mencapai 32,700C dan suhu minimum mencapai 20,800C, dengan rata-rata suhu udara di sebesar 26,030C.
    Sebagaimana daerah lainnya di Indonesia, Kabupaten Tapanuli Tengah mempunyai musim kemarau dan musim penghujan. Musim kemarau biasanya terjadi pada Bulan Juni sampai September dan musim penghujan biasanya terjadi pada Bulan Nopember sampai Bulan Maret, diantara kedua musim itu diselingi oleh musim pancaroba.

  • Kecepatan arus laut di perairan Kabupaten Tapanuli Tengah berkisar antara 3,1 mil/hari sampai dengan 36 mil/hari.

  • Luas keseluruhan hutan mangrove Kabupaten Tapanuli Tengah mencapai 1.800 ha, dari keseluruhan luasan tersebut yang masih dalam kondisi baik sekitar 1.579 ha sedangkan sisanya sekitar 230 ha telah mengalami kerusakan. Vegetasi mangrove didominasi oleh Rhizopora mucronata.
    Terumbu karang yang terdapat di Kabupaten Tapanuli Tengah antara lain fringing reef, patch reef dan shoal yang luasannya mencapai sekitar 25,3572 km2. Berdasarkan hasil pengamatan, tutupan karang hidup antara 0,00%-79,70%, dengan rerata persentae tutupan karang hidup 26,98%. Sementara itu, Neopomacentrus cynamos merupakan jenis ikan karang yang memiliki kelimpahan yang tertinggi dibandingkan dengan ikan karang jenis lainnya, yaitu sebesar 4.571 ind/ha. Kelimpahan beberapa jenis ikan ekonomis penting lainya yaitu ikan kakap 813 ind/ha, ikan kerapu 165 ind/ha, ikan ekor kuning 936 ind/ha, dan ikan kepe-kepe yang merupakan ikan indikator untuk menilai kesehatan terumbu karang memiliki kelimpahan sebesar 330 ind/ha.

  • Pada tahun 2006, jumlah penduduk penduduk Kabupaten Tapanuli Tengah adalah 297.843 jiwa, dengan laju pertumbuhan selama 2001-2006 adalah 4,03%/tahun. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada tahun 2007 sebesar Rp 1.610,42 milyar. Sektor pertanian merupakan kontributor utama dalam pembentukan nilai PDRB yaitu mencapai 44,51%, diikuti oleh sektor jasa-jasa 18,23%, industri pengolahan 14,88%, dan sektor perdagangan, hotel dan restoran 10,70%, sedangkan sektor-sektor yang lain hanya memberikan kontribusi di bawah 5%.

  • Sebagian besar penduduk di sekitar KKLD Kabupaten Tapanuli Tengah bekerja di sektor pertanian dan perikanan (nelayan). Pada tahun 2005 terdapat 10.410 orang nelayan dan pembudidaya ikan, hal ini berkurang dibandingkan dengan tahun 2004 yang berjumlah 10.655 jiwa. Pengurangan jumlah nelayan ini kemungkinan disebabkan oleh menurunnya hasil tangkapan per unit effort dan terjadinya bencana tsunami yang mengurangi minat masyarakat menjadi nelayan laut. Kemungkinan lainnya adalah terjadinya perkembangan sektor industri dan jasa pariwisata yang menyebabkan banyak nelayan beralih profesi.
    Jumlah alat tangkap ikan pada tahun 2005 adalah 2.760 unit yang kebanyakan adalah jaring insang tetap 810 unit, bagan tancap 335 unit, rawai 330 unit. Sedangkan jumlah armada perikanan adalah 2.055 unit yang mayoritas adalah perahu tanpa motor 1.060 unit, motor tempel 380 unit, dan kapal motor 0-5 GT 375 unit.

  • Total produksi ikan di Kabupaten Tapanuli Tengah pada tahun 2005 adalah 24.577,6 ton yang terdiri dari ikan laut sejumlah 23.365,9 ton, ikan perairan umum sejumlah 708,7 ton dan ikan budidaya sejumlah 503 ton. Produksi ikan hasil tangkapan dari laut diantaranya adalah: cakalang, tuna, lencam, ekor kuning, lemuru, bawal putih, bawal hitam, swanggi, cumi-cumi, kapas-kapas, kuwe dan lain-lain.

  • Pendekatan konservasi dalam menetapkan KKLD Tapanuli Tengah adalah didasarkan aspek ekologis yang berfungsi sebagai tempat bertelur, daerah perkembangbiakan dan daerah migrasi berbagai jenis ikan dalam rangka perlindungan habitat sumberdaya ikan dan terumbu karang.

  • Potensi Pariwisata di wilayah Kawasan Konservasi salah satunya adalah Pulau Mursala yang terletak pada 1,7º LU dan 98,5º BT dan termasuk wilayah Kecamatan Tapian Nauli Kabupaten Tapanuli Tengah. Luas Pulau Mursala ± 8.000 Ha, merupakan daerah perbukitan yang indah. Terdapat beberapa aliran sungai berbatu dengan aliran cukup deras yang mengalir membelah Pulau Mursala. Perairan Pulau Mursala dijadikan konservasi terumbu karang sedangkan Pulau Mursala berpeluang untuk dijadikan tempat wisata berburu dan resort. Jarak tempuh ke Pulau mursala dari Kota Pandan maupun Kota Sibolga dengan Speed Boat sekitar 60 menit.
    Fasilitas akomodasi semakin lengkap dengan berdirinya Hotel Bumi Asih di Pandan, ibukota Kabupaten Tapanuli Tengah. Selain itu juga terdapat lokasi wisata lain yaitu Pantai Indah Kalangan. Hamparan Pohon Pinus dan Cottage sekitar Pantai Indah Kalangan di Pandan. Berbagai even olah raga dilaksanakan di Pantai Indah Kalangan seperti Lomba Renang dan Motorcross serta berbagai acara hiburan rakyat.
    Obyek wisata bahari Tapanuli Tengah yang dapat dinikmati di sepanjang pesisir Barat Kabupaten Tapanuli Tengah seperti Pantai Indah Binasi di Kecamatan Sorkam Barat, Pantai Indah Muara Kolang di Kecamatan Kolang, Pantai Indah Kedai Gedang di Kecamatan Barus, Pantai Indah Sitiris-tiris di Kecamatan Andam Dewi dan Pantai Indah Pasar Batu Gerigis di Kecamatan Barus serta hamparan pulau - pulau kecil yang indah seperti Pulau Karang dengan Pantai Pasir Putih di Kecamatan Andam Dewi, dalam mendukung kegiatan kepariwisataan ini saat ini pemerintah daerah telah menyediakan sarana Kamar mandi, Salter, dll. Obyek wisata bersejarah dapat dijumpai di Kecamatan Barus seperti Makam Mahligai dan Makam Papan Tinggi. Barus adalah tempat pertama kali masuknya agama Islam dan Kristen di Indonesia.

8626878
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
2597
5865
38523
38523
153895
8626878

IP Anda: 3.231.229.89
Waktu Server: 2019-12-07 13:29:30

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com