Data Kawasan Konservasi

Data Kawasan Konservasi

  • Sulawesi Tengah
  • Taman Nasional Laut Kepulauan Togean
  • SK. Menhut Nomor : Sk.418/Menhut-Ii/2004; Tgl. 19-10-2004
  • Taman Nasional Laut
  • 362,605.00
  • II
  • 0
  • 0
  • images/FotoKawasan/Togean1.jpg
  • Taman Nasional Kepulauan Togean adalah sebuah sebuah taman nasional di Kepulauan Togean yang terletak di Teluk Tomini, Sulawesi Tengah yang diresmikan pada tahun 2004. Secara administrasi wilayah ini berada di Kabupaten Tojo Una-Una. Pulau Kadidiri adalah pusat dari Kepulauan Togean, di Sulawesi Tengah. Tak jauh dari Wakai, sebuah kota kecamatan yang menjadi sentra kepulauan ini. Pulau Kadidiri adalah yang paling popular diantara pulau pulau yang tersebar seluas 90 km persegi di Kepulauan Togean. Mayoritas etnik di kepulauan Togean berasal dari Gorontalo , sementara ada etnik asli yang hidup dengan rumah di atas laut yang disebut suku bajau. Pada tanggal 19 Oktober 2004, Kepulauan Togean telah ditetapkan sebagai Taman nasional yang meliputi 292,000 hektar ekosistem laut dan 70.000 hektar area darat. Karena lokasinya yang jauh dari mana mana, serta posisinya yang terlindungi di teluk Tomini, membuat daerah ini sangat terasa terpencil sekaligus indah dan bersih dari polusi. Kepulauan ini dikenal kaya akan terumbu karang dan berbagai biota laut yang langka dan dilindungi. Beberapa aksi wisata yang dapat dilakukan di Kepulauan Togean antara lain: menyelam dan snorkelling di Pulau Kadidiri, memancing ,menjelajah alam hutan yang ada di dalam hutan yang ada di Pulau Malenge, serta mengunjungi gunung Colo di Pulau Una-una. Wisatawan juga bisa mengunjungi pemukiman orang Bajo di Kabalutan.

  • Dari Palu ke Ampana via Poso (375 kilometer) dengan bis atau mencarter mobil, kemudian dengan perahu dari Ampana ke Wakai dan Malenge dengan jadwal rutin setiap hari, berangkat jam 10.00 - 11.00 pagi.
    Dari Gorontalo, naik mobil ke Marisa, selanjutnya naik perahu ke Dolong atau Wakai.
    Penerbangan dengan Lion Air atau Sriwijaya , setiap hari dari Jakarta dan Surabaya menuju Gorontalo, kemudian dilanjutkan dengan public ferry yang berangkat setiap jam 10 malam dan tiba di Togean jam 11 pagi. Sebaliknya dari Togean berangkat jam 4 sore dan tiba esok jam 6 pagi di Gorontalo.
    Pilihan lain dengan mencarter kapal dari Marisa, dengan pilihan jam keberangkatan yang fleksibel.
    Alternatif bisa melalui Palu ( Sulawesi Tengah ) dilanjutkan sekitar 7 jam perjalanan lewat darat - 375 km - melalui Poso menuju Ampana. Kemudian dilanjutkan dengan kapal sekitar 4 jam menuju Wakai.
    Jika menempuh jalur dari Makasar, ( Sulawesi Selatan ), bisa dicapai dalam waktu 14 jam perjalanan bus melalui Rantepao ( Tana Toraja ) menuju Ampana yang dilanjutkan dengan kapal.

  • Togean tidak hanya menawarkan paket penyelaman. Bagi yang tertarik untuk berpetualang, bisa melakukan trekking di seluruh pulau pulau. Menyaksikan babi rusa, rusa, kelelawar kelelawar, kepiting kenari (coconut cabs yang besar ). Selain itu dengan menyewa perahu, bisa menuju arah barat pulau melihat perkampungan suku bajau yang terkenal sebagai suku laut.
    Terdapat banyak penginapan dari losmen sederhana sampai resor seperti Black Marlin di Pulau Kadidiri atau Wakai Cotagges di Pulau Batudaka. Losmen losmen juga terdapat di Pulau Tongkabu atau Ampana.

10533993
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Bulan ini
Bulan lalu
Total
1523
5079
17118
122240
134841
10533993

IP Anda: 3.239.192.241
Waktu Server: 2021-02-25 07:00:46

 

Direktorat Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut

Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut

Kementerian Kelautan dan Perikanan

________________________________________________________________

 

Gedung Mina Bahari III, Lantai 10

Jl. Medan Merdeka Timur, Nomor 16

Jakarta 10110, Kotak Pos 4130

Telepon : (021) 3522045, Ext. 6104,

Faksimile : (021) 3522045

Email : info.kkji@gmail.com